PALI | tintamerah.co -, Kesabaran rakyat Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, tampaknya sudah mencapai titik nadir. Bau menyengat praktik lancung di tubuh Pertamina EP Hulu Rokan Zona 4, khususnya di Adera Field, kini bukan lagi sekadar desas-desus di warung kopi, melainkan bara api yang siap meledak menjadi aksi massa besar-besaran.
Ketua MPC Pemuda Pancasila PALI yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, dengan nada bicara bergetar menahan geram, melontarkan seruan “perang” terhadap ketidakadilan yang terjadi di tanah kelahirannya sendiri. Baginya, praktik nepotisme dalam penerimaan tenaga kerja dan permainan kotor dalam lelang proyek di Adera Field sudah masuk kategori “dosa yang tak termaafkan.”
Seruan Bergerak Serentak
“Ayo kita bergerak! Kita bergerak serentak!” seru Ubaidillah dengan tegas. Ia tidak lagi bicara sebagai pejabat di balik meja, melainkan sebagai panglima massa yang merasakan kepedihan masyarakatnya.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa di PALI—mulai dari aktivis, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hingga pemuda—untuk merapatkan barisan. Tak main-main, Ubaidillah bahkan mengancam akan “ngedeke” (mendatangi/mengepung) kantor otoritas terkait demi menuntut keadilan.
“Bila perlu kita datangi, SKK Migas juga harus ikut bersama kami. Permainan-permainan kotor ini tidak bisa ditampung lagi. Ini sudah luar biasa, sudah mengakar!” cetusnya kepada tintamerah.co, Jumat (27/3/2026).
Borok yang Kian Menganga
Pernyataan keras ini merupakan akumulasi dari rentetan skandal yang sebelumnya telah diendus oleh tintamerah.co. Dalam laporan terdahulu bertajuk “Borok di Tubuh Pertamina Adera: Antara Mafia Proyek dan Titipan Orang Dalam”, terungkap betapa seleksi tenaga kerja dan tender proyek diduga kuat hanya menjadi formalitas belaka.
Nama-nama “titipan” penguasa dan oknum internal disebut-sebut menjadi penentu siapa yang bisa bekerja dan siapa yang mendapat jatah proyek, sementara putra daerah yang kompeten hanya bisa gigit jari menonton kekayaan alamnya dikuras.
Kini, bola panas ada di tangan General Manager (GM) Pertamina EP Hulu Rokan Zona 4. Ubaidillah mendesak sang pucuk pimpinan untuk segera “turun gunung” ke Adera Field. Jika tidak, jangan salahkan jika gelombang massa yang akan menjemput keadilan itu sendiri.
Bukan Sekadar Gertakan
Ubaidillah menegaskan bahwa ini bukan sekadar gertakan politik. Ini adalah suara perjuangan melawan sistem yang telah lama membusuk. Praktik nepotisme ini dinilai telah mematikan harapan ekonomi lokal dan mencederai integritas BUMN sebagai perusahaan milik rakyat.
“Kita tidak bisa memaafkan ini lagi. Sudah terlalu lama mereka bermain di atas penderitaan masyarakat PALI. Sekarang saatnya kita bersatu untuk membongkar gurita ini sampai ke akar-akarnya,” pungkasnya dengan nada keras.
Ketegasan Ubaidillah ini menjadi sinyal kuat bahwa hari-hari tenang bagi para “mafia proyek” dan oknum pemain dalam di Adera Field akan segera berakhir. Rakyat PALI kini sedang mengasah taji, bersiap untuk sebuah aksi nyata demi marwah tanah kelahirannya.
Catatan Redaksi: Hingga berita ini diturunkan, redaksi tintamerah.co sudah melakukan upaya konfirmasi kepada PHR Zona 4, Jumat (27/3/2026) untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut. Guna keberimbangan berita redaksi tetap memberikan ruang hak jawab.
Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co















