Tiga Calon Kades Rantau Bayur, Sanggah Hasil Pilkades

Minggu, 21 November 2021 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuasin | Tintamerah.co.id – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin kembali bermasalah. Kali ini, tiga calon Kepala Desa (Kades) Rantau Bayur kembali menyanggah hasil Pilkades yang dilakukan secara Elektonic Voting (e-voting) pada 17 November 2021 beberapa hari lalu.

Penyanggahan ini telah dilakukan kepada panitia Pilkades Rantau Bayur, Kecamatan Rantau Bayur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuasin.

Salah satu Calon Kades Rantau Bayur, Maharsani bersama Pendamping Hukumnya (PH) Nur Ahmat Susanto, SH mengatakan proses Pilkades di desanya dilakukan tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup).

“Pemilihan yang seharusnya dilakukan dengan pembagian wilayah perdusun, namun ternyata sekarang dilakukan secara global,” ujarnya mewakili dua calon kades lainnya Irwanto dan Tanziri.

BACA JUGA  Warga Desa Raja Pali Keluhkan Pipa yang Menghambat Aktivitas Para Petani Karet

Kemudian jumlah DPT Desa Rantau Bayur 1963 dan yang menggunakan hak pilih sebesar 1474 suara. Namun setelah dibuka kotak ternyata isinya 1475 dan ada 2 suara yang kosong, artinya ada 3 selisih suara.

Selain itu, ada masalah kotak audit yang disediakan oleh panitia asal-asalan saja, harusnya kotak tersebut dibuat dengan rapi dan digembok. Ditambah lagi, alat e-voting pada bilik 1,2 dan 3 mengalami masalah.

“Saat melakukan pemilihan, pas lagi melakukan voting pada layar komputer sering terjadi nge-lag (tidak berfungsi atau kurang respon). Kami selaku kandidat keberatan dengan hal ini dan kami ingin hal ini di ungkap dengan seadil-adilnya dan sejujur-jujurnya,” tegasnya.
(Denny)

Berita Terkait

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati
Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi
Ketukan Pintu di Ujung Senja: Langkah Nyata Lurah Talang Ubi Timur Memeluk Warga yang Rapuh
PALI KACAU: Birokrasi Tiarap, Sinergi Forkopimda Ambyar, Rakyat Menjerit di Tengah Tekanan Fiskal!
Pasca Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel: Bupati Asgianto ‘Menghilang’, Prokopim Sebut Dinas Luar ke Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:31 WIB

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:53 WIB

Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:43 WIB

DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Berita Terbaru