PALI | tintamerah.co -, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan terus mematangkan arah pembangunan daerah guna mencapai target kemandirian ekonomi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten PALI menekankan bahwa tahun ini merupakan momentum krusial untuk sinkronisasi program pusat dan daerah.
Dalam keterangan pers yang diterima tintamerah.co, Senin (9/3/2026), Kepala Bappeda PALI, Hj. Rina Anggarini, mengungkapkan bahwa strategi pembangunan Kabupaten PALI kini bertumpu pada empat pilar utama: infrastruktur konektivitas, penguatan UMKM, peningkatan kualitas SDM, serta optimalisasi sektor pertanian.
Fokus Utama Pembangunan 2026
Menurut beliau, perencanaan tahun ini tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga memastikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
- Integrasi Infrastruktur: Pembangunan jalan penghubung antar-kecamatan tetap menjadi prioritas untuk memangkas biaya logistik hasil bumi.
- Transformasi Ekonomi: Mendorong hilirisasi produk pertanian agar komoditas unggulan PALI memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan keluar daerah.
- Penurunan Angka Kemiskinan Ekstrem: Melalui program pemberdayaan yang terukur dan tepat sasaran berdasarkan data tunggal.
“Kami tidak ingin pembangunan berjalan sendiri-sendiri. Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bergerak dalam satu irama. Tugas Bappeda adalah memastikan setiap rupiah yang dianggarkan memiliki output dan outcome yang jelas bagi masyarakat PALI,” ujar Rina.
Tantangan dan Inovasi Pendanaan
Menyikapi keterbatasan fiskal, Bappeda PALI mulai menjajaki skema pendanaan kreatif di luar APBD murni.
| Sektor Prioritas | Target Capaian 2026 | Strategi |
| Infrastruktur | 90% Kemantapan Jalan | Optimalisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) & CSR |
| Kesehatan | Penurunan Stunting < 10% | Kolaborasi Lintas Sektoral & Edukasi Gizi |
| Pendidikan | Peningkatan IPM | Beasiswa Daerah & Pelatihan Vokasi |
Rina menambahkan bahwa pihaknya tengah memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Pusat untuk menarik lebih banyak proyek strategis nasional ke Bumi Serepat Serasan.
Transparansi dan Partisipasi Publik
Pihaknya juga memastikan bahwa proses perencanaan pembangunan tetap mengedepankan prinsip partisipatif. Mulai dari tingkat Musrenbang Desa hingga Kabupaten, aspirasi masyarakat disaring dengan ketat melalui sistem informasi pembangunan daerah yang transparan.
“Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Kami sangat terbuka terhadap masukan dan kritik konstruktif demi kemajuan PALI yang kita cintai,” tutup Rina.
Penulis: ej@ | Editor: Efran















