Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan fisik mesin ATM Mandiri di Indomaret Simpang Empat (foto atas) dan Alfamart Simpang Lima (foto bawah) yang mati total dan tidak layak pakai. Minimnya pemeliharaan dari Bank Mandiri Cabang Pendopo dinilai merugikan dan mencederai kepercayaan nasabah di Kabupaten PALI. (Foto: Dok/tintamerah.co)

Penampakan fisik mesin ATM Mandiri di Indomaret Simpang Empat (foto atas) dan Alfamart Simpang Lima (foto bawah) yang mati total dan tidak layak pakai. Minimnya pemeliharaan dari Bank Mandiri Cabang Pendopo dinilai merugikan dan mencederai kepercayaan nasabah di Kabupaten PALI. (Foto: Dok/tintamerah.co)

PALI | tintamerah.co -, Predikat Bank Mandiri sebagai bank pelat merah papan atas dengan aset triliunan rupiah dan reputasi internasional ternyata berbanding terbalik dengan realitas menyedihkan di tingkat akar rumput. Di Kota Pendopo, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, ribuan nasabah kini menjadi korban dari dugaan pembiaran sistemik dan bobroknya manajerial Kantor Cabang Bank Mandiri Pendopo.

Alih-alih menghadirkan fasilitas perbankan yang modern, efisien, dan andal, mesin-mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Mandiri di berbagai titik strategis—seperti di Alfamart Simpang Lima Talang Ubi dan Indomaret Simpang Empat—kini lebih pantas disebut sebagai “bangkai besi berkarat”. Mesin-mesin tersebut sudah tidak layak pakai, usang, mangkrak, dan mati total dalam durasi berbulan-bulan hingga bertahun-tahun tanpa ada itikad perbaikan yang nyata dari pengelola cabang.

Jeritan Nasabah: “Rugi Waktu, Rugi Biaya, Tertipu Mesin Mati!”

Kondisi mengenaskan ini bukan sekadar persoalan teknis semata, melainkan bentuk pengabaian hak-hak konsumen yang terang-terangan. Kemarahan publik pun tak lagi terbendung atas buruknya layanan dasar perbankan ini.

Habibi M Aridi, seorang warga Handayani Mulya sekaligus nasabah setia Bank Mandiri, meluapkan kekesalannya yang memuncak saat dihubungi oleh tintamerah.co, Jumat (2/10/2026). Dengan nada tegas, ia menyebut layanan ATM Mandiri di wilayah Pendopo sudah masuk kategori darurat dan parah.

BACA JUGA  Kapolres Pali Hadiri Pertandingan Final Piala Gubernur Sumsel Cup U 20

“Rugi waktu, rugi potongan administrasi, dan yang paling menyiksa kami harus mengeluarkan biaya ekstra lagi karena terpaksa menarik tunai di ATM bank lain. Sekarang saya pribadi sudah lama memboikot dan tidak menggunakan ATM Mandiri lagi karena sering tertipu,” beber Habibi blak-blakan.

Kekecewaan Habibi beralasan. Seringkali, nasabah yang datang dari jauh dengan harapan bisa melakukan transaksi keuangan mendadak di ATM Alfamart Simpang Lima harus gigit jari mendapati mesin dalam keadaan mati atau rusak.

Ironisnya, pelarian nasabah ke pusat fasilitas operasional utama di Kantor Cabang Pendopo Kompleks Pertamina pun tidak memberikan solusi berarti. Dari tiga unit mesin ATM yang tersedia di kantor cabang tersebut, terkadang hanya satu mesin yang berfungsi normal. Akibatnya, antrean panjang mengular, membuang waktu dan energi nasabah secara percuma.

“Saya melihat memang ada indikasi pembiaran dan tidak ada niat sedikit pun dari Kantor Cabang Pendopo untuk melakukan perbaikan permanen. Kerusakan mesin ATM Mandiri ini terjadi hampir setiap minggu. Bahkan, mesin ATM di Alfamart Simpang Lima Talang Ubi saat ini sudah mati total sejak dua hari lalu,” ketus Habibi tajam.

Paradoks Bank Terbesar: Layanan Birokrasi Abal-Abal

BACA JUGA  Tingkatkan Kualitas Berita dan Wartawan, Sederet Persyaratan Media yang Bisa Kerjasama dengan Pemprov Jabar Bakal Diterapkan di PALI 

Secara sosiologis dan ekonomis, basis nasabah Bank Mandiri di Kota Pendopo dan sekitarnya tergolong sangat masif dan loyal. Ribuan transaksi berputar setiap hari di wilayah penyangga industri energi tersebut. Namun, kontribusi finansial yang diberikan nasabah dibalas dengan pelayanan publik yang buruk, lamban, dan tidak manusiawi.

“Percuma menyandang status sebagai salah satu bank terbaik di Indonesia, tetapi untuk merawat dan memperbaiki kerusakan mesin ATM saja dibiarkan hingga bertahun-tahun lamanya. Ini preseden buruk dan pelecehan terhadap nasabah di PALI!” tegasnya.

Dinding Kebal Pimpinan Cabang: Alergi Konfirmasi dan Sembunyi di Balik “Rapat”

Buruknya kualitas pelayanan fisik di lapangan ternyata berkolerasi linear dengan bobroknya transparansi komunikasi birokrasi di internal Kantor Cabang Bank Mandiri Pendopo.

Berdasarkan investigasi dan catatan redaksi tintamerah.co, keluhan masyarakat ini tidak pernah disuarakan sekali-dua kali. Redaksi secara konsisten telah menyampaikan aduan nasabah kepada pihak kantor cabang dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Namun, respons yang didapatkan hanyalah jalan buntu—mesin ATM rusak, diperbaiki sekadarnya, lalu rusak kembali tanpa solusi jangka panjang.

Yang lebih memprihatinkan, arogansi struktural tampak jelas dari sikap pimpinan tertinggi di kantor cabang tersebut. Dalam tiga bulan berturut-turut (Juni, Juli, dan Agustus), upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media tintamerah.co secara sistematis dihalangi. Setiap kali disambangi untuk meminta klarifikasi pertanggungjawaban publik, Kepala Bank Mandiri Cabang Pendopo selalu tidak bisa ditemui, dan awak media hanya diarahkan kepada petugas customer service atau sekuriti dengan alasan klasik yang diulang-ulang: “Kepala Cabang sedang rapat.”

BACA JUGA  Polsek Penukal Abab Selesaikan Perkara dengan Restoratif Justice Kasus Pencurian

Alasan klise “sedang rapat” selama berbulan-bulan ini mengindikasikan bahwa manajemen cabang terkesan alergi terhadap kritik, lari dari tanggung jawab jurnalistik, dan berupaya menutup-nutupi borok tata kelola operasional mereka dari pengawasan publik.

Desakan Evaluasi Total: Kantor Pusat Harus Turun Tangan

Kasus mangkraknya ATM Mandiri di Pendopo PALI bukan lagi sekadar isu lokal biasa, melainkan cerminan kegagalan manajemen operasional daerah dalam menerjemahkan standar pelayanan prima (service excellence) perusahaan pelat merah.

Jika manajemen Kantor Cabang Mandiri Pendopo terus menunjukkan sikap acuh tak acuh, menutup diri dari media, dan membiarkan penderitaan nasabah berlarut-larut, maka sudah saatnya Kantor Pusat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun tangan melakukan audit dan evaluasi total terhadap jajaran pimpinan Cabang Pendopo.

Nasabah PALI tidak butuh janji manis atau predikat bank terbaik di atas kertas; nasabah PALI butuh bukti nyata dan pelayanan yang layak!

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI
Dinilai Berpihak dan Tabrak Permendagri, AMTRB Konsolidasi Gelar ‘Demo Jilid II’: Wang Tempirai Raya Siap Serbu Kantor Bupati PALI!
Terungkap! Pernyataan Mantan Kades Tempirai Selatan Bongkar Borok Tapal Batas, Desak Penyelesaian Lewat Sumpah Saksi Tua dan Perlawanan Sengit Perbup PALI No. 62/2023
AMTRB Tegaskan Pemkab PALI Tidak Netral dalam Kasus Perbup No. 62 Tahun 2023
Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat, Bupati Asgianto Perintahkan Bagian Hukum dan Ekonomi Bergerak Taktis: “Kita Tidak Menghalangi Investasi, Tapi Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan!”
“Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!”: Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Minggu, 27 September 2026 - 22:13 WIB

Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal

Minggu, 27 September 2026 - 21:59 WIB

PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif

Minggu, 27 September 2026 - 11:58 WIB

Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Minggu, 27 September 2026 - 11:43 WIB

Dinilai Berpihak dan Tabrak Permendagri, AMTRB Konsolidasi Gelar ‘Demo Jilid II’: Wang Tempirai Raya Siap Serbu Kantor Bupati PALI!

Berita Terbaru