Dugaan Mutasi Guru di PALI Akibat Suami Kritis, Efran Sentil Pemkab: Kemunduran Demokrasi di Bumi Serepat Serasan

Minggu, 22 Februari 2026 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Respon Efran soal dugaan guru SD 5 Tanah Abang, PALI di mutasi karena suami kritik Pemkab: Kemunduran Demokrasi PALI
(Dok/tintamerah)

Respon Efran soal dugaan guru SD 5 Tanah Abang, PALI di mutasi karena suami kritik Pemkab: Kemunduran Demokrasi PALI (Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Isu dugaan mutasi bernuansa politis kembali mencuat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Kali ini, seorang guru SD di Tanah Abang dikabarkan dimutasi, yang diduga kuat karena suaminya merupakan seorang wartawan yang sering mengkritisi kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI.

Kasus ini mendapat sorotan tajam dari wartawan Bumi Serepat Serasan, Efran. Dirinya menyentil keras tindakan Pemkab PALI yang dinilai tidak profesional dan mencampuradukkan urusan kinerja profesional guru dengan pandangan kritis anggota keluarganya.

Menurut informasi, mutasi tersebut terjadi pada seorang guru di SDN 5 Tanah Abang. Efran meminta Dinas Pendidikan dan pihak terkait di Pemkab PALI untuk mengembalikan guru tersebut ke posisi semula jika mutasi tersebut terbukti didasari alasan non-teknis atau sentimen pribadi terhadap suaminya.

BACA JUGA  Pemkab PALI Bangun Jalan Sepanjang 6.700 Meter Menggunakan Aspal AC-WC

“Saya meminta Pemkab PALI bertindak profesional. Mutasi itu harus berdasarkan analisis jabatan dan kebutuhan pendidikan, bukan karena suami dari guru tersebut adalah wartawan yang vokal mengkritik. Ini bisa mengancam kebebasan pers dan profesionalisme aparatur sipil negara,” kata Efran saat dihubungi, Minggu (22/02/2026).

Menurut Efran, momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di PALI seharusnya menjadi dasar untuk menegakan independensi dan kebebasan berpendapat. Ia menyatakan bahwa esensi pers dan kritik masyarakat seharusnya belum hilang dan tetap menjadi pilar demokrasi yang sehat. Selain itu, pendapat Efran, laporan mengenai isu mutasi guru yang diduga terkait dengan sikap kritis suaminya, memicu kekhawatiran mengenai kemunduran demokrasi di Kabupaten PALI.

BACA JUGA  Polsek Penukal Abab Lakukan Pengamanan Ketat di Hari Natal

“Sinergi antara pemerintah dan pers yang digaungkan dalam HPN 2026 jangan hanya jadi seremonial. Jika ada guru yang dimutasi hanya karena suaminya kritis, ini adalah langkah mundur bagi demokrasi di PALI,” tegas Efran.

Senada dengan Efran, Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, juga menegaskan agar pemerintah daerah tidak melakukan tindakan “pembunuhan karakter” atau intimidasi terhadap ASN/guru hanya karena keluarga mereka kritis.

“Intinya kita meminta kepada dinas yang berkaitan untuk mengembalikan ibu itu semula di mana dia mengabdi di daerahnya, SD 5 Tanah Abang,” tegas politisi Demokrat itu, Jumat (20/02/2026), seperti dilansir dari citrasumsel.com.

Tak hanya itu, Firdaus menyampaikan pernyataan keras dalam sebuah pesan moral dan etika politik yang sangat mendalam mengenai integritas kekuasaan dan keadilan hukum. Ia mengingatkan bahwa hukum seharusnya menjadi alat untuk menegakkan kebenaran, bukan senjata untuk memukul lawan.

BACA JUGA  SDM Poles Pali Gelar Giat Binrohtal Agama Islam

“Siapapun yang diberi amanah memegang kewenangan, jangan peralat hukum untuk menindas dan menzhalimi pihak lain. Meski itu lawanmu,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten PALI terkait alasan mutasi guru SDN 5 Tanah Abang tersebut. Namun, kasus ini telah menambah panjang daftar kegaduhan mutasi pejabat dan staf di lingkungan Pemkab PALI yang kerap diwarnai kekecewaan.

Efran berharap agar kasus ini tidak menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan dan kebebasan berekspresi di Bumi Serepat Serasan.

 

Editor: efran

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru