FPR PALI Sebut Klaim Transparansi PHR Hanya “Lip Service” dan Dongeng Belaka

Selasa, 7 April 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator FPR PALI, Syafri, saat memberikan keterangan terkait dugaan rekrutmen tertutup di Pertamina EP Adera Field. FPR mendesak dilakukan audit independen dan membongkar praktik

Koordinator FPR PALI, Syafri, saat memberikan keterangan terkait dugaan rekrutmen tertutup di Pertamina EP Adera Field. FPR mendesak dilakukan audit independen dan membongkar praktik "titipan" yang diduga menutup akses bagi tenaga kerja lokal. (Foto: Dok/Syafri)

PALI | tintamerah.co -, Slogan transparansi dan profesionalisme yang digembar-gemborkan oleh manajemen Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 nampaknya mulai kehilangan taringnya di mata masyarakat. Pernyataan Pjs Manager Corporate Communication PHR, Yulia Rintawati, yang mengeklaim rekrutmen berjalan objektif, justru memicu “api” kemarahan dari Front Perlawanan Rakyat (FPR) Kabupaten PALI.

Koordinator FPR PALI, Syafri, dengan nada bicara tegas dan pedas, membanting narasi manis tersebut. Ia menilai klaim manajemen PHR sangat kontras dengan realitas pahit yang terjadi di lingkungan Pertamina EP Adera Field.

“Cuci Tangan” di Balik Kewenangan Mitra

Syafri menuding dalih PHR yang melemparkan tanggung jawab rekrutmen Tenaga Kerja Jasa Penunjang (TKJP) sepenuhnya kepada perusahaan mitra adalah bentuk pelarian tanggung jawab.

“PHR tidak bisa cuci tangan begitu saja! Menyerahkan rekrutmen ke mitra tanpa pengawasan ketat itu sama saja memberikan ‘karpet merah’ bagi praktik titipan elit dan jaringan tertentu. Ini bukan sistem, ini pengondisian!” cetus Syafri dalam keterangan pers kepada tintamerah.co, Selasa (7/3/2026).

BACA JUGA  Pererat Silaturahmi, Pemdes Betung Barat Gelar Roadshow Ramadhan & Tebar Sembako

Menurutnya, tanpa audit yang transparan, celah ini dimanfaatkan untuk mengisi posisi-posisi strategis dengan tenaga kerja luar daerah, sementara masyarakat lokal PALI hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

Kaitan dengan “Nyanyian Maut” dan Skandal Jalur Tikus

Kecurigaan FPR PALI ini seolah mengonfirmasi laporan investigasi Tinta Merah sebelumnya. Praktik “jalur tikus” yang sempat dibongkar oleh tokoh pemuda, Ubaidillah, kembali mencuat ke permukaan.

Dalam laporan sebelumnya, rekrutmen di Adera Field diduga kuat hanyalah formalitas administratif. Nama-nama calon pekerja disinyalir sudah “dikantongi” sebelum lowongan diumumkan. Hal ini sinkron dengan temuan FPR PALI bahwa masyarakat lokal sangat kesulitan mengakses informasi lowongan kerja yang valid.

Gugatan Terhadap Good Corporate Governance (GCG)

BACA JUGA  Pertamina EP Adera Field Gelar Program Pertamina Energi Negeri (PEN) 8.0 di PALI

Syafri menegaskan bahwa prinsip Good Corporate Governance yang sering dipamerkan Pertamina tidak akan berarti jika tidak ada tindakan konkret terhadap mitra kerja yang “nakal”.

Tuntutan Keras FPR PALI:

  1. Audit Independen: Mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap proses rekrutmen di Adera Field selama 2 tahun terakhir.
  2. Transparansi Data: Membuka data penyerapan tenaga kerja lokal vs non-lokal secara publik.
  3. Sanksi Tegas: Memutus kontrak mitra kerja yang terbukti bermain “mata” dengan oknum dalam proses rekrutmen.

Ancaman RDP dan Jalur Hukum

FPR PALI memastikan bahwa masalah ini tidak akan berhenti di meja rilis berita. Mereka tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendesak DPRD Kabupaten PALI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Umum.

BACA JUGA  Ubaidillah: Jangan Terima Titipan, Apalagi Sanak Family Soal Rekrutmen Direksi PDAM

“Jika ditemukan indikasi pelanggaran serius atau praktik jual beli jabatan, kami tidak segan-segan menyeret persoalan ini ke ranah hukum. SKK Migas harus turun gunung, jangan biarkan Adera Field jadi sarang nepotisme yang merugikan rakyat PALI!” tutup Syafri dengan geram.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat menunggu bukti nyata dari Pertamina: apakah mereka benar-benar “Milik Bangsa” atau hanya milik “Kelompok Tertentu”?

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat, Bupati Asgianto Perintahkan Bagian Hukum dan Ekonomi Bergerak Taktis: “Kita Tidak Menghalangi Investasi, Tapi Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan!”
“Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!”: Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI
Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:22 WIB

Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat, Bupati Asgianto Perintahkan Bagian Hukum dan Ekonomi Bergerak Taktis: “Kita Tidak Menghalangi Investasi, Tapi Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan!”

Rabu, 23 September 2026 - 15:56 WIB

“Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!”: Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Berita Terbaru