PALI | tintamerah.co -, Gelombang duka yang menyelimuti Bumi Serepat Serasan belum sepenuhnya usai. Menandai malam ketujuh berpulangnya almarhumah Hj. Salbiah Binti H. Ajunas, ibunda tercinta Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Asgianto, ST, Pemerintah Kabupaten PALI menggelar takjiah dan tahlilan bersama di Pendopo Talang Ubi, Kamis malam (17/9/2026).
Tidak ada batasan kasta maupun protokol ketat. Pemkab PALI secara terbuka mengundang seluruh elemen masyarakat, jajaran pegawai Pemda, hingga tokoh agama dan pemuda untuk hadir mendoakan almarhumah secara langsung.
Pintu Terbuka Tanpa Batas Undangan
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda PALI, M. Firman Irpama, S.Pd., MM, mengonfirmasi keberadaan Bupati Asgianto yang telah tiba kembali di PALI sejak Rabu malam setelah mendampingi seluruh rangkaian pemakaman almarhumah.
“Acara nujuh hari malam ini dilaksanakan di Pendopo Talang Ubi. Itu terbuka untuk masyarakat Kabupaten PALI untuk mendoakan Ibunda Pak Bupati yang telah meninggal 7 hari kemarin,” ujar Firman saat dikonfirmasi wartawan tintamerah.co, Kamis (17/9/2026).
Saat ditanya mengenai jumlah alokasi undangan formal, Firman menegaskan bahwa Pemkab PALI tidak membatasi kehadiran warga.
“Oh, tidak terbatas, Pak. Siapa pun yang ingin datang boleh datang ke Pendopo Talang Ubi. Baik masyarakat, pegawai Pemda, siapa pun yang ingin mendoakan beliau, dipersilakan hadir bakda Magrib,” tegasnya.
Perjuangan Panjang dan Ketabahan sang Kepala Daerah
Kepergian almarhumah Hj. Salbiah Binti H. Ajunas pada Jumat pagi (11/9/2026) lalu mengakhiri perjuangan panjangnya melawan sakit. Sebagaimana dilaporkan tintamerah.co sebelumnya, almarhumah sempat menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit selama lebih dari satu bulan—bahkan sejak sebelum momentum Peringatan Kemerdekaan RI.
Di tengah padatnya agenda pemerintahan dan tanggung jawab memimpin daerah, Bupati Asgianto tak pernah lepas mendampingi sang ibu di masa-masa krusialnya. Ketegaran Bupati PALI dalam menghadapi ujian ini menjadi perhatian tersendiri bagi jajarannya.
“Sebagai anak yang kehilangan orang tua, tentu beliau sangat bersedih dan berduka. Apalagi Pak Bupati sudah satu bulan penuh menunggui orang tuanya di rumah sakit. Namun insyaAllah Pak Bupati kuat. Beliau siap dan akan segera kembali menjalankan tugas-tugas pemerintahan memimpin PALI,” ungkap Firman penuh nada optimis.
Persiapan Matang Kolaborasi Pemkab dan MUI
Guna memastikan jalannya takjiah berlangsung khidmat dan tertata, Pemerintah Kabupaten PALI membagi peran secara matang. Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda PALI bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten PALI dalam menyusun tatanan ibadah, mulai dari pembacaan Surat Yasin, tahlil, penceramah, hingga doa bersama.
Sementara itu, tata tempat dan teknis pelaksanaan di lokasi disiapkan langsung oleh Bagian Umum Setda PALI. Berdasarkan jadwal resmi kegiatan Pemkab PALI, agenda Yasin dan Tahlil 7 Hari Almarhumah Hj. Salbiah Binti H. Ajunas yang dijadwalkan bakda Magrib ini dihadiri langsung oleh Bupati PALI, Sekretaris Daerah, seluruh Staf Ahli, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat, hingga Bagian di lingkungan Setda PALI.
Malam takjiah ke-7 ini menjadi momen spiritual tersendiri—bukan sekadar ritual duka, melainkan simpul solidaritas warga PALI untuk menguatkan pemimpinnya yang tengah berduka.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















