dr. Yudi Fadilah Nahkodai RS Muhammadiyah Palembang 2025–2029

Sabtu, 27 September 2025 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | tintamerah.co.id -, Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang resmi melantik jajaran pimpinan baru untuk periode 2025–2029. dr. Yudi Fadilah, SpPD-KKV, FINASIM, MARS, dipercaya sebagai Direktur, didampingi Yuzar, SE, MM sebagai Wakil Direktur.

Dalam sambutannya, dr. Yudi menegaskan bahwa jabatan ini bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan. Ia menyinggung banyaknya ucapan selamat yang tertulis di papan bunga, menurutnya belum pantas disandang sebelum amanah dijalankan dengan baik.

“Pelantikan ini adalah amanah yang sangat berat. Kami belum bisa disebut selamat, karena perjalanan ini baru dimulai. Insya Allah, kami akan berusaha menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, dr. Yudi juga meresmikan ruang rawat inap standar sesuai ketentuan pemerintah. Dari total 167 tempat tidur, sebanyak 53 sudah memenuhi kriteria Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), melampaui batas minimal 40 persen yang ditetapkan.

BACA JUGA  Yudha Novanza: UU Penyiaran Perlu Sinkron dengan UU ITE untuk Awasi Media Sosial

Tak hanya itu, ia juga memaparkan cita-cita besar agar RS Muhammadiyah Palembang berkembang menjadi rumah sakit pendidikan. Keberadaan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang menjadi peluang kolaborasi dalam bidang akademik dan riset kesehatan.

Ketua Pimpinan Muhammadiyah Palembang, Ridwan Hayaturi, menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan rumah sakit. Menurutnya, RS Muhammadiyah bukan hanya milik organisasi, tetapi juga bagian dari masyarakat.

“Rumah sakit ini milik kita bersama, milik masyarakat. Karena itu, prinsip transparansi mutlak diterapkan. Amanah ini bukan hanya tanggung jawab manajemen, tetapi juga kepercayaan yang diberikan Allah melalui masyarakat,” tegasnya.

Ridwan juga menyampaikan capaian manajemen dalam satu tahun terakhir, yakni pendapatan RS Muhammadiyah Palembang meningkat dari Rp 60 miliar menjadi Rp 77 miliar per tahun. Menurutnya, hal itu tak lepas dari kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh.

BACA JUGA  Syi'arkan Ajaran Islam di Bulan Ramadhan Lewat Lomba Islami

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, mengapresiasi kontribusi nyata RS Muhammadiyah Palembang dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya melalui sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Rumah sakit dituntut bermutu, kompetitif, dan berorientasi pada pasien. Kami berharap RS Muhammadiyah Palembang terus meningkatkan kualitas pelayanan sesuai standar nasional, sehingga pasien dapat merasakan aman, nyaman, dan cepat sembuh,” ungkapnya.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Pembinaan Kesehatan Umum, Kesejahteraan Sosial, dan Resiliensi Bencana, Dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S., juga hadir memberikan pesan penting. Ia menegaskan bahwa spirit awal perjuangan Muhammadiyah berangkat dari nilai Al-Maun, yakni kepedulian terhadap kaum dhuafa dan fakir miskin.

“KH Ahmad Dahlan mendirikan klinik yang kini menjadi cikal bakal Penolong Kesengsaraan Umum (PKO) Muhammadiyah untuk menyembuhkan orang sakit. Itu adalah wujud nyata kepedulian Muhammadiyah sejak awal,” ujarnya.

BACA JUGA  KSSS Gelar Rapat Internal Jelang Persiapan PON 2024

Agus menambahkan, kesehatan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan. “Sehat itu bukan segalanya, tetapi semua hal tidak bisa dinikmati jika kita tidak sehat,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa RS Muhammadiyah adalah bagian penting dalam mendukung amal usaha sekaligus mitra strategis perguruan tinggi Muhammadiyah.

“Sekitar 60 persen masyarakat dilayani oleh sektor swasta. Karena itu, kekuatan pelayanan kesehatan tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga swasta. RS Muhammadiyah harus menjadi bagian dari ekosistem ini,” jelasnya.

Ia juga menyoroti penyakit-penyakit katastropik yang menjadi perhatian besar pemerintah, yakni KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi/penyakit ginjal-saluran kemih). Menurutnya, kelompok penyakit kronis ini membutuhkan penanganan serius karena tingginya angka kejadian serta kontribusinya terhadap beban pembiayaan kesehatan.

 

Laporan        : yulie

Editor           : ej@/tintamerah

Berita Terkait

PMII Palembang Awards 2026: Kombes Pol Sonny Mahar Adityawan Dinobatkan Sebagai Pelopor Kepolisian Humanis
Buka Seleksi Daerah, Firdaus Hasbullah Bakar Semangat Atlet Panahan Sumsel: Ini Gerbang Menuju Panggung Nasional!
Respon Tegas Firdaus Hasbullah: Di Balik Absennya di Senam LLI, Ada Komitmen Pembinaan Atlet yang Tak Kalah Penting
DIISUKAN TERJARING OTT KEJATI SUMSEL, KEPALA BAPENDA PALI ANGKAT BICARA: “ITU HOAX, SAYA DI PALEMBANG!”
Gubernur Herman Deru Dobrak Kebangkitan Padel Sumsel: Ende Vol. 1 Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Ruang Jiwa Sehat dan Silaturahmi Tangguh!
MENANTANG ARUS TRANSPARANSI: Efran Terima Mandat FKS PALI, Ketum Suparman Romans Tegaskan Komite Bukan ‘Stempel’ Pungutan Liar!
Bawa Misi Transparansi, Jurnalis Bumi Serepat Serasan Efran Resmi Terima Mandat Bentuk FKS Kabupaten PALI
Wujudkan SDM Polri Unggul, Polda Sumsel Gelar Seleksi Ketat Fisik Taruna Akpol 2026 di Jakabaring

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:25 WIB

PMII Palembang Awards 2026: Kombes Pol Sonny Mahar Adityawan Dinobatkan Sebagai Pelopor Kepolisian Humanis

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:15 WIB

Buka Seleksi Daerah, Firdaus Hasbullah Bakar Semangat Atlet Panahan Sumsel: Ini Gerbang Menuju Panggung Nasional!

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:07 WIB

Respon Tegas Firdaus Hasbullah: Di Balik Absennya di Senam LLI, Ada Komitmen Pembinaan Atlet yang Tak Kalah Penting

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:09 WIB

DIISUKAN TERJARING OTT KEJATI SUMSEL, KEPALA BAPENDA PALI ANGKAT BICARA: “ITU HOAX, SAYA DI PALEMBANG!”

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:29 WIB

Gubernur Herman Deru Dobrak Kebangkitan Padel Sumsel: Ende Vol. 1 Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Ruang Jiwa Sehat dan Silaturahmi Tangguh!

Berita Terbaru