Pangkas Tengkulak Lewat Digitalisasi dan Beras Analog: Terobosan Berani Dinas Ketahanan Pangan PALI Mandirikan Petani

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Ketahanan Pangan PALI, Khairiman, memberikan pemaparan komprehensif terkait program kerja dinas tahun 2026 dalam sesi wawancara eksklusif dengan tintamerah.co di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Khairiman menekankan pentingnya inovasi teknologi dan kemandirian lokal, termasuk optimalisasi lahan tidur dan pengembangan pasar digital bagi produk pertanian masyarakat. (Foto: Dok/ Anies)

Kadis Ketahanan Pangan PALI, Khairiman, memberikan pemaparan komprehensif terkait program kerja dinas tahun 2026 dalam sesi wawancara eksklusif dengan tintamerah.co di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Khairiman menekankan pentingnya inovasi teknologi dan kemandirian lokal, termasuk optimalisasi lahan tidur dan pengembangan pasar digital bagi produk pertanian masyarakat. (Foto: Dok/ Anies)

PALI | tintamerah.co -, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan menggebrak tahun anggaran dua ribu dua puluh enam dengan sederet strategi radikal. Tidak tanggung-tanggung, instansi yang dinakhodai Khairiman ini meluncurkan tiga inovasi digital sekaligus menggalakkan diversifikasi pangan berbasis komoditas lokal guna memutus ketergantungan masyarakat pada beras dan cengkeraman rantai pasok yang panjang.

Langkah berani ini ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan PALI, Khairiman, saat diwawancarai secara eksklusif oleh tintamerah.co di ruang kerjanya pada Rabu, (17/6/2026).

Menurut Khairiman, fokus instansinya saat ini adalah menciptakan kemandirian lokal dan membangun benteng pertahanan pangan yang tangguh melalui inovasi hilirisasi pasca-panen.

“Terkait pemanfaatan lahan tidur untuk komoditas jagung dan padi, kami terus mendorong dan mendukung penuh Dinas Pertanian agar mengoptimalkan lahan lokal tersebut. Nah, posisi Dinas Ketahanan Pangan berada di sisi inovasi penyiapan pasarnya bagi produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat atau petani kita,” ujar Khairiman dengan lugas.

Digitalisasi Pasar dan Peta Digital Stok Desa

Guna memastikan hasil keringat petani lokal tidak terbuang sia-sia atau dipermainkan spekulan, Dinas Ketahanan Pangan PALI menyiapkan jaringan pengaman berupa Kios Pangan. Bahkan, sistem ini kini telah bermigrasi ke ekosistem digital.

“Jika pasar umum tidak mampu menyerap, kami siap menampung seluruh hasil panen masyarakat di Kios Pangan. Inovasi teranyar kami, pasar tersebut sekarang sudah terintegrasi dengan sistem digital dan aplikasinya sudah mulai berjalan di lapangan,” urai Khairiman.

BACA JUGA  Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: "Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala"

Selain pasar digital, dinas juga sedang merampungkan satu inovasi mutakhir lainnya, yaitu penyusunan peta digital ketersediaan stok pangan hingga ke tingkat desa. Sumber datanya dipasok langsung dari kios-kios desa yang menjual kebutuhan pangan.

Melalui visualisasi peta ini, pemerintah daerah bisa mendeteksi wilayah mana saja yang mengalami lampu merah atau rawan pasokan. Jika ditemukan ada dsn atau desa yang masuk dalam zona merah untuk komoditas tertentu, misalnya beras, pemerintah akan langsung mengintervensi secara presisi lewat Gerakan Pangan Murah (GPM).

Sumpah Setia Pangkas Tengkulak dan Sinergi Lintas Sektor

Khairiman menegaskan bahwa substansi dari seluruh pergerakan ini adalah memperpendek—bukan sekadar memperkuat—mata rantai distribusi pangan di Bumi Serepat Serasan. Komitmen ini diambil demi memotong jalur tengkulak atau pengumpul yang selama ini kerap mengambil keuntungan sepihak sehingga merugikan petani dan membebani konsumen.

“Kami memangkas mata rantai yang tadinya panjang dan berbelit. Polanya diubah: dari produsen atau petani langsung masuk ke Kios Pangan, dan dari Kios Pangan langsung didistribusikan ke konsumen atau kios-kios pengecer lain. Posisi kami berada tepat di tengah sebagai stabilisator,” cetusnya tegas.

BACA JUGA  Akhi Mushola: Pernyataan Ketua DPRD PALI Adalah "Vonis" Atas Bobroknya Rekrutmen di Pertamina Adera

Demi keberlanjutan jangka panjang, Dinas Ketahanan Pangan PALI bergerak cepat melintasi ego sektoral. Rapat koordinasi lintas perangkat daerah telah digelar untuk mengunci rencana tanam dan proyeksi produksi pangan Kabupaten PALI.

Dalam peta jalan sinergi tersebut, urusan produksi padi dan komoditas utama dikomandoi oleh Dinas Pertanian, sektor perikanan dikawal oleh Dinas Perikanan, sedangkan pengolahan produk turunan menjadi tanggung jawab Dinas Koperasi dan UMKM.

“Melalui skema ini, kita bisa tahu pasti berapa total produksi lokal kita. Jika ada kekurangan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, maka Dinas Perdagangan dan Perindustrian yang memegang kendali untuk melakukan kerja sama antardaerah guna menutup celah defisit tersebut,” tambahnya.

Lompatan Beras Analog dari Ubi Karbohidrat Non-Beras

Inovasi PALI tidak berhenti pada digitalisasi, melainkan merambah ke meja makan masyarakat melalui penganekaragaman konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Ketahanan Pangan PALI kini tengah gencar mengampanyekan penguatan pangan lokal non-beras.

Setelah menggelar rakor intensif bersama seluruh perangkat daerah dan penyuluh lapangan pada Mei lalu, komitmen bersama berhasil disepakati untuk menyulap ubi singkong, ubi ganyong, hingga ubi kembili menjadi komoditas bernilai tinggi.

Komoditas umbi-umbian yang selama ini dianggap sebelah mata, kini diproyeksikan menjadi bahan baku alternatif pengganti karbohidrat utama dalam bentuk olahan mi, bubur, hingga beras analog.

BACA JUGA  Polres PALI Melalui Polsek Penukal Abab Memberikan Pelayanan Pengalaman Pelaksanaan Pelantikan dan Pembekalan

“Ini adalah solusi konkret bagi masyarakat yang sudah mulai sadar kesehatan untuk mengurangi konsumsi karbohidrat murni atau beras. Beras analog dari ubi-ubian ini menjadi alternatif super yang kami tawarkan, dan seluruh sektor sudah menyatakan komitmennya,” jelas Khairiman penuh optimisme.

Menyambung Napas Strategi Peredam Inflasi

Catatan komprehensif ini menjadi kelanjutan logis dari komitmen Dinas Ketahanan Pangan PALI dalam menjaga stabilitas daerah. Berdasarkan laporan tintamerah.co sebelumnya, dinas terbukti konsisten menerapkan strategi jitu dalam meredam gejolak inflasi di lapangan.

Langkah taktis yang telah berjalan secara kontinu di antaranya adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) berkala untuk menjaga daya beli, Gerakan Tanam (Gertam) Cabai di tingkat pekarangan rumah tangga untuk menekan fluktuasi harga bumbu dapur, hingga pengamanan stok cadangan pangan pemerintah daerah berupa puluhan ton beras siaga bencana.

Melalui integrasi program lama yang berbasis taktis-kedaruratan dengan program baru berbasis digitalisasi serta diversifikasi pangan lokal ini, Dinas Ketahanan Pangan PALI optimistis mampu mewujudkan kedaulatan pangan yang mandiri, sehat, dan lepas dari ketergantungan pasar luar daerah.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI
Dinilai Berpihak dan Tabrak Permendagri, AMTRB Konsolidasi Gelar ‘Demo Jilid II’: Wang Tempirai Raya Siap Serbu Kantor Bupati PALI!
Terungkap! Pernyataan Mantan Kades Tempirai Selatan Bongkar Borok Tapal Batas, Desak Penyelesaian Lewat Sumpah Saksi Tua dan Perlawanan Sengit Perbup PALI No. 62/2023
AMTRB Tegaskan Pemkab PALI Tidak Netral dalam Kasus Perbup No. 62 Tahun 2023
Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat, Bupati Asgianto Perintahkan Bagian Hukum dan Ekonomi Bergerak Taktis: “Kita Tidak Menghalangi Investasi, Tapi Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan!”
“Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!”: Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 22:13 WIB

Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal

Minggu, 27 September 2026 - 21:59 WIB

PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif

Minggu, 27 September 2026 - 11:58 WIB

Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Minggu, 27 September 2026 - 11:43 WIB

Dinilai Berpihak dan Tabrak Permendagri, AMTRB Konsolidasi Gelar ‘Demo Jilid II’: Wang Tempirai Raya Siap Serbu Kantor Bupati PALI!

Minggu, 27 September 2026 - 10:58 WIB

Terungkap! Pernyataan Mantan Kades Tempirai Selatan Bongkar Borok Tapal Batas, Desak Penyelesaian Lewat Sumpah Saksi Tua dan Perlawanan Sengit Perbup PALI No. 62/2023

Berita Terbaru