PALI | tintaemerah.co -, Setelah gelombang kritik menghantam gedung wakil rakyat akibat batalnya rapat paripurna yang dituding berubah menjadi “wisata politik”, Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, akhirnya angkat bicara. Di balik polemik “Rapat Rekreasi” yang dianggap mengkhianati amanah rakyat, sang legislator kini menjanjikan sebuah penjadwalan ulang. Namun, pertanyaannya: apakah ini murni langkah solutif, atau sekadar upaya meredam api yang terlanjur berkobar?
Tersandera Jadwal Eksekutif?
Dalam keterangannya kepada tintamerah.co, Sabtu (28/3/2026), Ubaidillah menekankan bahwa Badan Musyawarah (Banmus) DPRD PALI sedang berupaya keras menyusun kembali lini masa persidangan. Fokus utamanya adalah menyinkronkan waktu dengan agenda Bupati.
“Pada prinsipnya kami jadwal ulang untuk Banmus. Kita sinkronkan dulu waktunya dengan Bupati. Karena dalam Tata Tertib (Tatib) itu mengatur bahwa kehadiran Bupati itu wajib,” ujar Ubaidillah dengan nada diplomatis.
Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa mandeknya roda legislasi di PALI sangat bergantung pada “lampu hijau” dari pihak eksekutif. Alasan sinkronisasi jadwal ini kerap menjadi tameng klasik, namun bagi masyarakat yang sudah terlanjur kecewa dengan insiden pembatalan sebelumnya, alasan ini terdengar seperti pembenaran atas lambannya kinerja birokrasi.
Senin Keramat: Ujian Komitmen LKPJ
Publik kini menaruh mata pada hari Senin mendatang. Ubaidillah menyebutkan adanya rencana Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang akan menjadi momentum pembuktian.
“Secepat mungkin akan dibahas. Rencana ada rapat paripurna LKPJ hari Senin. Kami terus menjalin kontak dengan Bupati untuk memastikan ini berjalan,” tambahnya.
Jika Senin nanti rapat kembali urung dilaksanakan atau kembali diwarnai ketidakhadiran pejabat kunci, maka legitimasi DPRD PALI sebagai penyambung lidah rakyat akan berada di titik nadir. Rakyat PALI tidak lagi butuh janji “kontak-kontak” atau “siap-siap”, melainkan kehadiran fisik dan keputusan politik yang berpihak pada kepentingan publik, bukan kepentingan pelesiran.
Menagih Marwah Legislatif
Mengaitkan dengan tajamnya sorotan tintamerah.co terkait artikel “Rapat Rekreasi Rakyat Dikhianati”, respons Ubaidillah ini merupakan pertaruhan harga diri lembaga. Banmus diklaim telah siap, namun bola panas kini berada di tangan Bupati.
Ketergantungan legislatif pada waktu eksekutif ini memicu pertanyaan pedas: Apakah DPRD PALI masih memiliki taji untuk berdiri tegak di depan eksekutif, ataukah fungsi pengawasan mereka telah melunak demi menjaga harmonisasi jadwal?
Rakyat tidak ingin tahu betapa sulitnya menyinkronkan kalender antara pimpinan daerah. Yang rakyat tahu, pajak mereka dibayarkan untuk memastikan rapat-rapat penting demi pembangunan Bumi Serepat Serasan tidak tertunda hanya karena alasan teknis yang terkesan dibuat-buat.
Penutup: Bukan Sekadar “Oke Fran”
“Siap Fran, oke Fran,” menjadi kalimat penutup dalam komunikasi redaksi titamerah.co. Namun bagi publik PALI, kata “Oke” tidak akan cukup sebelum palu sidang diketuk dan transparansi anggaran serta kebijakan publik benar-benar dibedah tanpa ada yang ditutup-tupi.
Senin mendatang bukan sekadar rapat paripurna biasa. Itu adalah panggung pembuktian bagi H. Ubaidillah dan seluruh anggota dewan: Apakah mereka benar-benar bekerja untuk rakyat, atau hanya sekadar pelengkap administrasi dalam drama sinkronisasi jadwal yang tak berujung?
Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co















