Sidak Wabup PALI ke Stockpile M-36 PT SLR: Dinas LH Bongkar Raport Merah Pengelolaan Lingkungan!

Sabtu, 18 April 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas LH PALI, Aryansyah, menegaskan akan memanggil pihak PT SLR minggu depan guna membedah laporan lingkungan mereka. Pemda PALI menuntut transparansi hasil uji lab limbah sungai dan rincian anggaran pengelolaan lingkungan yang selama ini dianggap belum jelas. (Foto: Dok/tintamerah)

Kepala Dinas LH PALI, Aryansyah, menegaskan akan memanggil pihak PT SLR minggu depan guna membedah laporan lingkungan mereka. Pemda PALI menuntut transparansi hasil uji lab limbah sungai dan rincian anggaran pengelolaan lingkungan yang selama ini dianggap belum jelas. (Foto: Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Keberadaan stockpile batubara M-36 milik PT Servo Lintas Raya (SLR) di wilayah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan kini berada dalam bidikan serius pemerintah daerah. Pasca inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, pada Selasa (31/3/2026), Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten PALI mulai angkat bicara terkait bobroknya transparansi implementasi dokumen lingkungan perusahaan raksasa tersebut.

Kepala Dinas LH PALI, Aryansyah, secara tegas menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan evaluasi total terhadap dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) PT SLR. Selama ini, klaim perusahaan mengenai pengelolaan lingkungan dianggap masih “abu-abu” karena minimnya bukti empiris di lapangan.

Kejar Bukti, Bukan Sekadar Narasi

Aryansyah menyoroti laporan tahunan yang disampaikan pihak perusahaan. Menurutnya, laporan tanpa bukti otentik sama saja dengan laporan di atas kertas yang tidak memiliki makna bagi kelestarian ekosistem PALI.

BACA JUGA  Kesalahfahaman Antara Efran, M.Susanto dan RK Berakhir Damai

“Kalau mereka melaporkan tidak terjadi pencemaran lingkungan, hasilnya mana? Belum ada. Kita butuh bukti konkret, bukan sekadar kata-kata,” tegas Aryansyah kepada tintamerah.co saat dikonfirmasi terkait evaluasi izin dokumen lingkungan PT SLR, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan bahwa Dinas LH telah menjadwalkan pemanggilan resmi terhadap manajemen PT SLR pada minggu depan. Agenda ini akan menjadi ajang “sidang” bagi perusahaan untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan lingkungan mereka sepanjang tahun 2025.

Tantang Transparansi Anggaran dan Dampak Sungai

Lebih jauh, Aryansyah merinci poin-pengelolaan yang menjadi fokus evaluasi. Ia menuntut kejelasan mengenai biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk lingkungan, jadwal pelaksanaan, hingga dokumentasi visual.

“Kita akan preteli satu per satu. Tahun 2025 itu apa yang mereka lakukan? Berapa biayanya? Kapan dikerjakan? Dan yang paling krusial, jika mereka mengklaim melakukan pengelolaan limbah yang dibuang ke sungai, mana hasil uji laboratoriumnya? Itu inti dari evaluasi pengelolaan lingkungan hidup 2025,” cecarnya.

BACA JUGA  Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Peringatan Keras Bagi PT SLR

Pertemuan yang dijadwalkan minggu depan tersebut diprediksi akan berlangsung panas. Aryansyah berkomitmen untuk membuka hasil evaluasi tersebut kepada publik guna memastikan bahwa setiap korporasi yang beroperasi di Bumi Serepat Serasan wajib tunduk pada aturan lingkungan yang berlaku.

“Minggu depan PT SLR datang ke sini. Kita akan lihat sejauh mana hasil pengelolaan lingkungan mereka. Jika ditemukan ketidaksesuaian atau manipulasi data, tentu ada konsekuensi logis yang harus mereka hadapi,” tutupnya.

Sidak yang dilakukan Wabup Iwan Tuaji di stockpile M-36 seolah menjadi pemantik api bagi Dinas LH untuk melakukan “bersih-bersih” terhadap kepatuhan lingkungan perusahaan tambang dan logistik batubara di wilayah PALI. Masyarakat kini menunggu, apakah PT SLR mampu menunjukkan bukti nyata, atau justru terjebak dalam lubang hitam kelalaian lingkungan.

BACA JUGA  Bupati OKUS: Semoga Bantuan Kendaraan Operasional Dapat Menambah Motivasi dan Semangat Kerja Demi Pelayanan yang Baik Kepada Masyarakat

Pihak Perusahaan Masih ‘Bungkam’

Upaya konfirmasi telah dilakukan untuk menjaga keberimbangan berita. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim media tintamerah.co telah melayangkan surat konfirmasi resmi kepada pihak PT Servo Lintas Raya dan PT Swarnadwipa Dermaga Jaya pada Jumat (3/4/2026).

Namun, hingga berita ini ditayangkan, kedua perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan resmi. Belum ada jawaban maupun klarifikasi terkait temuan inspeksi mendadak (sidak) Wakil Bupati PALI, maupun keluhan masyarakat mengenai dugaan pencemaran limbah di KM 36.

 

Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati
Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi
Ketukan Pintu di Ujung Senja: Langkah Nyata Lurah Talang Ubi Timur Memeluk Warga yang Rapuh
PALI KACAU: Birokrasi Tiarap, Sinergi Forkopimda Ambyar, Rakyat Menjerit di Tengah Tekanan Fiskal!
Pasca Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel: Bupati Asgianto ‘Menghilang’, Prokopim Sebut Dinas Luar ke Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:31 WIB

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:53 WIB

Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:43 WIB

DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Berita Terbaru