Firdaus Hasbullah: Mahasiswa PALI Jangan Tercabut dari Akar, Jaga Marwah Daerah dengan Integritas

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Firdaus Hasbullah saat menjadi orator dalam demostrasi tuntutan reformasi 98 di depan Markas Kodam II/Sriwijaya
(Dok/FH)

Firdaus Hasbullah saat menjadi orator dalam demostrasi tuntutan reformasi 98 di depan Markas Kodam II/Sriwijaya (Dok/FH)

PALI | tintamerah.co -, Di tengah arus perubahan zaman yang serba cepat, eksistensi anak muda di daerah asal menjadi kunci penentu arah pembangunan. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Firdaus Hasbullah, saat menyoroti peran strategis generasi muda dan aktivisme mahasiswa dalam konteks pembangunan daerah.

Menurut Firdaus, tanah kelahiran bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang perjuangan yang menuntut keberanian pikiran dan tenaga. Ia menekankan bahwa anak muda, khususnya mahasiswa asal Bumi Serepat Serasan, tidak boleh tercerabut dari akar identitasnya.

“Tanah kelahiran adalah tempat di mana identitas, sejarah, dan masa depan berkelindan. Anak muda harus menjadi pelaku perubahan, bukan sekadar penonton. Berjuang di tanah sendiri adalah investasi harapan jangka panjang untuk memperbaiki sistem dan memperkuat nilai keadilan,” ujar Firdaus kepada tintamerah.co, Rabu (4/3/2026).

Formapali sebagai Simbol Kesadaran Kolektif

Firdaus juga memberikan apresiasi khusus terhadap keberadaan Forum Mahasiswa PALI (Formapali) Jabodetabek. Bagi beliau, forum ini merupakan simbol bahwa kesadaran kolektif anak muda masih menyala.

Namun, ia tidak menampik bahwa gerakan kritis mahasiswa seringkali membuat pihak-pihak yang berkuasa merasa tidak nyaman. Tekanan, stigma, hingga upaya meredam suara kritis menjadi tantangan nyata yang dihadapi aktivis saat ini.

BACA JUGA  Jembatan Rusak Berat, Semua Pihak di PALI Kompak Tak Bergeming

“Eksistensi Formapali sangat penting sebagai penyeimbang demokrasi. Jangan gentar terhadap tekanan atau intimidasi. Sejarah membuktikan perubahan besar lahir dari keberanian pemuda yang teguh prinsip. Kekuatan terbesar mahasiswa bukan pada kekuasaan, tapi pada konsistensi sikap dan kejernihan pikiran,” tegas Firdaus.

Evolusi Aktivisme: Dari Jalanan ke Intelektualitas

Membandingkan era Reformasi 1998 dengan masa kini, Firdaus menjelaskan adanya evolusi dalam dunia aktivisme. Jika dahulu gerakan identik dengan mobilisasi massa besar-besaran di jalanan, maka aktivis masa kini dituntut memiliki kecerdasan yang lebih kompleks.

Tantangan hari ini, menurutnya, jauh lebih halus namun berbahaya, seperti disinformasi, delegitimasi gerakan melalui opini digital, hingga tekanan sosial yang sistematis.

“Menjadi aktivis hari ini tidak harus selalu keras, tapi wajib cerdas. Perjuangan kini merambah ke ruang diskusi, riset, media, dan advokasi berbasis data. Ini adalah bentuk evolusi gerakan, bukan pelemahan,” jelas Firdaus.

Pesan Moral: Jaga Integritas, Lawan Godaan

Menutup pernyataannya, Firdaus Hasbullah menitipkan pesan moral yang mendalam bagi seluruh mahasiswa dan anggota FORMAPALI. Ia meminta agar integritas tetap menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai godaan kekuasaan.

BACA JUGA  Kapolres PALI Berikan Tali Asih Pada Seorang Janda

“Pesan saya satu: jangan mudah terpecah dan jangan mau dibungkam oleh rasa takut atau iming-iming kepentingan jangka pendek. Tetaplah santun dalam sikap, namun kokoh dalam prinsip. Selama semangat kolektif dirawat, tidak ada tekanan yang mampu memadamkan suara perjuangan yang lahir dari cinta terhadap daerah,” pungkas Firdaus.

Firdaus berharap mahasiswa tetap menjadi “cahaya kritis” yang memastikan kekuasaan tetap berjalan di koridor kepentingan rakyat, demi menjaga marwah daerah dan masa depan bangsa.

Firdaus Hasbullah dalam Dunia ‘Pergerakan’

Dalam kancah pergerakan dan aktivisme di Sumatera Selatan, nama Firdaus Hasbullah dikenal sebagai sosok yang memiliki rekam jejak panjang, mulai dari barisan demonstrasi mahasiswa hingga ke meja kebijakan. Ia adalah prototipe aktivis yang berhasil melakukan transisi dari pergerakan jalanan menuju peran strategis di organisasi profesi dan politik.

Firdaus mengawali taringnya sebagai aktivis mahasiswa yang vokal. Ia merupakan bagian dari generasi yang dibentuk oleh dinamika pasca-reformasi di Sumatera Selatan. Namanya mencuat melalui keterlibatannya di organisasi internal maupun eksternal kampus, di mana ia mengasah kemampuan retorika dan pengorganisasian massa. Loyalitasnya terhadap isu-isu kerakyatan di Sumsel membuatnya dihormati oleh lintas generasi aktivis di Palembang dan sekitarnya.

BACA JUGA  Pilkades Serantak 17 Desa Akan Digelar Pada 5 Juli 2023

Setelah menanggalkan jaket mahasiswanya, Firdaus tidak meninggalkan dunia aktivisme. Ia memilih jalur hukum sebagai instrumen perjuangan baru dengan menjadi seorang Advokat. Di dunia hukum, ia sering terlibat dalam pendampingan kasus-kasus yang menyentuh kepentingan publik. Perannya sebagai praktisi hukum memberinya dimensi baru: ia tidak hanya mampu berteriak di lapangan, tetapi juga piawai beradu argumen di ruang sidang untuk membela hak-hak sipil.

Firdaus dikenal dengan gaya komunikasi yang luwes namun tegas. Sebagai seorang tokoh asal Bumi Serepat Serasan, ia membawa karakter khas daerahnya yang berani dan blak-blakan. Dalam dunia aktivis Sumsel, ia dipandang sebagai sosok “abang” atau senior yang mampu menjembatani idealisme mahasiswa dengan realitas politik praktis.

Kesimpulannya, Firdaus Hasbullah bukan sekadar nama dalam daftar aktivis, melainkan representasi dari evolusi penggiat gerakan di Sumatera Selatan: bermula dari lapangan, matang di dunia hukum, dan berpengaruh di panggung kebijakan publik.

 

Editor: Efran

Berita Terkait

Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI
Dinilai Berpihak dan Tabrak Permendagri, AMTRB Konsolidasi Gelar ‘Demo Jilid II’: Wang Tempirai Raya Siap Serbu Kantor Bupati PALI!
Terungkap! Pernyataan Mantan Kades Tempirai Selatan Bongkar Borok Tapal Batas, Desak Penyelesaian Lewat Sumpah Saksi Tua dan Perlawanan Sengit Perbup PALI No. 62/2023
AMTRB Tegaskan Pemkab PALI Tidak Netral dalam Kasus Perbup No. 62 Tahun 2023
Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat, Bupati Asgianto Perintahkan Bagian Hukum dan Ekonomi Bergerak Taktis: “Kita Tidak Menghalangi Investasi, Tapi Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan!”
“Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!”: Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 22:13 WIB

Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal

Minggu, 27 September 2026 - 21:59 WIB

PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif

Minggu, 27 September 2026 - 11:58 WIB

Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Minggu, 27 September 2026 - 11:43 WIB

Dinilai Berpihak dan Tabrak Permendagri, AMTRB Konsolidasi Gelar ‘Demo Jilid II’: Wang Tempirai Raya Siap Serbu Kantor Bupati PALI!

Minggu, 27 September 2026 - 10:58 WIB

Terungkap! Pernyataan Mantan Kades Tempirai Selatan Bongkar Borok Tapal Batas, Desak Penyelesaian Lewat Sumpah Saksi Tua dan Perlawanan Sengit Perbup PALI No. 62/2023

Berita Terbaru