PALI | tintamerah.co -, Di tengah tantangan keterbatasan anggaran tahun anggaran 2026, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan tidak kehilangan arah. Kepala DPPKB PALI, Maryono, menegaskan bahwa lembaganya tetap memprioritaskan ketahanan keluarga sebagai core program utama demi mencetak generasi berkualitas di Bumi Serepat Serasan.
Dalam wawancara eksklusif di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026), Maryono mengungkapkan realitas anggaran tahun ini yang memang lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, baginya, hal tersebut bukanlah hambatan untuk berhenti melayani masyarakat.
“Alhamdulillah untuk 2026 ini, walaupun untuk dananya berkurang dibanding tahun sebelumnya, namun kami tetap mengutamakan pengendalian penduduk dalam arti kata untuk ketahanan daripada keluarga,” ungkap Maryono.
Layanan KB Gratis sebagai Ujung Tombak
Strategi DPPKB PALI tahun 2026 berfokus pada pendekatan langsung ke masyarakat melalui pelayanan KB gratis. Menurut Maryono, langkah ini krusial untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang tidak terencana sekaligus memastikan keluarga memiliki akses kesehatan reproduksi yang memadai.
“Kami melakukan pelayanan KB kepada masyarakat langsung dan itu gratis di masyarakat,” tegas Maryono.
Sinergi Lintas Sektor dan Fokus pada Remaja
DPPKB PALI juga memperluas jangkauan programnya tidak hanya bagi pasangan usia subur, tetapi juga mencakup remaja hingga lansia. Program yang dijalankan meliputi pembinaan terhadap remaja, balita, hingga orang tua dan lansia.
Dalam hal perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan, DPPKB PALI sangat intensif melakukan sosialisasi untuk menekan angka perkawinan dini. Maryono meyakini bahwa perkawinan di usia dini merupakan salah satu faktor utama penyebab masalah keluarga dan stunting di masa depan.
“Kami melakukan beberapa sosialisasi, beberapa kegiatan targetnya anak sekolah, baik itu SMP maupun SMA, terutama melalui sekolah siaga kependudukan dan sosialisasi perkawinan dini,” jelas Maryono. Ia menambahkan, langkah ini diambil agar remaja PALI lebih siap secara mental dan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Menghadapi Ancaman Stunting
Maryono menekankan pentingnya intervensi spesifik untuk menurunkan angka stunting. Program Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL) dioptimalkan agar dampaknya menyentuh hingga ke pelosok desa. Sinergi dengan dinas lain seperti Dinas Kesehatan dan TP PKK terus diperkuat agar program tidak berjalan secara parsial.
Refleksi Prestasi 2025 sebagai Modal 2026
Meskipun 2026 baru berjalan, DPPKB PALI memiliki modal kuat dari capaian tahun 2025. Maryono dengan bangga menyebutkan bahwa PALI berhasil meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional maupun provinsi, khususnya di bidang Kampung KB.
“Alhamdulillah untuk tahun 2025, kita katakan berhasil dibandingkan dengan daerah lain, di mana kita mendapatkan penghargaan tingkat nasional maupun tingkat provinsi di bidang Kampung KB, keluarga berkualitas yang diwakili oleh Desa Pandan,” ujar Maryono menutup wawancara.
Dengan langkah konkret dan komitmen pelayanan yang menyentuh akar rumput, DPPKB PALI optimis program kerjanya tahun ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan keluarga di Kabupaten PALI.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















