Tangis Istri dan Mimpi Anak yang Terkubur: Efran Kembali Sentil Derita Keluarga di Hadapan Pejabat Kejari PALI

Senin, 4 Mei 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanggung jawab Aliansi Insan Pers PALI, Efran, saat menyerahkan pernyataan sikap kepada Kasubsi I Kejari PALI, Judistira Yusticia, S.H., M.H., di ruang PTSP, Senin (4/5/2026). Dalam aksi tersebut, Efran mendesak penghentian kriminalisasi pers sembari mengungkap luka lama keluarganya yang hancur akibat proses hukum atas pemberitaan kritis di masa lalu. (Foto: Dok/Dodi Febriansyah)

Penanggung jawab Aliansi Insan Pers PALI, Efran, saat menyerahkan pernyataan sikap kepada Kasubsi I Kejari PALI, Judistira Yusticia, S.H., M.H., di ruang PTSP, Senin (4/5/2026). Dalam aksi tersebut, Efran mendesak penghentian kriminalisasi pers sembari mengungkap luka lama keluarganya yang hancur akibat proses hukum atas pemberitaan kritis di masa lalu. (Foto: Dok/Dodi Febriansyah)

PALI | tintamerah.co -, Suasana di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan mendadak hening dan mencekam saat Efran, Penanggung Jawab Aliansi Insan Pers PALI, menumpahkan luka lama yang belum mengering. Di hadapan para pejabat Korps Adhyaksa, Efran tak hanya membawa tuntutan profesi, tetapi juga membawa beban sejarah kelam tentang bagaimana kriminalisasi telah menghancurkan masa depan keluarganya.

Luka Lama yang Menolak Lupa

Dalam orasi yang berlangsung pedas dan menggugah, Efran mengingatkan kembali peristiwa tahun 2020 saat dirinya ditetapkan sebagai tersangka hanya karena berita kritis. Dengan suara bergetar namun tegas, ia menyentil hati nurani para penegak hukum terkait dampak nyata dari sebuah kriminalisasi.

“Saat saya menjadi tersangka, tidak ada satu pun yang bertanya bagaimana keadaan saya. Istri dan anak saya menangis ketakutan melihat suami dan ayahnya terancam penjara hanya karena menjalankan tugas jurnalistik,” ungkap Efran dengan nada lugas.

BACA JUGA  Baru Beberapa Bulan, Drainase Di Rejosari Kabupaten PALI Sudah Ambruk

Derita itu tak berhenti pada air mata. Efran mengungkap kenyataan pahit bahwa anaknya terpaksa mengubur impian bersekolah di Islam Terpadu Pondok Pesantren Sakatiga, Ogan Ilir. “Anak saya terpaksa tidak sekolah selama satu tahun. Biaya yang seharusnya untuk masa depannya, habis saya gunakan untuk membiayai perkara ini,” tegasnya, disambut keheningan dari pihak Kejaksaan.

Pers Bukan Objek Pidana

Aksi ini merupakan kelanjutan dari gelombang protes Aliansi Insan Pers PALI yang sebelumnya telah menggeruduk gedung DPRD PALI. Mereka menuntut penghentian segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap jurnalis. Pers, tegas Efran, adalah pilar demokrasi yang memerlukan perlindungan hukum, bukan tekanan kekuasaan.

Dalam pernyataan sikap yang diserahkan, terdapat lima poin tuntutan utama kepada Kejari PALI:

  • Hentikan Kriminalisasi: Mendesak agar tidak ada lagi jurnalis di PALI yang dijadikan objek pidana atas karya jurnalistiknya.
  • Hargai UU Pers: Meminta Kejaksaan memandang karya jurnalistik sebagai produk intelektual yang dilindungi UU No. 40 Tahun 1999.
  • Tolak Intervensi: Mengecam keras intimidasi verbal oleh pejabat publik yang menggunakan institusi hukum untuk “menjahili” pers.
  • Dukung Transparansi: Mendesak Kejaksaan mendukung keterbukaan informasi di PALI.
  • Penegakan Kode Etik: Mendukung tindakan tegas terhadap oknum yang memeras, namun tetap melindungi jurnalis yang bekerja sesuai kode etik.
BACA JUGA  Dua Tahun Proposal Diajukan, Jalan Setapak di Talang Subur tak Kunjung Dicor Beton, Warga: Pak Bupati Tolong Jalan Kami Dicor

Pernyataan Sikap dan Respon Kejari PALI

Setelah menyampaikan orasi di luar, massa aksi diterima di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejari PALI untuk menyerahkan pernyataan sikap secara resmi. Sesuai dokumen “Pernyataan Sikap Kejari PALI.pdf”, Aliansi Insan Pers PALI menegaskan lima poin krusial, di antaranya penghentian kriminalisasi jurnalis, penghormatan terhadap UU No. 40 Tahun 1999, serta menuntut netralitas Kejaksaan dari intervensi kekuasaan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Judistira Yusticia, S.H., M.H., selaku Kasubsi I Kejaksaan Negeri PALI, menyambut baik kehadiran rekan-rekan pers. Di hadapan Efran dan seluruh peserta aksi, ia memberikan pernyataan tegas mengenai komitmen institusinya.

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan rekan-rekan media hari ini. Segala aspirasi dan pernyataan sikap yang disampaikan melalui aksi damai ini kami terima dengan baik. Kejaksaan Negeri PALI berkomitmen untuk selalu bersinergi dengan pers dan memastikan bahwa penegakan hukum berjalan sesuai koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Judistira menutup pertemuan tersebut.

BACA JUGA  Ronggolawe PALI Gelar Perlombaan dan Pameran Burung Berkicau PALI Cup 1, Diikuti 1.432 Peserta Dari Berbagai Daerah

Komitmen Penegakan Hukum

Aksi damai ini menjadi pengingat keras bagi Kejari PALI agar tetap netral dan tidak menjadi alat bagi kepentingan kekuasaan. Aliansi Insan Pers PALI menegaskan bahwa kritik adalah “obat” bagi demokrasi, bukan ancaman yang harus dibalas dengan jeruji besi.

Perjuangan Efran dan kawan-kawan adalah sinyal kuat bahwa jurnalis PALI tidak akan mundur sejengkal pun dalam membela hak publik atas informasi, meski harus bertaruh air mata keluarga.

 

Penulis: Alber Irawan | Editor: Efran

Berita Terkait

Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat, Bupati Asgianto Perintahkan Bagian Hukum dan Ekonomi Bergerak Taktis: “Kita Tidak Menghalangi Investasi, Tapi Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan!”
“Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!”: Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI
Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:22 WIB

Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat, Bupati Asgianto Perintahkan Bagian Hukum dan Ekonomi Bergerak Taktis: “Kita Tidak Menghalangi Investasi, Tapi Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan!”

Rabu, 23 September 2026 - 15:56 WIB

“Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!”: Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Berita Terbaru