PALI | tintamerah.co -, Usia 13 tahun bukanlah sekadar angka kalender bagi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Di balik perayaan HUT PALI ke-13 yang mengusung tema “Kompak, Bergerak, Berdampak”, tersimpan sebuah panggilan besar untuk melakukan refleksi mendalam dan evaluasi total terhadap arah pembangunan Bumi Serepat Serasan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten PALI, H. Kristian, menegaskan bahwa hakekat dari hari jadi ini adalah momentum sakral untuk mensyukuri jejak sejarah, sekaligus memperbaharui sumpah setia dalam memajukan daerah.
Refleksi dan Evaluasi: Bukan Sekadar Seremoni
Menurut H. Kristian, HUT PALI ke-13 harus menjadi cermin besar bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Ia menekankan bahwa sejarah berdirinya PALI adalah hasil perjuangan panjang yang tidak boleh dikhianati dengan rasa puas diri.
“Ulang tahun ini adalah titik balik. Kita harus berani melihat ke belakang untuk bersyukur atas pencapaian, namun juga harus jujur mengevaluasi apa yang belum tuntas. Kita tidak boleh terjebak dalam seremoni semata,” tegas H. Kristian kepada tintamerah.co, Senin (20/4/2026).
Kompak, Bergerak, Berdampak
Menelaah tema tahun ini, H. Kristian menjabarkan tiga pilar utama yang harus menjadi ruh pembangunan PALI ke depan:
- Kompak: Tidak ada kemajuan tanpa persatuan. Seluruh lapisan masyarakat harus menyatukan barisan, membuang ego sektoral demi kepentingan daerah.
- Bergerak: PALI tidak boleh jalan di tempat. Diperlukan akselerasi pembangunan yang dinamis dan inovatif agar mampu bersaing dengan daerah lain di Sumatera Selatan.
- Berdampak: Pembangunan bukan soal angka di atas kertas, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.
Memperbaharui Komitmen Kesejahteraan
Peringatan ini juga bertujuan untuk memupuk kembali rasa cinta tanah air terhadap Kabupaten PALI. H. Kristian mengajak seluruh kader partai dan masyarakat luas untuk memperkuat komitmen dalam mengawal pembangunan yang berpihak pada rakyat kecil.
“Tujuan akhir kita jelas: PALI yang lebih maju dan masyarakat yang lebih sejahtera. Mari kita jadikan usia ke-13 ini sebagai batu loncatan untuk lompatan yang lebih tinggi,” pungkasnya dengan nada optimis. (Foto: Dok/Pribadi)
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















