PALI | tintamerah.co -, Usia ke-13 seringkali dianggap sebagai masa transisi menuju kedewasaan. Bagi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, angka ini bukan sekadar statistik perayaan tahunan, melainkan sebuah alarm keras untuk melakukan lompatan besar. Di bawah payung tema “KOMPAK, BERGERAK, BERDAMPAK”, sebuah pesan tajam muncul dari kursi pimpinan legislatif: PALI tidak boleh lagi berjalan di tempat.
Narasi Baru: Bukan Sekadar Slogan
Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, menegaskan bahwa tiga kata dalam tema HUT tahun ini harus menjadi ruh dalam setiap kebijakan pemerintah, bukan pemanis bibir saat seremoni semata. Menurutnya, sinergi antar-elemen adalah harga mati jika ingin kesejahteraan masyarakat bukan sekadar angka di atas kertas.
“Tema ini adalah energi. Kompak dalam kebersamaan, bergerak dalam kerja nyata, dan berdampak dalam setiap kebijakan yang menyentuh nadi kehidupan rakyat,” tegas Firdaus kepada tintamerah.co, Sabtu (18/4/2026).
Melompat dari Zona Nyaman
Tiga belas tahun berdiri, PALI memang telah bersolek. Infrastruktur mulai terkoneksi, pelayanan publik membaik, dan ekonomi mulai berdenyut. Namun, Firdaus memberikan catatan kritis. Baginya, fase ini adalah fase strategis untuk melakukan akselerasi progresif.
“Kita tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Di usia ke-13 ini, PALI harus bergerak lebih cepat dan lebih tepat,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa ritme kerja birokrasi harus ditingkatkan demi mengejar ketertinggalan dengan daerah lain yang lebih mapan.
Tantangan Nyata: Pemerataan dan SDM
Meski mengapresiasi capaian yang ada, Firdaus tidak menutup mata terhadap realitas di lapangan. Ia menyoroti dua isu krusial yang masih membayangi: Keadilan wilayah dan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Menurutnya, pembangunan yang “berdampak” adalah pembangunan yang tidak meninggalkan satu desa pun di belakang.
- Prinsip Keadilan: Menjadi pijakan agar tidak ada ketimpangan antara pusat kota dan pelosok.
- Kualitas SDM: Menyiapkan masyarakat PALI agar mampu menjadi aktor, bukan sekadar penonton di tanah sendiri.
Parlemen Sebagai Penjaga Gawang
Sebagai representasi suara rakyat, Firdaus memastikan bahwa DPRD PALI tidak akan melepaskan pandangannya dari jalannya roda pemerintahan. Fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi akan diperketat untuk memastikan setiap rupiah APBD dikonversi menjadi manfaat nyata.
| Fondasi | Proses | Tujuan |
| KOMPAK | BERGERAK | BERDAMPAK |
| Soliditas lintas sektor | Kerja nyata & lincah | Kesejahteraan & Daya Saing |
Refleksi dan Harapan
Menutup pesannya, Firdaus mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan momentum HUT ke-13 ini sebagai titik balik. Sebuah refleksi untuk memperkuat komitmen bahwa masa depan PALI ditentukan oleh keberanian untuk berubah hari ini.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-13 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Mari kita jaga kekompakan, terus bergerak, dan pastikan setiap langkah kita benar-benar berdampak bagi masa depan PALI,” pungkasnya.
Di usia remaja ini, PALI sedang diuji: apakah ia akan tumbuh menjadi daerah yang kompetitif, atau tergerus oleh kelambanan sendiri? Pilihan itu, menurut Firdaus, ada pada keselarasan antara niat yang kompak dan gerak yang berdampak.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















