PALI | tintamerah.co -, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, melakukan lompatan besar dalam strategi penanggulangan bencana tahun 2026. Fokus utama tahun ini adalah memangkas waktu tanggap (respon time) secara drastis serta memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat desa.
Kepala Dinas Damkar PALI, Rizal Pahlevi, menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Pihaknya telah memetakan sejumlah target krusial untuk memastikan pelayanan yang lebih prima dibandingkan tahun sebelumnya.
Memangkas Waktu, Menyelamatkan Nyawa
Salah satu poin paling mencolok dalam rencana strategis 2026 adalah efisiensi waktu penanganan kebakaran. Rizal mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, rata-rata waktu tanggap masih berada di angka 15–20 menit akibat kendala geografis dan jumlah pos yang terbatas.
“Target kami di 2026, untuk wilayah perkotaan, respon time harus berada di angka maksimal 10 hingga 12 menit. Kami sadar, dalam kebakaran, setiap detik sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa dan harta benda,” ujar Rizal Pahlevi dalam keterangan pers yang diterima tintamerah.co, Kamis (5/3/2026).
Untuk mencapai target tersebut, Damkar PALI telah menyiapkan langkah konkret:
- Penambahan Armada: Pengadaan unit mobil pemadam baru untuk memperkuat mobilitas.
- Pos Siaga Baru: Pembentukan titik-titik pos siaga di wilayah yang selama ini sulit dijangkau untuk memperpendek jarak tempuh petugas.
Dari Sosialisasi Menuju Kemandirian Desa
Selain penguatan internal, Rizal Pahlevi menekankan pentingnya peran serta masyarakat. Jika pada 2025 sosialisasi masih terbatas pada instansi pemerintah dan sekolah, tahun ini jangkauannya diperluas secara masif.
“Kami tidak ingin hanya hadir saat api sudah besar. Kami ingin masyarakat punya kemampuan deteksi dini. Tahun ini, kami luncurkan program Desa/Kelurahan Tangguh Kebakaran,” jelas Rizal.
Rencana edukasi komprehensif tahun 2026 mencakup:
- Edukasi Lintas Sektor: Sosialisasi akan menyasar pasar tradisional, tempat ibadah, sektor industri, hingga sekolah-sekolah di seluruh pelosok PALI.
- Pembentukan Redkar: Damkar PALI menargetkan pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di setiap kecamatan sebagai garda terdepan di tingkat lokal.
Optimisme di Tahun 2026
Rizal berharap dengan adanya armada baru, tambahan pos siaga, dan dukungan relawan yang terlatih, angka kerugian akibat kebakaran di Kabupaten PALI dapat ditekan secara signifikan.
“Kerja sama antara petugas yang sigap dan masyarakat yang teredukasi adalah kunci utama. Kami berkomitmen menjadikan PALI wilayah yang lebih aman dari ancaman kebakaran,” tutup Rizal.
Editor: Efran















