Strategi Fiskal Bappeda PALI: Kejar Target APBD Rp2 Triliun di Tengah Pemotongan Dana Pusat

Senin, 9 Maret 2026 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bappeda Kabupaten PALI
(Dok/tintamerah)

Kantor Bappeda Kabupaten PALI (Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga stabilitas fiskal dan mengejar target APBD sebesar Rp2 triliun yang dicanangkan Bupati Asgianto. Langkah ini diambil sebagai respons rencana strategis dalam menghadapi tantangan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Kepala Bappeda Kabupaten PALI, Hj. Rina Anggraini mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan strategi fiskal terpadu agar target pembangunan tetap realistis dan terukur meski ruang fiskal sedang tertekan.

Empat Pilar Strategi Ekstra

Untuk menambal celah pemotongan dana transfer, Pemkab PALI menjalankan empat langkah utama:

  1. Optimalisasi PAD secara Agresif: Melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah, termasuk pemutakhiran data wajib pajak di sektor perkebunan, migas, dan pertambangan.
  2. Refocusing dan Efisiensi Belanja: Melakukan rasionalisasi besar-besaran pada belanja perjalanan dinas, kegiatan seremonial, dan belanja penunjang lainnya.
  3. Mengejar Dana Transfer Alternatif: Meningkatkan koordinasi untuk memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Insentif Fiskal, serta bantuan keuangan dari provinsi.
  4. Peningkatan Investasi: Menyederhanakan perizinan dan mendorong hilirisasi sektor unggulan guna memperluas basis pajak dan retribusi daerah.
BACA JUGA  Borok di Tubuh Pertamina Adera: Antara Mafia Proyek dan 'Titipan' Orang Dalam

Peningkatan Investasi: Menyederhanakan perizinan dan mendorong hilirisasi sektor unggulan guna memperluas basis pajak dan retribusi daerah.Digitalisasi dan Pemetaan Potensi PAD

Dalam upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkab PALI tidak hanya mengandalkan metode konvensional. Langkah konkret yang diambil meliputi pengembangan sistem digitalisasi pajak daerah serta penguatan pengawasan dan penagihan.

“Kami melakukan pemutakhiran data dan pemetaan potensi pajak secara detail, namun tetap memastikan langkah ini tidak membebani masyarakat kecil dan menjaga iklim investasi tetap kondusif,” ujar Rina dalam keterangan pers yang diterima tintamerah.co, Senin (9/3/2026).

Menjaga Program Strategis Bupati

Meskipun terjadi pengetatan anggaran, Bappeda PALI menjamin bahwa program strategis Bupati yang menyentuh pelayanan dasar tetap berjalan. Skala prioritas disusun dengan pendekatan efisiensi dan akuntabilitas.

BACA JUGA  Ketua DPRD PALI H. Ubaidillah: HUT ke-13 Adalah Momentum Pendorong Inovasi Menuju PALI Maju!

Anggaran akan difokuskan pada:

  • Pelayanan dasar dan infrastruktur desa.
  • Pemberdayaan ekonomi dan penguatan sosial.
  • Belanja berbasis kinerja di mana setiap alokasi disesuaikan dengan target yang terukur.

Belanja berbasis kinerja di mana setiap alokasi disesuaikan dengan target yang terukur.Sementara itu, kegiatan yang dianggap non-urgen dan tidak berdampak langsung pada indikator kinerja daerah akan dijadwalkan ulang pada tahun anggaran berikutnya.“Pemerintah Kabupaten PALI berkomitmen menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus memastikan program pembangunan strategis tetap berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tutup Rina dalam pernyataan tersebut.

 

Penulis: eja | Editor: Efran

 

Berita Terkait

Puji UMKM PALI “Murah Tapi Branded”, Pengunjung Sunday Morning Desak Pembenahan Fasilitas Umum
Sampah Berserak di “Sunday Morning”, DLH PALI Siap Beraksi: Akan Tempatkan Tong Sampah
Menelanjangi Alur Distribusi LPG 3 Kg di PALI: Transparansi untuk Rakyat atau Sekadar Angka?
Kelangkaan Elpiji Melon di PALI: Agen Resmi Klaim Lakukan Pengawasan Ketat, Ultimatum Sanksi Menanti Pangkalan Nakal
Gas Melon “Mencekik” Rakyat, Ketua DPRD PALI Ultimatum Cabut Izin Agen dan Pangkalan Nakal
Tiga Terakhir Elpiji “Disunat”, Pelaku UMKM PALI Bongkar Praktik Segel Rusak di Pengecer
Geber Promo Piala Dunia, Grapari Telkomsel ‘Serbu’ Sunday Morning Pendopo PALI
Jeritan Pelaku UMKM Pendopo PALI: Elpiji 3 Kg Masih Rp30.000, Mafia Harus Disikat!

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:14 WIB

Puji UMKM PALI “Murah Tapi Branded”, Pengunjung Sunday Morning Desak Pembenahan Fasilitas Umum

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:58 WIB

Sampah Berserak di “Sunday Morning”, DLH PALI Siap Beraksi: Akan Tempatkan Tong Sampah

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:56 WIB

Menelanjangi Alur Distribusi LPG 3 Kg di PALI: Transparansi untuk Rakyat atau Sekadar Angka?

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:19 WIB

Kelangkaan Elpiji Melon di PALI: Agen Resmi Klaim Lakukan Pengawasan Ketat, Ultimatum Sanksi Menanti Pangkalan Nakal

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:06 WIB

Gas Melon “Mencekik” Rakyat, Ketua DPRD PALI Ultimatum Cabut Izin Agen dan Pangkalan Nakal

Berita Terbaru