PALI, tintamerah.co – Atmosfer demokrasi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan mendadak memanas namun tetap terkendali. Menjelang peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) 2026, Kasat Intelkam Polres PALI, Iptu Eko Purnomo, secara mengejutkan mendatangi Kantor Redaksi tintamerah.co di Jl. Merdeka KM 5, Handayani Mulia, Senin (4/5/2026).
Kedatangan perwira pertama Polri ini bukan tanpa alasan. Ia hadir untuk menemui langsung penanggung jawab aksi, Efran, guna memastikan bahwa unjuk rasa damai yang akan digelar oleh Aliansi Insan Pers PALI benar-benar berjalan di atas rel konstitusi: aman, lancar, dan tanpa anarki.
Komitmen Polri: Menjaga Suara Rakyat, Bukan Membungkam!
Kunjungan ini merupakan langkah proaktif Polres PALI dalam merespons surat pemberitahuan aksi nomor 088/TM/IV/2026. Pertemuan ini seolah menjadi napas baru dalam hubungan antara jurnalis dan aparat di Bumi Serepat Serasan.
Kasat Intelkam Polres PALI, Iptu Eko Purnomo, menegaskan bahwa kehadirannya adalah bentuk sinergitas nyata untuk mengawal kemerdekaan berpendapat.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa hak rekan-rekan jurnalis dalam menyampaikan aspirasi dilindungi oleh undang-undang. Polres PALI berkomitmen penuh mengawal aksi peringatan Hari Kebebasan Pers ini agar berjalan kondusif. Kita ingin membuktikan bahwa di PALI, demokrasi hidup dan aparat adalah mitra, bukan lawan dari kebebasan pers,” tegas Iptu Eko Purnomo dengan nada lugas.
Bayang-bayang Kriminalisasi 2020 dan Luka yang Belum Sembuh
Aksi yang direncanakan menyisir titik-titik krusial seperti Simpang Lima Talang Ubi hingga Kantor Bupati PALI ini membawa tuntutan yang sangat pedas. Salah satunya adalah desakan agar Bupati Asgianto menarik pernyataannya yang dinilai mengintimidasi profesi jurnalis dengan ancaman “menjahili” melalui aparat.
Pertemuan ini juga mengaitkan kembali memori kelam tahun 2020, di mana Efran bersama dua rekannya sempat merasakan pahitnya dikriminalisasi menjadi tersangka akibat pemberitaan kritis. Upaya “duduk satu meja” antara Iptu Eko Purnomo dan Efran kali ini merupakan ikhtiar nyata untuk memastikan luka sejarah tersebut tidak terulang kembali. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya dalam tajuk “Duduk Satu Meja: Ikhtiar Efran dan Iptu Eko Purnomo Mengawal Demokrasi PALI”, dialog adalah kunci utama menjaga stabilitas daerah.
Suara Normatif dari Lini Depan
Di sisi lain, Efran, selaku Penanggung Jawab Aksi sekaligus pentolan redaksi tintamerah.co, menyambut baik langkah persuasif Polres PALI. Bagi Efran, prosedur formal tetap harus diiringi dengan komunikasi yang sehat.
“Kami mengapresiasi langkah Kasat Intelkam yang mau turun langsung ke markas kami. Secara normatif, kami pastikan Aliansi Insan Pers PALI akan mengikuti seluruh koridor hukum yang berlaku. Tujuan kami jelas: menuntut perlindungan bagi jurnalis dan menolak segala bentuk pembungkaman. Kami ingin unjuk rasa ini menjadi refleksi bagi semua pihak bahwa pers adalah pilar keempat demokrasi yang harus dihormati, bukan ditakuti atau diancam,” ujar Efran dengan tegas.
Aksi yang akan diikuti oleh estimasi 10 massa ini diprediksi akan menjadi sorotan utama di Sumatera Selatan, mengingat PALI tengah menjadi ujian nyata bagi implementasi MoU antara Dewan Pers dan Polri.
Penulis: Alber Irawan | Editor: Efran















