PALI | Tintamerah.co.id -, Dinas Pertanian kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan mantan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) desa Pengabuan melakukan peninjauan alat pertanian di salah satu kebun warga desa Talang Akar kecamatan Talang Ubi, Selasa (24/05/22).
Alat berat jenis excavator PC 200 merk Caterpilar milik dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan yang sebelumnya tenggelam di desa pengabuan tahun 2020 silam, hilang beberapa komponen perangkat pendukungnya.
Mantan Ketua Gapoktan Pengabuan Sarbeni membenarkan ada beberapa onderdil yang hilang setelah dilakukan pengecekan dilokasi.
“Monitor, Komputer, Box Sekring itu dan baterai,” kata Sarbeni kepada Tintamerah.co.id.
Selain itu, ujar Sarbeni, saat evakuasi di Pengabuan, Final Drive dilepas dan disimpan didalam karung juga tidak ada dilokasi excavator ditempatkan.
Ia menegaskan bisa membuktikan saat penyerahan excavator ke dinas pertanian semua dalam keadaan lengkap, namun onderdil hilang setelah excavator diserahkan.
Menurut dia, yang mengambil excavator di Pengabuan adalah staf dinas pertanian dan bagian transpot dinas Pekerjaan Umum PALI.
“Sisanya kami tidak tahu lagi waktu dari pengabuan, kami tahu ada alat yang hilang kami ngecek kesini, September, bulan September 2021 kemarin kami ngecek kesini,” ungkap dia.
Sementara, Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Sapras dinas Pertanian PALI Sugi Harsono membenarkan alat pertanian tersebut diletakan di kebun miliknya.
“Ini rusak, Pindad ini rusak, Pindad itu juga rusak cuma hidup mesin cuma agak susah, yang agak normal itu yang kuning (excavator merk JCB),” kata dia.
Dia menuturkan, karena dinas pertanian tidak memiliki lahan tempat alat berat jadi meminjam pakai lahan kebun miliknya.
Lebih lanjut dia menegaskan tidak mengetahui secara pasti kehilangan onderdil alat berat, karena menurut dia ketiga alat berat yang lain onderdilnya tidak ada yang hilang.
Selain itu, dia menerangkan tidak bisa menjelaskan kapan hilangnya onderdil excavator yang dari Pengabuan.
“Karena sampe hari ini kami tidak sentuh alat ini,” terang dia.
Menanggapi Sugi Harsono yang tidak mengetahui lebih jelas kehilangan onderil alat berat tersebut, Sarbeni menegaskan saat Excavator diserahkan ke dinas pertanian semua dalam keadaan lengkap.
“Waktu kami cek kesini tidak ada lagi, terlepas dia (Sugi Harsono) tahu dengan tidak kami tidak bisa bicara,” pungkas Sarbeni.
Menurut dia, saat evakuasi dan penyerahan excavator semua onderdil ada didalam dokumentasi bentuk video.
“Seperti komputer saat waktu dinaikan ke mobil untuk dibawah kesini ada, tapi kan sekarang tidak ada,” jelas Sarbeni.
Sarbeni mengatakan tidak mungkin onderdil itu hilang sebelum excavator diserahkan, karena pada waktu itu semua alat lengkap saat dinaikan ke mobil angkutan.
Kemudian Sugi Harsono memastikan onderdil yang hilang bukan pada saat excavator di tempatkan di lahan miliknya, karena dari awal excavator ditempatkan dikebunnya ada petugas yang menjaga.
Namun Sarbeni menyangkal, saat penyerahan excavator ada berita acara yang menjelaskan semua alatnya lengkap, hanya bucket dan conter weight yang dilepas.
Ditempat yang sama Sekretaris Dinas Pertanian PALI Ali Sadikin, SP mengatakan peninjauan kelokasi alat pertanian untuk mengklarifikasi laporan Sarbeni terkait barang yang hilang.
“Jadi kita hari ini mengklarifikasi yang kata pak Sarbeni kehilangan alat itu,” kata Ali.
Selian itu, pihaknya akan mengklarifikasi dari pihak dinas pertanian yang menerima alat tersebut kemudian akan diputuskan kepala dinas.
Tetapi menurut dia hasil klarifikasi hari ini tidak membuahkan hasil karena baru Sarbeni yang bisa diklarifikasi.
Kendati demikian, pihaknya akan mengupayakan alat tersebut bisa diperbaiki sehingga menjadi manfaat masyarakat petani.
“Jadi kita ketahui dulu mana yang hilang karena belum diketahui, bagaimana kita mau memperbaiki maka kita ajak pak Sarbeni dan kawan-kawan mana yang hilang baru kita cari jalan tengahnya,” imbuh dia.
Selain itu, kata dia, pihaknya kedepannya menambah tenaga kerja untuk penjagaan walaupun saat ini sudah ada dua kepala keluarga yang menjaga alat tersebut.
Lebih lanjut dia menuturkan, pihaknya mencari informasi dan mengumpulkan data apakah saat berangkat dari Pengabuan kompenen excavator semua terpasang atau tidak.
Untuk saat ini, ujar dia, pihaknya belum berani menyimpulkan barang itu hilangnya di Pengabuan atau setelah diterima petugas dinas pertanian.
“Jadi kita kroscek barang-barang yang diterima waktu itu dan mempertanyakan barang yang didalam karung keberadaanya dimana, karena yang membawah excavator bukan kita, staf dinas pertanian kita,” tutupnya.
Sementara, Babinkamtibmas Koramil Talang Ubi Umar mengatakan dinas pertanian PALI sebelumnya menginformasikan ada penempatan alat pertanian di desa Talang Akar.
“Pak Umar di desa bapak itu kita tempatkan alat oplah pertanian,” kata dia.
Beberapa bulan yang lalu dia mendapat informasi dari Sarbeni terkait kehilangan onderdil alat berat di wilayah tugasnya.
“Pak Umar alat yang ditempatkan di wilayah bapak itu ternyata ada yang hilang,” ujar dia.
Atas kejadian itu, kedepan pihaknya akan bekerjasama dengan dinas pertanian akan lebih intens melakukan penjagaan.
Laporan : Efran















