Jeritan Pelaku UMKM Pendopo PALI: Elpiji 3 Kg Masih Rp30.000, Mafia Harus Disikat!

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua tabung gas Elpiji 3 kg menjadi saksi bisu Restu Ramadani dalam menjajakan kulinernya kepada warga di Lapangan Sanggar Pramuka, Pendopo, Minggu (21/6/2026), sebagaimana terlihat dalam dokumen foto. Di balik aktivitas hariannya, tersimpan keresahan mendalam akibat harga Elpiji 3 kg yang masih tinggi. (Foto: Dok/tintamerah.co)

Dua tabung gas Elpiji 3 kg menjadi saksi bisu Restu Ramadani dalam menjajakan kulinernya kepada warga di Lapangan Sanggar Pramuka, Pendopo, Minggu (21/6/2026), sebagaimana terlihat dalam dokumen foto. Di balik aktivitas hariannya, tersimpan keresahan mendalam akibat harga Elpiji 3 kg yang masih tinggi. (Foto: Dok/tintamerah.co)

PALI | tintamerah.co -, Riuh rendah suara musik pengiring senam pagi di Lapangan Sanggar Pramuka, Gelora November Pertamina, Pendopo, Talang Ubi, PALI, Sumatera Selatan, Minggu (21/6/2026), tidak mampu meredam keresahan yang membuncah di dada Restu Ramadani. Di sela aktivitas menjajakan kuliner sate dagangannya, pria ini tak henti-hentinya menatap dua tabung gas Elpiji 3 kg yang menjadi penopang utama usahanya.

Dalam wawancara eksklusif bersama redaksi tintamerah.co, Restu menyampaikan kekecewaannya karena harga gas Elpiji 3 kg yang ia peroleh masih berada pada harga lama (Rp30.000) yang jauh dari harapan. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada kestabilan harga maupun penurunan yang dirasakan oleh pelaku usaha kecil seperti dirinya.

BACA JUGA  Menggugat "Diamnya" Birokrasi: Perlawanan Hukum Suparin atas Tanah Waris di Tempirai

“Ini kita mengulangi dari dua minggu yang lalu, Pak ya. tentang Elpiji, Pak ya,” ujar Restu kepada tintamerah.co. Ia menambahkan bahwa meski sudah dua minggu berlalu, kondisinya belum berubah, “Lah sudah dua minggu ini harganya masih harga lama.”

Saat ditanya mengenai besaran harga yang harus ia bayarkan, Restu mengakui variasi harga di tingkat pengecer masih sangat memberatkan. “Ada yang sekian (Rp28.000), ada yang sekian (Rp.30.000), macam-macam,” ungkapnya. Kondisi ketidakpastian ini dipertegas olehnya dengan pernyataan, “Jadi belum ada kestabilan, belum ada penurunan ya, masih seperti itulah (dua minggu lalu).”

Restu mendesak agar pemangku kebijakan tidak hanya diam melihat kondisi ini. Ia menantang pihak berwenang untuk melakukan inspeksi langsung ke lapangan guna melihat realitas harga yang sebenarnya. “Ya, coba tinjau langsunglah Pak ke ini, apa? pusat-pusat Elpiji yang jualan-jualan itu kan, biar tahu harganya tuh berapa,” tegas Restu.

BACA JUGA  "Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!": Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI

Keresahan yang dirasakan Restu ini hanyalah puncak gunung es dari penderitaan pelaku UMKM di PALI yang sebelumnya telah berulang kali disuarakan. Dalam laporan-laporan tintamerah.co terdahulu, pelaku usaha lainnya pun menjerit dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas. Mereka menegaskan bahwa kondisi ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi, di mana para pelaku UMKM dengan lugas meminta pemerintah dan aparat untuk tidak menutup mata terhadap praktik mafia yang mencekik rakyat. Seruan untuk melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap agen nakal dan oknum mafia gas pun terus didengungkan demi menormalkan kembali harga serta menjamin ketersediaan energi bagi ekonomi akar rumput.

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

“Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!”: Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI
Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:56 WIB

“Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!”: Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Berita Terbaru