Jaga Tren Positif, Bappeda PALI Gempur Kemiskinan Ekstrem Lewat Validasi Data dan Program ‘Satu Desa Satu Produk’

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten PALI saat menggelar Rapat Finalisasi Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Tahun 2025-2029 di Kantor Bappeda PALI. Melalui komitmen Kepala Bappeda PALI Hj. Rina Anggraini, ST., MT., di tahun anggaran 2026 ini pemerintah daerah fokus menggempur angka kemiskinan ekstrem melalui validasi data berbasis desa, perlindungan pekerja rentan, serta penguatan program unggulan

Jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten PALI saat menggelar Rapat Finalisasi Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Tahun 2025-2029 di Kantor Bappeda PALI. Melalui komitmen Kepala Bappeda PALI Hj. Rina Anggraini, ST., MT., di tahun anggaran 2026 ini pemerintah daerah fokus menggempur angka kemiskinan ekstrem melalui validasi data berbasis desa, perlindungan pekerja rentan, serta penguatan program unggulan "Satu Desa Satu Produk". (Foto: Dok/Bappeda PALI)

PALI | tintamerah.co -, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan terus bergerak taktis dan agresif dalam menjaga konsistensi penurunan angka kemiskinan ekstrem di wilayah Bumi Serepat Serasan. Menghadapi tantangan pembangunan tahun anggaran 2026, Bappeda PALI tidak lagi sekadar mengandalkan program seremonial, melainkan langsung menghantam akar persoalan melalui intervensi data yang presisi serta pemberdayaan ekonomi riil di tingkat akar rumput.

Kepala Bappeda Kabupaten PALI, Hj. Rina Anggraini, ST., MT., menegaskan bahwa mempertahankan tren positif penurunan kemiskinan memerlukan komitmen radikal dari seluruh elemen pemerintahan. Berdasarkan rekam jejak capaian makro daerah, Kabupaten PALI sebenarnya telah mencatatkan progres yang sangat signifikan. Angka kemiskinan di PALI terbukti menyusut drastis dari 11,76 persen pada tahun 2022, melorot ke angka 10,91 persen (2023), merosot lagi ke 9,87 persen (2024), hingga berhasil menyentuh angka tunggal 9,27 persen pada akhir tahun 2025.

“Kita tidak boleh terlena dengan penurunan angka ini. Tantangan ke depan justru semakin berat untuk menyasar kantong-kantong kemiskinan ekstrem yang tersisa di tingkat kecamatan hingga pelosok desa,” tegas Hj. Rina Anggraini saat memberikan jawaban resmi kepada tintamerah.co, Jumat (5/6/2026) terkait evaluasi strategis program kerja Bappeda PALI 2026.

BACA JUGA  Polres PALI Melalui Tim Beruang Hitam Berhasil Amankan Terduga Melakukan Tindak Pidana

Strategi Tempur Akhiri Kemiskinan Ekstrem: Data Valid & Pemberdayaan Riil

Menjawab pertanyaan krusial mengenai strategi menjaga konsistensi penurunan kemiskinan ekstrem di tingkat kecamatan, Bappeda PALI telah memetakan tiga langkah taktis utama yang wajib dieksekusi secara terpadu oleh seluruh Perangkat Daerah (PD):

  1. Pemutahiran Data Garis Depan: Bappeda PALI mendorong seluruh Perangkat Daerah untuk melakukan verifikasi secara ketat dan memutakhirkan data masyarakat miskin ekstrem langsung dari tingkat desa dan kelurahan. Validasi berlapis ini bertujuan agar seluruh program bantuan, jaminan sosial, dan stimulus ekonomi berjalan lebih efektif, transparan, serta tepat sasaran tanpa salah sasaran.
  2. Dongkrak Ekonomi Lewat “Satu Desa Satu Produk” (One Village One Product): Guna meningkatkan pendapatan langsung dan kemandirian ekonomi masyarakat, fokus program tahun 2026 diarahkan pada penguatan sektor UMKM, pelatihan keterampilan kerja yang aplikatif, serta dukungan penuh pada sektor pertanian daerah.
  3. Perlindungan Pekerja Rentan & Sinkronisasi Total: Pemerintah Kabupaten PALI tidak ingin masyarakat yang sudah keluar dari zona kemiskinan kembali jatuh miskin akibat risiko kerja. Oleh karena itu, skema jaminan sosial diperkuat melalui dukungan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Di saat yang sama, Bappeda melakukan sinkronisasi vertikal agar program daerah tegak lurus dan saling mendukung dengan program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta Pemerintah Pusat.
BACA JUGA  Jajaran Polres PALI Hadiri Kegiatan Dialog Pemuda Pancasila

Investasi Manusia: Kunci Utama APBD 2026

Langkah agresif Bappeda PALI dalam mengikis kemiskinan ekstrem ini menjadi jawaban logis atas kebijakan fiskal daerah yang sebelumnya telah diulas oleh tintamerah.co. Dalam laporan terdahulu bertajuk “Gempur Kemiskinan dan Stunting, Bappeda PALI Kunci 349 Persen APBD 2026 untuk Investasi Manusia”, diketahui bahwa Bappeda PALI secara berani mengunci porsi perencanaan terbesar—yakni mencapai 34,9 persen dari total APBD—khusus untuk sektor penanggulangan kemiskinan, penurunan stunting, dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Hj. Rina Anggraini memaparkan bahwa sektor ini menjadi prioritas mutlak karena indikator kemiskinan, stunting, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Pertumbuhan Ekonomi merupakan variabel yang saling beririsan dan saling mendukung. Keberhasilan intervensi pada sektor ini terbukti linier dengan meroketnya IPM PALI dari 67,89 (2022) menjadi 70,55 (2025), serta pertumbuhan ekonomi yang melesat ke angka 5,02 persen pada tahun 2025.

BACA JUGA  Lagi, IWO PALI Salurkan Bantuan Polres PALI kepada Warga di Talang Ubi Timur

Namun, komitmen fiskal yang besar ini menuntut eksekusi lapangan yang cepat. Melalui laporan tintamerah.co lainnya yang berjudul “Menembus Target 2026, Bappeda PALI Pacu Realisasi Fisik dan Serapan Anggaran Program Strategis”, Bappeda mengakui bahwa hingga pertengahan tahun 2026, realisasi fisik dan serapan anggaran program strategis masih berada di kisaran 25 hingga 40 persen karena mayoritas kegiatan fisik masih dalam tahap pelaksanaan awal dan penyesuaian teknis di lapangan.

Untuk itu, momentum paruh kedua tahun 2026 ini akan dimanfaatkan Bappeda sebagai fungsi koordinator perencanaan untuk memperketat monitoring, mengendalikan capaian indikator, serta memastikan seluruh jajaran Perangkat Daerah mengejar ketertinggalan serapan anggaran. Langkah tegas ini diambil agar program-program besar, mulai dari pemantauan proyek jalan mantap penghubung antar-kecamatan, peningkatan fasilitas rujukan RSUD Talang Ubi, hingga validasi kemiskinan ekstrem di tingkat desa, selesai tepat waktu dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten PALI.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru