HASIL SIDAK BUKAN ISAPAN JEMPOL: Dinas LH PALI Gedor Stockpile PT SLR, Sucofindo Turun Tangan Ambil Sampel!

Sabtu, 18 April 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manager HSE PT SLR, Juliadi Tumanggor (memakai helm merah), saat menyaksikan proses penyegelan sampel uji laboratorium oleh tim independen Sucofindo. Pihak perusahaan menyatakan keterbukaannya terhadap audit lingkungan guna menanggapi sorotan publik terkait pengelolaan limbah di area operasional mereka. (Foto: Dok/Dodi)

Manager HSE PT SLR, Juliadi Tumanggor (memakai helm merah), saat menyaksikan proses penyegelan sampel uji laboratorium oleh tim independen Sucofindo. Pihak perusahaan menyatakan keterbukaannya terhadap audit lingkungan guna menanggapi sorotan publik terkait pengelolaan limbah di area operasional mereka. (Foto: Dok/Dodi)

PALI | tintamerah.co -, Genderang perang terhadap potensi pencemaran lingkungan di Bumi Serepat Serasan semakin nyaring ditabuh. Menindaklanjuti inspeksi mendadak (Sidak) Wakil Bupati PALI beberapa waktu lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PALI membuktikan komitmennya dengan menerjunkan tim ahli dari PT Sucofindo ke area stockpile batubara KM 36 milik PT Servo Lintas Raya (SLR).

Langkah agresif ini diambil guna memastikan apakah operasional raksasa logistik batubara tersebut telah menabrak ambang batas baku mutu lingkungan atau masih dalam koridor aturan. Kehadiran Sucofindo sebagai lembaga penguji independen menjadi bukti bahwa pemerintah tidak main-main dalam urusan “Rapor Merah” pengelolaan lingkungan yang sempat mencuat.

Respon Cepat Perusahaan: PT SLR Klaim Terbuka

BACA JUGA  Mengapa Puskesmas Talang Ubi Dipindahkan Lagi?

Menanggapi “serbuan” tim teknis dari DLH dan Sucofindo, Manager HSE PT Servo Lintas Raya, Juliadi Tumanggor, menyatakan bahwa pihaknya sangat kooperatif dan menyambut baik langkah verifikasi lapangan tersebut.

“Atas laporan (Sidak) kemarin, kita langsung respon cepat. Pada prinsipnya, KPL (Kawasan Pengolahan Limbah) kami aksesnya bebas dan terbuka. Pihak luar bisa masuk melihat langsung,” tegas Juliadi saat ditemui tintamerah.co di lokasi KM 36, Jumat (10/4/2026).

Juliadi menjelaskan bahwa saat ini perusahaan telah melakukan berbagai tindakan preventif, termasuk melakukan treatment intensif terhadap kolam-kolam pengendapan lumpur.

Nasib PT SLR di Ujung Hasil Lab

Meski pihak perusahaan mengklaim kondisi pH air dan suhu masih dalam batas normal berdasarkan pengecekan internal harian, nasib PT SLR kini sepenuhnya bergantung pada hasil uji laboratorium resmi yang dibawa oleh Sucofindo.

BACA JUGA  Kapolsek Tanah Abang Beserta Personil Melakukan Pengamanan Pemungutan Suara BPD

Terkait desakan publik mengenai kompensasi bagi warga jika terbukti terjadi pencemaran, Juliadi memilih untuk bersikap hati-hati namun tetap menunjukkan tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kita tunggu hasil laboratorium dulu, tidak bisa berandai-andai. Namun, terlepas dari ada atau tidaknya pencemaran, kami tetap menjalankan program CSR secara berkala, seperti pemeriksaan kesehatan dan pemberian sembako bagi masyarakat di sekitar area aktivitas perusahaan,” tambah Juliadi Tumanggor.

Sorotan Tajam: Sidak Bukan Formalitas!

Langkah nyata DLH PALI menggandeng Sucofindo seolah menjadi jawaban telak atas tudingan miring dari Sekretaris PGK PALI yang sebelumnya menyebut Sidak Wabup hanya “formalitas” belaka.

Kepala Dinas LH PALI sebelumnya telah menegaskan: “Jika baku mutu jebol, rekomendasi tutup menanti!”. Kini, dengan diambilnya sampel air dan tanah di titik-titik krusial KM 36, publik menanti pembuktian transparansi. Apakah PT SLR mampu memperbaiki citra lingkungannya, atau justru bukti laboratorium akan memaksa raksasa ini berhenti beroperasi demi keselamatan ekosistem PALI?

BACA JUGA  Masyarakat PALI Kembali Digegerkan, Mayat Warga Air Itam Ditemukan Dikebun

Tunggu update selanjutnya hanya di tintamerah.co.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru