PALI | tintamerah.co -, Awan hitam duka cita menggelayuti Bumi Serepat Serasan. Salah satu putra terbaik sekaligus birokrat senior Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DPKKB) Kabupaten PALI, Maryono (57), dinyatakan meninggal dunia pada Rabu subuh (24/6/2026) sekitar pukul 04.15 WIB di RSUD Talang Ubi. Kepergian sosok yang dikenal tenang, pekerja keras, dan bersahaja ini menyisakan kesedihan mendalam di hati rekan sejawat, tokoh politik, hingga masyarakat luas.
Pantauan langsung di rumah duka memperlihatkan gelombang pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir. Sejumlah pejabat teras Pemerintah Kabupaten PALI hadir memberikan belasungkawa, di antaranya Asisten I Setda PALI Setda PALI, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, serta Lurah se-Kabupaten PALI. Tak hanya dari kalangan birokrasi, penghormatan juga datang dari tokoh-tokoh sentral daerah, seperti Mantan Wakil Bupati PALI Soemaryono, Ketua MUI PALI H. Mughni Zein, dan Tokoh Masyarakat H. Darsono.
Saksi Sejarah Pemekaran PALI
Mantan Wakil Bupati PALI, Soemaryono, yang hadir langsung di rumah duka, tidak mampu menyembunyikan rasa terpukulnya. Di mata Soemaryono, almarhum bukan sekadar seorang pejabat, melainkan bagian dari keluarga, sahabat, sekaligus adik yang sangat dihormati.
“Almarhum sudah seperti orang tua yang merangkak dari bawah. Mulai dari berdinas di Dinas Perhubungan (Dishub), hingga dipercaya menjadi Lurah pada awal-awal masa pemekaran Kabupaten PALI,” kenang Soemaryono dengan suara berat saat diwawancarai oleh tintamerah.co.
Pada masa awal berdirinya Kabupaten PALI, saat ketersediaan pejabat definitif masih sangat terbatas, Maryono hadir sebagai salah satu pionir yang meletakkan fondasi birokrasi daerah. Ia dinilai sebagai sosok yang sangat adaptif, mampu menyesuaikan diri dengan cepat di tengah badai perubahan dinamika politik dan transisi pemerintahan baru.
Jejak Pengabdian Tanpa Cacat: Dari Sekwan hingga Ring Tinju Pertina
Karier almarhum Maryono tercatat bersih dan gemilang. Soemaryono menceritakan bagaimana kerja sama erat mereka terjalin ketika dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD PALI dan Maryono dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD PALI.
“Selama menjabat sebagai Sekwan, beliau tidak pernah memiliki permasalahan dengan siapa pun. Kinerjanya luar biasa, bersih, tanpa cela, dan beliau tidak pernah mengeluh atau merasa terbebani oleh beratnya tanggung jawab kerja,” tegas Soemaryono.
Lebih dari sekadar birokrat di balik meja, Maryono juga dikenal memiliki performa sosial yang tinggi di masyarakat. Ia aktif mendampingi organisasi olahraga sebagai pengurus di Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia) Kabupaten PALI. Karakter almarhum yang ringan tangan membuat siapa saja merasa sungkan sekaligus hormat.
“Setiap kali saya meminta tolong untuk urusan kedinasan maupun kemasyarakatan, pasti langsung dikerjakan dengan tulus,” tambah Soemaryono.
Jembatan Komunikasi Politik dan Forkopimda
Dalam konstelasi politik daerah, Maryono terbukti memiliki peran krusial. Karakter pribadinya yang sabar, tekun, dan penuh kehati-hatian menjadikannya figur penyeimbang yang mampu menjembatani komunikasi politik antara pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan seluruh elemen lapisan masyarakat PALI. Kemampuan diplomasinya yang humanis membuat iklim kemitraan di PALI selalu terjaga kondusif.
“Dengan kepergian almarhum, saya pribadi merasa sangat terpukul dan kehilangan yang teramat mendalam. Beliau sangat berperan dalam mendukung kerja-kerja saya, terutama di bidang politik dan pemerintahan,” ungkap mantan orang nomor dua di PALI tersebut.
Panggilan untuk Solidaritas Bersama
Di akhir penyampaiannya, Soemaryono mengajak seluruh masyarakat Kabupaten PALI untuk menyatukan barisan dan mengirimkan doa terbaik agar almarhum Maryono mendapatkan tempat terbaik, ampunan atas segala khilaf, dan diterima segala amal ibadahnya di sisi Tuhan Yang Maha Esa.Ia juga mengingatkan bahwa duka ini adalah duka bersama, dan sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat menunjukkan solidaritas nyata untuk menguatkan istri serta anak-anak yang ditinggalkan almarhum.
“Mari kita doakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan. Tugas kita sekarang adalah merangkul, peduli, dan siap membantu anak serta istrinya dalam menghadapi masa-masa sulit ini,” tutup Soemaryono.
Selamat jalan Pak Maryono, dedikasi dan pengabdianmu akan tetap abadi dalam catatan sejarah kejayaan Bumi Serepat Serasan.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.o















