Borok Menahun di Pertamina Adera: Antara Monopoli Proyek dan Skandal “Titipan” yang Menggurita

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator FPR PALI, Syafri, saat memberikan keterangan terkait dugaan praktik mafia proyek dan rekrutmen

Koordinator FPR PALI, Syafri, saat memberikan keterangan terkait dugaan praktik mafia proyek dan rekrutmen "titipan" di Pertamina EP Adera Field Zona 4. FPR mendesak audit menyeluruh terhadap sistem tata kelola yang dinilai merugikan pengusaha lokal dan pencari kerja daerah. (Foto: Dok/Syafri)

PALI | tintamerah.co -, Tabir gelap yang menyelimuti operasional Pertamina EP Hulu Rokan Zona 4 Adera Field kini bukan lagi sekadar desas-desus di warung kopi. Sorotan tajam Ketua MPC Pemuda Pancasila yang juga menjabat Ketua DPRD PALI yang membidik dugaan praktik mafia proyek dan rekrutmen tenaga kerja berbasis “jalur orang dalam” menjadi konfirmasi atas bobroknya tata kelola di salah satu objek vital nasional tersebut.

Gelombang perlawanan pun mulai mengkristal. Koordinator Front Perlawanan Rakyat (FPR) Kabupaten PALI, Syafri, menegaskan bahwa suara dari lembaga legislatif ini adalah alarm keras akan adanya masalah struktural yang sudah stadium empat.

Bukan Sekadar Isu, Tapi Penindasan Sistematis

Pernyataan Syafri ini sejalan dengan laporan mendalam yang sebelumnya diungkap oleh tintamerah.co dalam ulasan bertajuk “Borok di Tubuh Pertamina Adera: Antara Mafia Proyek dan Titipan Orang Dalam”. Fakta-fakta yang muncul ke permukaan menggambarkan sebuah realitas pahit: proses lelang proyek yang tertutup dan rekrutmen yang mengabaikan kompetensi demi mengakomodasi syahwat kronisme.

BACA JUGA  Strategi Fiskal Bappeda PALI: Kejar Target APBD Rp2 Triliun di Tengah Pemotongan Dana Pusat

“Ketika proses tender tidak lagi kompetitif dan rekrutmen hanya menjadi ajang bagi-bagi jatah, maka prinsip keadilan telah mati di tanah PALI,” tegas Syafri dalam keterangan pers-nya kepada tintamerah.co, Jumat (27/3/2026).

Logika good governance yang seharusnya menjadi napas BUMN seolah menguap begitu saja. Yang tersisa hanyalah aroma amis praktik kotor yang menguntungkan segelintir kelompok, sementara pengusaha lokal yang jujur dan pencari kerja berbakat hanya bisa menjadi penonton di tanah kelahiran mereka sendiri.

Bom Waktu Konflik Sosial

Ketidakadilan ini bukan tanpa risiko. Syafri memperingatkan bahwa Pertamina Adera sedang menabung “bom waktu” berupa kecemburuan sosial yang akut. Jika akses ekonomi dan lapangan kerja dipagari oleh tembok nepotisme, maka gesekan antara masyarakat dan perusahaan tak akan terelakkan.

“Rasa keadilan itu penting. Ketika masyarakat merasa dikhianati oleh sistem yang korup, maka jangan salahkan jika kepercayaan publik runtuh dan berubah menjadi resistensi,” ujar Syafri dengan nada pedas.

BACA JUGA  HPN 2026: Refleksi Peradaban Pers di PALI, Firdaus Hasbullah Tekankan Kompetensi dan Independensi

Eksploitasi sumber daya alam di Bumi Serepat Serasan seharusnya menjadi berkah, bukan kutukan bagi warga sekitar. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan kontras yang menyakitkan: minyak diperas dari bawah kaki rakyat, namun kemakmurannya hanya dinikmati oleh mereka yang punya “link” ke dalam lingkaran setan tersebut.

Mendesak Audit Total: Jangan Ada Main Mata!

FPR PALI kini menuntut langkah konkret, bukan sekadar janji manis atau siaran pers normatif. SKK Migas sebagai lembaga pengawas ditantang untuk menunjukkan taringnya. Evaluasi dan audit menyeluruh terhadap proses pengadaan barang dan jasa (PBJ) serta sistem rekrutmen di Adera Field adalah harga mati.

“Kami butuh transparansi, bukan akrobat regulasi yang menutupi kesalahan. Persoalan ini tidak boleh berlarut-larut atau diselesaikan di bawah meja,” tambah Syafri.

BACA JUGA  Targetkan Vaksinasi Masyarakat Lansia, Pemkab PALI Gelar Rapat Pemantapan

Komitmen untuk memperbaiki sistem harus dibuktikan dengan tindakan nyata—memutus rantai mafia proyek dan membuka pintu rekrutmen selebar-lebarnya bagi putra daerah yang berkompeten, tanpa perlu surat sakti dari pejabat atau orang dalam.

Titik Balik atau Tetap Berkubang Lumpur?

Kini bola panas ada di tangan manajemen Pertamina EP Hulu Rokan Zona 4 Adera Field. Apakah mereka akan terus menutup mata dan membiarkan “borok” ini semakin membusuk, atau berani melakukan pembersihan besar-besaran?

Masyarakat PALI, melalui mata jurnalisme investigatif dan gerakan rakyat, akan terus mengawal. Sebab, di balik setiap barel minyak yang dihasilkan, ada hak rakyat yang harus ditunaikan secara adil dan bermartabat.

“Yang kita butuhkan bukan saling menyalahkan, tapi keberanian untuk membedah borok ini sampai ke akarnya agar sistem kembali berpihak pada rakyat,” pungkas Syafri.

 

Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co

 

Berita Terkait

Hari Ini, Pemkab PALI Resmikan Posko Damkar Penukal di Gunung Menang
Momentum Bersejarah, Rizal Pahlevi Pastikan Posko Damkar Penukal di Gunung Menang Resmi Beroperasi Hari Ini
Menjemput Asa di Kandang Samping Rumah: Kisah Amat Surman dan Transformasi Ekonomi Desa Sirah Pulau Lewat Program PTBA
Pos Damkar Gunung Menang Strategis, Eka Puriyadi Dorong Desa Air Itam Jadi Titik Perluasan Berikutnya
Disnarkertrans PALI Bongkar Kepatuhan Minim Kontraktor: Tegaskan Perusahaan Wajib Lapor Rekrutmen Tenaga Kerja
TEGAS! Disnakertrans PALI Ultimatum Perusahaan: Wajib Lapor Lowongan Kerja & Prioritaskan Tenaga Lokal Demi Tekan Pengangguran
Buktikan Komitmen Nyata, Damkar PT Pertamina EP Pendopo Field Sigap Padamkan Karhutla & Kebakaran Permukiman di PALI: Siaga 24 Jam di Nomor Darurat 08117884816
BUKTIKAN KOMITMEN NYATA! Usai Padamkan Karhutla di Talang Akar, Damkar PT Pertamina EP Pendopo Field Kembali Bergerak Cepat Jinakkan Kebakaran di Desa Suka Maju

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:34 WIB

Hari Ini, Pemkab PALI Resmikan Posko Damkar Penukal di Gunung Menang

Rabu, 9 September 2026 - 08:09 WIB

Momentum Bersejarah, Rizal Pahlevi Pastikan Posko Damkar Penukal di Gunung Menang Resmi Beroperasi Hari Ini

Selasa, 1 September 2026 - 21:26 WIB

Menjemput Asa di Kandang Samping Rumah: Kisah Amat Surman dan Transformasi Ekonomi Desa Sirah Pulau Lewat Program PTBA

Selasa, 1 September 2026 - 09:24 WIB

Pos Damkar Gunung Menang Strategis, Eka Puriyadi Dorong Desa Air Itam Jadi Titik Perluasan Berikutnya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Disnarkertrans PALI Bongkar Kepatuhan Minim Kontraktor: Tegaskan Perusahaan Wajib Lapor Rekrutmen Tenaga Kerja

Berita Terbaru