PALI | tintamerah.co -, Politik seringkali membangun dinding, namun Idul Fitri harus menjadi penghancur sekat tersebut. Itulah spirit yang dibawa oleh Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) PALI, H. Ubaidillah, menyongsong lebaran tahun 2026.
Sebagai pimpinan partai matahari putih di Bumi Serepat Serasan, Ubaidillah menginstruksikan seluruh kader PAN untuk menjadi motor penggerak persatuan. Ia secara tegas menghimbau para kader untuk mengikuti ketetapan pemerintah dalam pelaksanaan ibadah, namun tetap menghargai ijtihad organisasi dengan sikap bijaksana.
“Jangan sampai perbedaan teknis mengurangi makna ukhuwah Islamiyah di antara kita. Kader PAN harus menjadi contoh dalam menjaga ketertiban dan toleransi,” instruksinya dalam keterengan pers kepada tintamerah.co, Jumat (20/3/2026).
Menariknya, Idul Fitri kali ini akan digunakan Ubaidillah untuk melakukan “gerilya silaturahmi”. Ia tidak hanya akan menetap di satu titik, melainkan berencana mengunjungi berbagai kecamatan untuk merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat di akar rumput. Baginya, ini adalah cara terbaik untuk menyerap aspirasi sekaligus merayakan kemenangan bersama warga yang selama ini ia wakili.
Terkait dinamika politik daerah, Ubaidillah memberikan pesan yang menggugah. Ia memandang hari raya sebagai momen reset (mulai dari nol) untuk segala ketegangan pandangan politik yang sempat memanas.
“Idul Fitri adalah momen tepat untuk merajut kembali kebersamaan. Mari kita hilangkan sekat-sekat perbedaan dan fokus pada satu tujuan besar: PALI yang mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya dengan penuh optimisme.
Laporan: Efran















