Ini Pendapat Pakar, Tentang Maraknya Penyelundupan Barang Ilegal Di Sumatera

Kamis, 21 Januari 2021 - 05:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG|Tintamerah.co.id–Perairan wilayah pantai timur pulau Sumatera, merupakan wilayah jalur laut yang paling rawan aktivitas perdagangan illegal maupun penyelundupan barang baik dari dalam maupun ke luar negeri. Wilayah perairan pantai timur sumatera seperti palembang, jambi, riau, kepri san Sumut langsung berhadapan dengan negara tetangga seperti Malaysia, singapura, vietnam, thailand dan negara ASEAN lainnya sehingga sangat rawan dimanfaatkan sebagai jalur perdagangan barang illegal.

Peredaran barang-barang illegal yang semakin marak akan mengakibatkan stabilitas ekonomi terganggu serta menimbulkan kerugian negara dari sektor pajak dan cukai, selain itu masyarakat/konsumen juga terancam dengan peredaran barang yang membahayakan bagi kesehatan.

Dari hasil operasi bea cukai dengan sandi Jaring Sriwijaya pada akhir tahun 2020 telah beberapa kali mengamankan barang-barang yang diselundupkan melalui perairan pantai timur sumatera diantaranya rokok tanpa pita cukai, narkoba, benih lobster, biji timah, minuman keras, HP baik yang akan dikirim masuk maupun keluar negeri. Denga potensi kerugian negara mencapai ratusan miliar rupiah.

BACA JUGA  Sinergi Bangkitkan UMKM, BI Sumsel Gelar Semarak UMKM (Seru) Sriwijaya 2021

Pakar ekonomi dari Universitas Sriwijaya Prof.Dr . H. Didik Soesetyo, M.Si berpendapat, maraknya peredaran barang ilegal diwilayah perairan timur Sumateta karena adanya permintaan yang tinggi terhadap barang selundupan, selain kurangnya koordinasi antar sesama aparat penegak hukum sehingga saling menunggu aturan kebijakan baru. ” Dalam menyelesaikan permasalahan peredaran barang illegal diperlukan langkah-langkah preventif dan represif secara nyata serta penyamaan persepsi dan koordinasi antar sesama aparat penegak hukum” jelasnya.

Dia melanjutkan, Prof Dr. Didik Soesetyo juga menyarankan perlunya penguatan aparat di laut timur sumatera dan pintu keluar masuk antar negara yang ada di tengah laut guna mencegah terjadinya penyelundupan barang, disamping itu juga perlu dilakukan operasi terpadu yang melibatkan beberapa instansi terkait, karena perdagangan barang illegal yang semakin masif disamping akan merugikan keuangan negara dari potensi pendapatan pajak dan cukai juga dapat mematikan industri dalam negeri karena persaingan yang tidak sehat.(Oc)

Berita Terkait

Ini Pesan Menteri UMKM RI Dalam Kunjungan Kerjanya ke Kantor PT PNM Cabang Palembang
Gelar RUPST dan Public Expose, UNIQ Bagikan Deviden
Ikut Mitra Bisnis Syariah KB2SI di Palembang, Untung Dunia dan Akhirat
Jelang Idul Adha 1444 H Pemerintah Gelar Pangan Murah, Inflasi Sumsel Terjaga di Bawah Nasional
PT Ulima Nitra Tbk, Selenggarakan RUPS dan Public Expose Tahun 2023
Inflasi Sumatera Selatan pada April 2023 Tetap Terjaga
Grand Opening Kantor Baru KATES Berlangsung Meriah
PT Ulima Nitra Tbk Kembali Gelar RUPST dan Public Expose Tahun 2022
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 Januari 2025 - 15:29 WIB

Ini Pesan Menteri UMKM RI Dalam Kunjungan Kerjanya ke Kantor PT PNM Cabang Palembang

Rabu, 26 Juni 2024 - 18:46 WIB

Gelar RUPST dan Public Expose, UNIQ Bagikan Deviden

Sabtu, 2 Desember 2023 - 10:50 WIB

Ikut Mitra Bisnis Syariah KB2SI di Palembang, Untung Dunia dan Akhirat

Kamis, 6 Juli 2023 - 12:57 WIB

Jelang Idul Adha 1444 H Pemerintah Gelar Pangan Murah, Inflasi Sumsel Terjaga di Bawah Nasional

Senin, 3 Juli 2023 - 04:21 WIB

PT Ulima Nitra Tbk, Selenggarakan RUPS dan Public Expose Tahun 2023

Berita Terbaru