PALI | tintamerah.co -, Semangat kebangsaan membara di Bumi Serepat Serasan. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan secara resmi menggelar gladi bersih upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Lapangan Stadion Gelora November, Pertamina, Pendopo, Talang Ubi, pada Sabtu (15/8/2026). Gladi bersih ini menjadi tahap akhir yang krusial untuk memastikan seluruh persiapan detik-detik proklamasi berjalan tanpa cela.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten PALI, Dedi Ahmadi, yang hadir langsung di lokasi untuk memantau jalannya simulasi upacara, memberikan pernyataan tegas dan penuh penekanan saat diwawancarai oleh tintamerah.co.
Komitmen Total Menuju Puncak Perayaan
Dalam wawancaranya, Dedi Ahmadi menyatakan bahwa seluruh rangkaian persiapan yang ditempuh oleh para putra-putri terbaik daerah telah mencapai tahap optimal. Ia optimis pasukan yang dilatih dengan disiplin tinggi ini mampu menjalankan tugas negara dengan sempurna pada 17 Agustus mendatang.
“Kita bisa melihat sendiri bagaimana kedisiplinan dan mental para peserta diuji dalam gladi bersih hari ini. Seluruh proses panjang yang telah dilalui membuktikan bahwa mereka siap mengukir sejarah di HUT RI ke-81. Kami dari Kesbangpol memastikan bahwa kesiapan fisik, mental, hingga teknis pasukan pengibar bendera sudah berada di jalur yang tepat untuk mengibarkan Sang Merah Putih di Stadion Gelora November,” ujar Dedi Ahmadi dengan lugas kepada tintamerah.co.
Jejak Perjuangan Menuju Stadion Gelora November
Ketegasan dan kesiapan yang disaksikan pada hari gladi bersih ini tidak diperoleh secara instan. Perjalanan panjang telah dilalui oleh 35 anggota Paskibraka PALI yang siap mencatatkan nama mereka dalam sejarah. Semangat membara tersebut telah terpupuk sejak hari-hari pertama pembinaan di Bumi Serepat Serasan.
Di tengah dinamika persiapan, para peserta dihadapkan pada jadwal ketat menuju puncak acara, di mana kedisiplinan waktu menjadi kunci utama agar seluruh formasi dan baris-berbaris di Stadion Gelora November dapat tereksekusi dengan sempurna.
Karantina Ketat dan Pembentukan Mental Baja
Sebelum menapaki arena gladi bersih, keteguhan fisik dan mental para peserta ditempa melalui sistem pembinaan yang disiplin. Mengintip ketatnya karantina dan latihan Paskibraka PALI, setiap detik waktu dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan fisik serta menyatukan langkah agar memiliki kekompakan yang mutlak.
Kepala Kesbangpol PALI, Dedi Ahmadi, dalam kesempatan sebelumnya juga konsisten memastikan bahwa kesiapan fisik dan mental peserta senantiasa berada dalam kondisi optimal guna menghadapi tekanan upacara skala besar. Senada dengan hal tersebut, pelatih lapangan Serka Novianto turut menegaskan bahwa seluruh peserta memiliki kualitas dan tanggung jawab yang setara, di mana tidak ada perbedaan porsi maupun mentalitas di antara anggota pasukan.
Menjelang hari H, tingkat kematangan pasukan terus dievaluasi hingga Kepala Kesbangpol PALI Dedi Ahmadi sempat memastikan bahwa tingkat kesiapan pasukan Paskibraka telah mencapai angka maksimal untuk mengibarkan bendera pusaka dengan penuh khidmat.
Dengan tuntasnya pelaksanaan gladi bersih ini, Kabupaten PALI kini sepenuhnya siap menyongsong detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan keyakinan penuh pada kemampuan generasi mudanya.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















