Ironi di Balik Kemudi: Antara “Sentilan” Prabowo dan Land Cruiser Sang Kader

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi foto AI sentilan Presiden Prabowo Subianto soal pengadaan mobil mewah kepala daerah. (Dok/tintamerah)

Ilustrasi foto AI sentilan Presiden Prabowo Subianto soal pengadaan mobil mewah kepala daerah. (Dok/tintamerah)

tintamerahNEWS -, Presiden Prabowo Subianto baru saja melempar “bom” peringatan yang menggetarkan kursi-kursi empuk para pejabat daerah. Dalam pernyataannya yang dikutip dari detikcom, Kamis (19/3/2026), Prabowo menyoroti gaya hidup mewah pejabat yang dibiayai oleh uang rakyat namun tidak memberi dampak produktif. Beliau secara spesifik menyentil pengadaan mobil dinas yang harganya di luar nalar. Ketua Umum Gerindra ini bahkan menyebut adanya pembelian mobil dinas kepala daerah dengan nilai fantastis mencapai Rp 8 miliar.

Menurut Prabowo, masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi, seperti pembangunan jembatan desa, namun anggaran daerah justru digunakan untuk hal-hal yang tidak menjadi prioritas.

“Banyak biaya yang harusnya dilaksanakan oleh kabupaten dan provinsi tidak dilaksanakan. Contoh tadi jembatan, jembatan desa, rakyat harus teriak, presiden harus turun tangan. Maaf, ada dana desa, ke mana dananya? Bupati ke mana, dana gubernur? Tapi oke lah, saya ambil tanggung jawab. Jadi, kita harus terbuka, kita harus fair,” ujarnya dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis di kediaman Prabowo, Hambalang, Bogor.

BACA JUGA  HPN 2026, Menjaga "Api" Peradaban Pers: Dari Romawi Kuno hingga Denyut Demokrasi di Kabupaten PALI

Namun, di saat Presiden bicara soal efisiensi, di sudut Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kita melihat kontras yang memuakkan. Ketika Bupati PALI, Asgianto, menjadi sorotan karena pengadaan mobil dinas mewah seharga miliaran rupiah, ia justru melempar bola panas ke masa lalu.

Asgianto berkilah bahwa anggaran tersebut bukanlah inisiatif barunya, melainkan warisan kebijakan sebelumnya. “Itu bukan pengadaan di zaman saya, itu warisan masa lalu yang sudah teranggarkan,” dalihnya di berbagai platform media massa, seolah-olah “warisan” adalah tiket gratis untuk membenarkan ketidakpekaan sosial.

Jeritan dari Lumpur Tempirai

Sementara para pejabat sibuk berdebat soal “warisan” anggaran mobil mewah, rakyat di Dusun VIII, Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara,  harus bertaruh nyawa dan tenaga di kubangan lumpur. Jalanan di sana bukan lagi sekadar rusak, tapi telah berubah menjadi rawa yang membusuk, persis seperti janji-janji politik yang mereka terima.

BACA JUGA  Sekda PALI Sebut Oknum ASN 'Doyan' Bolos Kerja Orangnya Itu – Itu Saja

Beberapa ibu rumah tangga (Emak-emak) dari Dusun VIII Tempirai, dengan nada getir dan penuh amarah, menyuarakan penderitaan mereka.

“Mana janji kamu, Pak Bupati?” Kalimat itu terlontar spontan, getir, dan penuh tuntutan.”

“Buat apa beli mobil mewah kalau jalan kami hancur begini? Lebih baik bangun jalan kami!”

Kutipan ini adalah potret nyata dari ketimpangan yang ekstrem. Di satu sisi, ada pejabat yang merasa “berhak” menikmati fasilitas miliaran dengan alasan protokol atau anggaran yang sudah terlanjur diketuk. Di sisi lain, ada rakyat yang untuk sekadar membawa hasil bumi atau mengantar anak sekolah harus bergelut dengan infrastruktur yang lebih mirip jalur kerbau daripada jalan kabupaten.

Kesimpulan: Pemimpin atau Penguasa?

BACA JUGA  Ubaidillah Bawa 'Oleh-Oleh' Digitalisasi dari Magelang: DPRD PALI Harus Modern dan Berhenti Main Politik Praktis!

Jika Presiden Prabowo sudah memberikan sinyal keras bahwa belanja tak produktif adalah pengkhianatan terhadap rakyat, maka pembelaan diri dengan alasan “warisan” adalah bentuk kegagalan kepemimpinan. Pemimpin yang punya nurani seharusnya berani membatalkan pengadaan yang mencederai hati rakyat, bukan malah menikmatinya sambil menunjuk hidung pendahulu.

Mobil dinas seharga miliaran rupiah itu mungkin bisa melaju kencang di jalan tol, tapi ia tidak akan pernah bisa mengejar ketertinggalan kesejahteraan rakyat di pelosok Tempirai. Jika lumpur di desa-desa tak segera kering oleh pembangunan, maka kemewahan mobil dinas itu tak lebih dari sekadar “keranda” bagi kepercayaan rakyat kepada pemerintahnya.

Sudah saatnya anggaran tidak lagi menjadi ajang pamer kekuasaan, melainkan alat untuk memanusiakan manusia. Jangan sampai jeritan emak-emak di Dusun VIII menjadi kutukan bagi mereka yang duduk manis di balik kaca gelap mobil mewah.

 

Oleh: Efran

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru