Babak Baru Skandal Cetak Sawah Tempirai: Kades Muhammad Jonot Menantang, ‘Silakan Lapor, Saya Tidak Takut!’

Minggu, 5 April 2026 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"TAK GENTAR: Kepala Desa Tempirai, Muhammad Jonot, saat memberikan keterangan terkait laporan YKBHN ke Polres PALI, Minggu (29/3/2026). Jonot menegaskan tidak takut menghadapi proses hukum terkait sengketa lahan cetak sawah yang menyeret namanya." (Foto Ilustrasi AI: Dok/tintamerah.co)

PALI | tintamerah.co -, Tensi panas antara Pemerintah Desa Tempirai dan Yayasan Keadilan dan Bantuan Hukum Nusantara (YKBHN) memasuki babak baru yang kian mendidih. Kepala Desa Tempirai, Muhammad Jonot, akhirnya angkat bicara terkait laporan hukum yang dilayangkan terhadap dirinya ke Polres PALI. Alih-alih gentar, Jonot justru menunjukkan sikap menantang dan menegaskan dirinya siap menghadapi proses hukum.

“Silakan mau lapor ke mana saja, itu hak mereka. Kalau dipanggil, saya datang. Kenapa harus takut? Selagi kita punya alasan yang kuat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tegas Muhammad Jonot dalam wawancara eksklusif bersama tintamerah.co, Minggu (29/3/2026).

Dugaan Zalimi Rakyat dan Lahan Bermasalah

Sikap “kepala batu” sang Kades ini bak menyiram bensin ke dalam api. Pasalnya, YKBHN resmi melaporkan Jonot atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan penzaliman terhadap hak-hak rakyat dalam proyek cetak sawah yang kontroversial.

BACA JUGA  Pipa Gas di Sungai Deras Terkendali, Pertamina Pastikan Keamanan Warga dan Lingkungan

Skandal ini bermula dari jeritan warga, termasuk perlawanan hukum yang dilakukan Suparin atas tanah warisnya yang diduga dicaplok tanpa permisi. Tak hanya itu, investigasi sebelumnya mengungkap aroma busuk dugaan proyek fiktif ratusan hektar yang hingga kini tak jelas pengerjaannya, namun telah merusak lahan milik warga.

Uang Rp300 Juta Jadi Penghalang Damai

Dalam rekaman wawancara tersebut, Jonot mengungkapkan bahwa pangkal buntu-nya penyelesaian masalah ini adalah tuntutan ganti rugi yang dianggapnya terlalu tinggi.

“Mereka (pihak yang merasa dirugikan) meminta uang Rp300 juta. Saya sudah lempar masalah ini ke tingkat Kecamatan, tapi mereka tidak sanggup. Kelompok tani Penting Harianto juga tidak menyanggupi angka itu. Itulah kenapa tidak ada titik temu,” ujar Jonot dengan nada datar.

Jonot bersikeras bahwa selama lahan tersebut masih dalam status sengketa, dirinya tidak bisa mengeluarkan surat-surat yang diminta. Ia berdalih tindakannya justru untuk menghindari pelanggaran hukum yang lebih jauh.

BACA JUGA  Cium Aroma Korupsi di PT. PAS, Singa Abab Ancam akan Demo Kejari PALI

Birokrasi yang Bungkam dan ‘Bola Panas’ yang Dilempar

Sikap menantang Kades Jonot ini seolah mendapat ruang karena lambannya respon birokrasi di Kabupaten PALI. Sebelumnya, Camat Penukal Utara terkesan “buang badan” dan melempar bola panas penanganan kasus ini ke pihak Kepolisian (Polsek).

Keheningan birokrasi ini dinilai banyak pihak sebagai bentuk pembiaran terhadap penderitaan warga Tempirai yang lahannya kini hancur namun tak kunjung mendapat keadilan.

Lampu Kuning untuk APH

Dengan laporan yang sudah resmi masuk ke meja Polres PALI, publik kini menanti taji aparat penegak hukum (APH). Apakah laporan YKBHN akan menjadi “peti es”, ataukah keberanian Muhammad Jonot akan berakhir di balik jeruji besi jika terbukti melakukan penzaliman sistematis terhadap warga?

BACA JUGA  Ramadhan 1442 H, Pertamina Adera Field Salurkan 1.080 Paket Sembako kepada Masyarakat

Satu yang pasti, warga Tempirai tidak akan lagi diam melihat tanah leluhur mereka digilas alat berat atas nama proyek yang diduga kuat hanya menguntungkan segelintir elit desa.

Konfirmasi Pihak Terkait

Sementara itu, guna menjaga keberimbangan informasi, tintamerah.co telah berupaya melayangkan surat permohonan wawancara dan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Ahmad Jhoni, pada Rabu (18/3/2026). Upaya ini dilakukan untuk mengklarifikasi keterlibatan serta tanggung jawab dinas dan kelompok tani terkait dugaan skandal program cetak sawah di Desa Tempirai yang kini memanas.

Namun, sangat disayangkan, hingga berita ini diturunkan, Ahmad Jhoni belum memberikan keterangan resmi ataupun tanggapan mengenai persoalan tersebut. Bungkamnya para pemangku kepentingan ini kian memperpanjang daftar tanya publik atas transparansi proyek yang diduga telah merugikan hak-hak warga Desa Tempirai.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru