Akhirnya ‘Surat Sakti’ Berbalas: Jeritan Emak-Emak Tempirai Pecah Saat Dinas PUTR PALI Terjang Lumpur Janji Politik

Rabu, 15 April 2026 - 22:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Raut wajah penuh harap emak-emak di Desa Tempirai saat menyaksikan langsung petugas Dinas PUTR yang mengukur jalan lumpur di desa mereka. Selain jalan, warga mendesak perbaikan fasilitas listrik yang kian memprihatinkan. (Foto: Dok/tintamerah.co)

Raut wajah penuh harap emak-emak di Desa Tempirai saat menyaksikan langsung petugas Dinas PUTR yang mengukur jalan lumpur di desa mereka. Selain jalan, warga mendesak perbaikan fasilitas listrik yang kian memprihatinkan. (Foto: Dok/tintamerah.co)

PALI | tintamerah.co -, Perjuangan panjang emak-emak Dusun VIII Desa Tempirai yang sempat viral karena “menjerit” di tengah kubangan lumpur kini memasuki babak baru. Setelah rentetan laporan tajam mengenai “darurat moral pemimpin” dan “janji politik yang membusuk”, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akhirnya menunjukkan batang hidungnya.

Senin (6/4/2026), tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten PALI resmi “turun gunung” melakukan peninjauan lapangan dan pengukuran di lokasi jalan yang selama ini lebih mirip kubangan kerbau daripada akses transportasi warga.

Senyum Haru di Tengah Harapan yang Sempat Layu

Pantauan tintamerah.co di lapangan menunjukkan suasana emosional saat warga, didominasi oleh ibu-ibu (emak-emak), menyambut kedatangan Pak Ismad Rizhantari Cahya, Sudirman dan tim teknis Dinas PUTR. Bagi mereka, kehadiran petugas yang membawa meteran dan buku catatan ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan bukti bahwa “Surat Sakti” dan tekanan publik melalui pemberitaan media mulai membuahkan hasil.

BACA JUGA  Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

“Senang sekali, Pak! Semangat kami sekarang. Artinya keluhan kami selama ini didengar,” ujar salah satu ibu dengan mata berkaca-kaca saat diwawancarai.

Selama ini, warga Dusun VIII seolah merasa dianaktirikan. Di saat pejabat duduk manis di dalam mobil mewah, anak-anak sekolah di Tempirai harus bertarung dengan lumpur setiap pagi.

Bukan Hanya Jalan, Warga Tagih Solusi “Lampu Byar-Pet”

Menariknya, dalam peninjauan ini, aspirasi warga meluap lebih luas. Ternyata, penderitaan masyarakat Tempirai bersifat multidimensi. Selain infrastruktur jalan yang hancur, mereka juga mengeluhkan krisis listrik yang kronis.

“Kami minta dibangunkan jalan, tapi tolong juga lampu itu, Pak. Pasang tiang yang benar. Listrik di sini macet, sering mati-hidup, kasihan kulkas dan alat elektronik kami rusak. Kami ingin merdeka juga seperti daerah lain,” cetus seorang warga dengan nada tegas namun penuh harap.

BACA JUGA  Infrastruktur Dusun VIII Tempirai Terabaikan, Kades Muhammad Jonot: Dana Desa Tak Cukup, Butuh Intervensi Kabupaten dan PLN

Warga mendesak agar pembangunan ini dilakukan segera sebelum musim penghujan kembali tiba, agar sekolah anak-anak mereka tidak lagi terhambat oleh akses yang mustahil dilewati.

Menagih Komitmen di Ujung Penggaris PUTR

Peninjauan ini merupakan kelanjutan dari gelombang protes yang sebelumnya diberitakan oleh tintamerah.co. Sebelumnya, publik diingatkan pada janji-janji manis kampanye yang kontras dengan realitas di lapangan. Kini, dengan hadirnya tim pengukur, bola panas ada di tangan Dinas PUTR dan Bupati PALI.

Masyarakat Tempirai tidak butuh janji di atas kertas atau sekadar kunjungan foto-foto. Mereka membutuhkan:

  1. Realisasi Pengerasan dan Pengaspalan Jalan yang selama ini hanya jadi komoditas politik.
  2. Perbaikan Infrastruktur Listrik yang stabil.
  3. Kepastian Waktu Pengerjaan sebelum kemarau berlalu.

Catatan Redaksi: Formalitas atau Solusi Nyata?

Kehadiran perwakilan Dinas PUTR yang turun langsung mengukur dan mencatat daftar kebutuhan—termasuk gorong-gorong dan drainase—memang patut diapresiasi. Ini adalah langkah maju setelah sekian lama aspirasi warga seolah terbentur tembok tebal kekuasaan.

BACA JUGA  Polsek Penukal Abab Gelar Jum'at Curhat dan Pengecekan Harga Sembako Menjelang Tahun Baru 2023

Namun, rakyat Tempirai sudah kenyang dengan janji. Peninjauan hari ini adalah pertaruhan harga diri pemerintah daerah. Apakah meteran yang ditarik hari ini akan menjadi fondasi beton yang kokoh, atau justru kembali menguap seperti asap knalpot mobil dinas yang berlalu meninggalkan debu?

“Terima kasih Pak Bupati sudah ingat janji. Tapi tolong, percepat pembangunannya sebelum anak-anak kami jatuh lagi di lumpur,” pungkas seorang ibu sambil menatap petugas yang sedang sibuk mengukur jalan.

Kami akan terus mengawal setiap jengkal pembangunan di Tempirai. Karena bagi rakyat, janji adalah hutang, dan hutang harus dibayar tunai dengan pembangunan.

 

Penulis: Efran |  Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru