Prabumulih | Tintamerah.co.id -, Manager Relation Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Adi Putra Wawang Darmawan berharap alumni angkatan pertama Retreat Pertamina Local Community Leaders Program (LCLP) 2025 Zona 4 mendukung program Asca Cita Presiden Prabowo Subianto yakni Ketahanan Energi Nasional.
Pernyataan itu dilontarkan Adi Putra Wawang Darmawan kepada Tintamerah.co.id saat meninjau pelaksanaan rangkaian retreat Pertamina LCLP di Gedung Aula Sudirman Yonzipur II/SG pada Minggu (15/06/25).
Mulanya Adi menyampaikan setelah selesai pelaksanaan kegiatan tersebut pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh apakah Pertamina LCLP akan berjalan sesuai dengan direncanakan.
“Alhamdulillah nanti dan berikutnya lagi tentunya setelah kegiatan, kita akan melakukan evaluasi apakah setelah kegiatan ini berjalan sesuai dengan tujuan yang kita harapkan atau tidak,” kata Adi.
Adi berharap, setelah seluruh peserta kembali ke daerah masing – masing dapat mengaplikasikan kemampuannya untuk mendukung operasional perusahaan plat merah tersebut.
“Harapannya nanti ke depan teman-teman bisa terus membersamai, bisa bareng-bareng bangun daerah, begitu ya. Bangun-bangun negara ini, merah putih begitu. supaya rangkulan barenglah. Karena kalau tidak tanpa kolaborasi dengan seluruh stakeholder operasi kita juga tidak akan bisa berjalan dengan baik,” ujar Adi.
Karena menurut Adi, tanpa peran wartawan, LSM, Karang Taruna, dan Ormas yang menjadi pilar penting untuk membantu mencapai target lifting akan sulit dicapai oleh Pertamina sehingga swasembada energi yang didengungkan Presiden Prabowo Subianto tidak dapat berjalan dengan baik.
“Target lifting juga tidak akan bisa berjalan dengan baik, harapannya teman-teman baik itu yang wartawan, baik itu yang LSM, Karang Taruna, maupun Ormas, itu bisa berjalan beriringan, bukan,” terang Adi.
Kendati demikian, Adi menegaskan bahwa rekrutmen peserta dari anggota Ormas, LSM, Karang Taruna, dan kalangan pers bukan untuk memberangus kebebasan berekspresi melainkan untuk menyamakan persepsi dalam mendukung ketahanan energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, kata Adi, Pertamina ingin memastikan operasional ekplorasi Migas dapat berjalan dengan baik namun tetap memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan hidup dan sosial masyarakat.
Oleh sebab itu, Pertamina tidak bisa lepas dari peranan wartawan, LSM, Ormas, dan Karang Taruna dalam melaksanakan operasinya.
“Kita pengen memastikan bahwa operasi Migas ini berjalan dengan baik sesuai dengan keinginan masing-masing. Kita kepingin wartawan juga memberitakan dengan kaedah yang profesional. Soalnya dengan kemarin materi di workshop gitu ya. Kita kepingin Ormas-Ormas kita juga punya visi kebangsaan yang sama, itulah tujuan dari program ini,” pungkas Adi.
Adi mengatakan agar kedepan antara perusahaan dengan stakeholder tidak terjadi sumbatan komunikasi sehingga setiap persoalan timbul dapat diselesaikan dengan baik dengan mengedepankan penyelesaian masalah mencapai kesepakan yang saling menguntungkan.
“Kedepan supaya kita bisa jalan bareng-bareng. Tidak ada sumbatan komunikasi, semuanya bisa kita komunikasikan, bisa tabayun dengan baik. Kita mencari solusi yang terbaik, win-win solution-lah, baik untuk negara, tujuan akhirnya, baik untuk perusahaan, baik untuk masyarakat,” tutur Adi.
Adi menyampaikan bahwa Pertamina merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah barang tentu perusahaan akan memperhatikan aspek kemaslahatan umum.
“Karena kita itu perusahaan negara, tentunya kita akan perhatikan aspek kebermanfaatan bagi masyarakat, begitu kira-kira, Bang Efran,” tutupnya.
(ej@/tintamerah)














