Prabumulih | Tintamerah.co.id -, Manager Relation PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Adi Darmawan menyebut Pertamina Local Community Leaders Program (LCLP) diinisiasi sebelum program Kang Dedi Mulyadi melakukan pembinaan kepada siswa terlibat kenakalan masuk barak militer.
“Kita tuh usul kan dari awal tahun yang lalu. Bahkan sebelum programnya Pak Gubernur Jawa Barat itu berjalan sebetulnya,” kata Adi kepada Tintamerah.co.id pada Jumat (13/06/25).
“Oh, ini… Ide-nya. Iya, ide-nya udah lama,” Adi menambahkan.
Adi mengatakan bahwa program yang melibatkan unsur Ormas, LSM, dan media lokal tersebut terkendala eksekusinya karena bertabrakan dengan jadwal puasa ramadhan dan perayaan hari raya idul fitri. Selain itu, kata Adi, menyelesaikan agenda pekerjaan prioritas perusahaan.
“Karena kan ada puasa, ada lebaran, begitu ya. Ada juga kunjungan pekerjaan-pekerjaan prioritas yang lain yang harus kita lakukan. Tapi juga harus mengajukan anggaran juga dulu ke pusat. Jadi ada mereka semua itu yang akhirnya, alhamdulillah bisa diesekusi di tanggal 10 Juni kemarin,” ujar Adi.
Seperti diketahui, pada tanggal 10 Juni 2025 kemarin, PHR Zona 4 meluncurkan Pertamina (LCLP) yang merupakan sebuah program pembentukan karakter dengan melibatkan 92 peserta dari unsur Ormas, LSM, dan media lokal.
Program tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan selama d14 hari, dimulai tanggal 10 hingga 25 Juni 2025, dengan menyasar generasi milenial sebagai agen perubahan di lingkungan sekitar area operasional Pertamina.
Kegiatan ini merupakan kerja sama PHR Zona 4 dengan Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 2/SG Prabumulih, dan dibuka secara resmi Genereal Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto di Lapangan Praka Pujatnoko, pada Selasa, 10 Juni 2025 kemarin.
General Manager PHR Zona 4, Djudjuwanto menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi relasi perusahaan terhadap para pemangku kepentingan lokal agar tercipta situasi sosial aman dan kondusif.
Program ini diproyeksikan menjadi proyek percontohan untuk menjadi replika bagi wilayah kerja Pertamina di Indonesia.
Dalam kegiatan yang bertajuk retreat tersebut, para peserta akan mendapatkan sertifikasi keahlian dalam bidang masing – masing, dengan harapan seluruh peserta dapat kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Sementara, Komandan Yonzipur 2/SG, Letkol Czi Aji Setyawan mengatakan apresiasinya atas kepercayaan diberikan kepada institusinya untuk melaksanakan kegiatan pembekalan wawasan kebangsaan.
Pihaknya akan sepenuhnya mengupayakan membentuk karakter stakeholder sehingga dapat mendukung kelancaran kegiatan migas Zona 4 serta akan membawah dampak positif bagi perusahaan dan masyarakat sekitar.
Kepala Departemen Formilitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel Syafei Safri menilai Pertamina LCLP 2025 merupakan program strategis yang dapat membangun koneksi dengan stakeholder di area operasional perusahaan.
(ej@/tintamerah.co.id)














