PALI | tintamerah.co -, Di tangan H. Kristian, politik tidak melulu soal kursi dan kekuasaan. Menjelang Idul Fitri 1447 H, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, ini justru memotret hari raya sebagai panggung besar untuk mengimplementasikan ideologi gotong royong secara nyata.
Kristian menginstruksikan seluruh kader banteng di PALI untuk tidak sekadar hadir secara simbolis. Ia menekankan agar kader terjun langsung membantu masyarakat, mulai dari menjaga kebersihan lokasi sholat hingga peka terhadap kebutuhan warga di lingkungan masing-masing.
“Kader partai harus menjadi bagian dari solusi. Kehadiran mereka harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil,” tutur Kristian dengan nada tajam dan lugas saat dihubungi tintamerah.co, Jumat (20/3/2026).
Lebih jauh, Kristian melihat Idul Fitri sebagai momentum “kembali fitrah” yang sangat krusial bagi dinamika politik di PALI. Ia mengajak para tokoh politik untuk meruntuhkan sekat-sekat perbedaan dan membuka ruang komunikasi yang lebih sejuk serta konstruktif.
Baginya, perbedaan pilihan politik adalah hal lumrah, namun persatuan untuk kesejahteraan masyarakat adalah tujuan akhir yang mutlak. “Idul Fitri harus menjadi jembatan untuk saling memaafkan dan memperkuat kolaborasi demi kemajuan daerah,” tambahnya.
Melalui pesan “Minal Aidin Wal Faizin”, Kristian menitipkan harapan agar semangat Idul Fitri mampu mencairkan ketegangan politik dan mempererat kembali ikatan persaudaraan di Bumi Serepat Serasan. Sebuah diplomasi hati yang diharapkan mampu membawa PALI menuju masa depan yang lebih sejahtera.
Laporan: Efran















