Gas Melon “Mencekik” Rakyat, Ketua DPRD PALI Ultimatum Cabut Izin Agen dan Pangkalan Nakal

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, memberikan keterangan pers usai memimpin RDP terkait kelangkaan dan mahalnya harga elpiji 3 kg di PALI, Senin (15/6/2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan akan menindak tegas agen dan pangkalan yang nakal dengan mencabut izin mereka. (Foto: Dok/tintamerah.co)

Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, memberikan keterangan pers usai memimpin RDP terkait kelangkaan dan mahalnya harga elpiji 3 kg di PALI, Senin (15/6/2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan akan menindak tegas agen dan pangkalan yang nakal dengan mencabut izin mereka. (Foto: Dok/tintamerah.co)

PALI | tintamerah.co -, Jeritan rakyat kecil di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan terkait kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji subsidi akhirnya mendapatkan respons tegas dari gedung parlemen. Senin (15/6/2026), Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, memimpin langsung Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perdagangan (Disperindag), Patra Niaga Regional Sumbagsel, serta perwakilan agen dan pangkalan gas di ruang rapat paripurna.

Dalam kesempatan tersebut, H. Ubaidillah menegaskan bahwa DPRD tidak akan memberi ruang bagi pihak mana pun yang berani bermain di atas penderitaan rakyat. Ia memastikan bahwa legislatif tidak memiliki keraguan sedikit pun untuk mengambil langkah eksekusi terhadap pelaku distribusi yang menyimpang.

“Kami sudah menginstruksikan dinas terkait, dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Dinas Perizinan, untuk melakukan tindakan tegas kepada agen dan pangkalan yang nakal. Artinya, cabut izin mereka dan stop peredaran mereka yang ada di wilayah Kabupaten PALI,” tegas Ubaidillah di hadapan peserta rapat.

BACA JUGA  Strategi Jitu Dinas Ketahanan Pangan PALI Redam Inflasi: Dari GPM Kontinu, Gertam Cabai, hingga Amankan Puluhan Ton Beras Siaga Bencana

Pernyataan keras ini menjadi akumulasi dari gejolak sosial yang telah lama terjadi di PALI. Berdasarkan catatan panjang investigasi tintamerah.co, keresahan masyarakat telah memuncak akibat harga gas melon yang melambung tinggi dan kelangkaan yang terus berulang. Rakyat kecil, termasuk kaum ibu dan pelaku UMKM, telah berulang kali menyuarakan penderitaan mereka, namun sempat merasa diabaikan oleh eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Kekecewaan publik semakin dalam ketika aksi protes dan jeritan warga di lapangan seolah tidak digubris, bahkan sempat diwarnai aksi “prank” oleh oknum dinas yang menghindar saat dimintai pertanggungjawaban. Berbagai elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan pun sempat meluapkan kemarahan dengan menuding adanya pembiaran berjamaah, menyebut instansi terkait mandul, hingga mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas seperti operasi tangkap tangan terhadap oknum mafia gas. Bahkan, respons DPRD sebelumnya yang sempat berjanji akan melakukan pemanggilan pun dinantikan dengan penuh ketegangan oleh publik.

BACA JUGA  Titik Hotspot Kembali Terpantau di Wilayah Hukum Polsek Talang Ubi Desa Benuang

Menanggapi pertanyaan terkait nyali Dewan untuk melawan kepentingan segelintir oknum, Ubaidillah memastikan bahwa pihaknya berada di pihak rakyat. Ia menjamin tidak ada rasa takut atau keraguan untuk merekomendasikan pencabutan izin bagi siapa pun yang terbukti menjual elpiji subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Insya Allah, kami tidak ada keraguan dan tidak ada kekhawatiran. Prinsipnya, sesuai amanah yang ada pada kami, kami akan terus mengawal kelangkaan dan lonjakan harga ini. Kami meminta masyarakat tetap tenang, karena kami terus memantau dan berkoordinasi agar tindakan tegas pencabutan izin benar-benar dilakukan jika mereka kedapatan menjual di atas harga subsidi,” pungkasnya.

Langkah tegas ini menjadi babak baru bagi nasib distribusi energi di PALI. Kini, mata publik tertuju pada sejauh mana eksekusi di lapangan dilakukan oleh dinas teknis, setelah legislatif memberikan ultimatum keras untuk membongkar praktik nakal yang selama ini mencekik ekonomi rakyat kecil.

BACA JUGA  Polres PALI Bagikan Paket Sembako Kepada Masyarakat

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru