Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Kantor Cabang Bank Mandiri Pendopo PALI, Sumatera Selatan. Di balik operasional kantor ini, mesin ATM mangkrak rusak bertahun-tahun, menyisakan tanya besar kemana raibnya aliran anggaran pemeliharaan korporasi. (Foto: Dok/tintamerah.co)

Gedung Kantor Cabang Bank Mandiri Pendopo PALI, Sumatera Selatan. Di balik operasional kantor ini, mesin ATM mangkrak rusak bertahun-tahun, menyisakan tanya besar kemana raibnya aliran anggaran pemeliharaan korporasi. (Foto: Dok/tintamerah.co)

tintamerahNEWS -, Di balik gemerlap slogan korporasi pelat merah yang mendengungkan Good Corporate Governance (GCG) serta pameran pencapaian laba bersih triliunan rupiah, terbentang sebuah skandal busuk yang mencoreng wajah perbankan nasional di Bumi Serepat Serasan. Ribuan nasabah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dipaksa menelan pil pahit dan menjadi korban perbudakan sistemik layanan keuangan. Alih-alih mendapatkan fasilitas modern yang memadai, mereka setiap hari dipertontonkan rongsokan elektronik—bangkai besi ATM—di Kantor Cabang Pendopo yang mati mangkrak tanpa ada niat serius untuk membenahi.

Investigasi Menahun yang Ditutup Tembok Bisu: Pimpinan Cabang Alergi Transparansi

Borok layanan ini bukanlah rahasia baru yang muncul kemarin sore. Berdasarkan rekam jejak investigasi yang dibongkar oleh portal tintamerah.co dalam laporan bertajuk “Skandal Bangkai Besi ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga Alergi Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah”, terbongkar bagaimana budaya anti-kritik mengakar di tubuh manajemen lokal. Pimpinan Cabang (Pinca) Bank Mandiri Pendopo PALI bersikap layaknya penguasa feodal yang alergi terhadap konfirmasi jurnalis, menutup rapat pintu klarifikasi, dan secara telanjang mengabaikan hak-hak dasar nasabah untuk mendapatkan informasi yang jujur.

Kemarahan publik kian memuncak ketika elemen masyarakat sipil ikut bersuara lantang. Seperti yang ditegaskan oleh Ketua LSM SERAMPUH dalam laporan tintamerah.co berjudul “Skandal Bangkai Besi ATM Mandiri PALI, Layanan Bobrok Merugikan Nasabah, Ketua LSM SERAMPUH Desak Pinca Dicopot”, kepemimpinan lokal dinilai telah bangkrut secara moral dan manajerial. Desakan pencopotan Pinca menjadi harga mati karena ketidakbecaiannya memimpin telah mendegradasi hak-hak sipil ribuan nasabah. Ironisnya, puncak dari pengkhianatan korporasi ini terekam tepat di hari jadi perusahaan, sebagaimana diulas dalam laporan “Kado Pahit HUT ke-28 Bank Mandiri untuk Nasabah PALI, Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi”, di mana hari ulang tahun korporasi dirayakan dengan mempersembahkan pelayanan terburuk yang menyiksa warga di daerah.

BACA JUGA  Jajaran Polres PALI Lakukan Pengamanan Hiburan Pesta Rakyat Di Kabupaten PALI

Menakar Aliran Dana Gelap: Kemana Muara Anggaran Pengadaan dan Pemeliharaan?

Pertanyaan paling mendasar yang harus dijawab oleh direksi pusat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan kepala tertunduk adalah: kemana sebenarnya aliran ratusan juta rupiah anggaran pengadaan dan pemeliharaan yang digelontorkan setiap tahunnya untuk Cabang Pendopo PALI?

Jika menelaah kebijakan korporasi, standar operasional prosedur (SOP) pengadaan, serta publikasi resmi perusahaan, pos-pos anggaran untuk infrastruktur mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) maupun Cash Recycle Machine (CRM) bukanlah angka receh. Pengadaan perangkat keras (hardware), infrastruktur bilik (premises), hingga jasa pemeliharaan dikelola secara terpusat melalui Strategic Procurement Group lewat sistem tender terbuka berbasis digital di portal resmi pengadaan korporasi. Vendor yang masuk ke dalam rantai pasok pun disaring melalui prakualifikasi ketat, wajib mengantongi sertifikasi manajemen mutu ISO, serta memiliki laporan keuangan audited yang sehat.

BACA JUGA  Bupati PALI Asgianto: "Kita Sudah Merdeka, Tidak Ada Lagi yang Harus Dimerdekakan"

Tidak hanya berhenti pada pengadaan fisik (Capital Expenditure / Capex) di atas kertas, pos belanja operasional (Operational Expenditure / Opex) pemeliharaan rutin juga dialokasikan secara berkala. Mulai dari anggaran pemeliharaan ruang dan infrastruktur seperti pengecatan, renovasi ringan, hingga jasa kebersihan yang dilelang secara regional; pos pengamanan khusus serta asuransi uang tunai cabang, kas titipan BI, ATM, dan CRM untuk memitigasi risiko pembobolan atau kerusakan fisik; hingga biaya utilitas bulanan yang meliputi suplai listrik PLN, jaringan komunikasi data stabil berupa leased line atau VSAT, dan pendingin ruangan (AC) agar mesin tidak mengalami overheat.

Sebagai BUMN terbuka yang diawasi ketat oleh aturan pasar modal dan audit berkala auditor internal maupun eksternal, seluruh investasi pada mesin-mesin ATM seharusnya memberikan imbal hasil (return) optimal bagi layanan publik. Lantas, dengan kucuran dana yang begitu masif dan sistematis, akal sehat mana yang bisa menerima jika mesin tua di Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI dibiarkan mati berkarat hingga bertahun-tahun?

Konspirasi Pembiaran dan Dugaan Penggerogotan Dana Pemeliharaan

Ketika anggaran pengadaan dan pemeliharaan terbukti ada, namun faktanya rongsokan besi tua yang dibiarkan mangkrak, maka publik berhak menduga ada konspirasi busuk di balik layar. Kemana raibnya alokasi anggaran pemeliharaan berkala tersebut? Apakah dana perawatan ratusan juta rupiah itu sengaja di atasnamakan fiktif dalam laporan keuangan, sementara fisiknya dibiarkan hancur? Apakah prinsip efisiensi, transparansi, keadilan, dan akuntabilitas dalam Pedoman Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Bank Mandiri hanya tinggal slogan macan kertas yang dikangkangi oleh oknum-oknum birokrat serakah di tingkat cabang?

BACA JUGA  Efran: Keputusan Kades Sungai Ibul dan Kades Suka Maju Tolak Operasional Pertamina Ambigu, dan Menakut-Nakuti

Pembiaran menahun ini bukan sekadar kelalaian administratif biasa, melainkan bentuk kejahatan korporasi terhadap hak-hak dasar masyarakat di daerah. Ribuan nasabah di PALI dirampas hak finansialnya, dipaksa membuang waktu, tenaga, dan biaya hanya untuk mencari mesin ATM lain di luar daerah demi mengambil uang jerih payah mereka sendiri.

Sudah saatnya Direksi Pusat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhenti tutup mata dan membersihkan jajaran manajemen busuk di daerah. Copot segera Pimpinan Cabang Bank Mandiri Pendopo PALI yang terbukti alergi kritik dan gagal total mengemban amanah! Audit investigatif secara forensik harus segera diterjunkan untuk mengaudit aliran anggaran pemeliharaan yang selama ini diduga menguap entah kemana. Jika direksi pusat terus memilih bungkam dan melindungi mentalitas birokrat bobrok ini, jangan salahkan jika ribuan nasabah bersatu menggeruduk kantor cabang dan menempuh jalur hukum atas penindasan sistemik yang telah berlangsung bertahun-tahun ini!

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI
Dinilai Berpihak dan Tabrak Permendagri, AMTRB Konsolidasi Gelar ‘Demo Jilid II’: Wang Tempirai Raya Siap Serbu Kantor Bupati PALI!
Terungkap! Pernyataan Mantan Kades Tempirai Selatan Bongkar Borok Tapal Batas, Desak Penyelesaian Lewat Sumpah Saksi Tua dan Perlawanan Sengit Perbup PALI No. 62/2023

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Minggu, 27 September 2026 - 22:13 WIB

Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal

Berita Terbaru