Menanti Terang di Ujung Semester: Asa Mahasiswa PALI dan Teka-teki Beasiswa 2026

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PERMA-PALI, Riko, menegaskan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan finansial tambahan, melainkan jaring pengaman bagi mahasiswa yang sedang berjuang di perantauan maupun di bangku kuliah lokal.
(Dok/Riko)

Ketua PERMA-PALI, Riko, menegaskan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan finansial tambahan, melainkan jaring pengaman bagi mahasiswa yang sedang berjuang di perantauan maupun di bangku kuliah lokal. (Dok/Riko)

PALI | tintamerah.co -,  Bagi ratusan mahasiswa asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kalender akademik bukan sekadar deretan jadwal kuliah dan ujian. Di balik lembar-lembar kartu rencana studi, ada kecemasan yang menggantung: “Bagaimana biaya pendidikan semester ini akan terbayar?”

Pertanyaan itu kini berubah menjadi desakan kolektif. Perhimpunan Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten PALI (PERMA-PALI) secara resmi menyuarakan kegelisahan rekan-rekan mereka. Mereka menuntut satu hal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI: Kepastian.

Instrumen Strategis yang Dinanti

Beasiswa daerah selama ini dipandang sebagai oase bagi putra-putri Bumi Serepat Serasan. Di tengah cita-cita membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, program ini adalah instrumen strategis. Namun, memasuki awal tahun anggaran 2026, keran informasi dari pemerintah daerah seolah tersumbat.

BACA JUGA  PALI MEMBARA! Aliansi Insan Pers Geruduk DPRD, Tuntut Bupati Cabut Pernyataan Intimidatif: "Kritik Itu Obat, Bukan Ancaman!"

Ketua PERMA-PALI, Riko, menegaskan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan finansial tambahan, melainkan jaring pengaman bagi mahasiswa yang sedang berjuang di perantauan maupun di bangku kuliah lokal.

“Kami mempertanyakan komitmen Pemerintah Kabupaten PALI dalam menjamin keberlanjutan Beasiswa PALI 2026. Sampai hari ini belum ada informasi terbuka, padahal mahasiswa sudah mulai memasuki semester baru dan sangat membutuhkan kepastian biaya pendidikan,” ujar Riko dengan nada getir dalam keterangan yang diterima tintamerah.co, Selasa (10/3/2026).

Transparansi: Antara Janji dan Realita

Isu yang diangkat PERMA-PALI bukan hanya soal nominal rupiah, melainkan soal tata kelola dan transparansi. Bagi mereka, akses terhadap informasi pendidikan adalah hak mendasar. Ketidakpastian jadwal pendaftaran dan kriteria seleksi dinilai menghambat perencanaan studi para mahasiswa.

BACA JUGA  Gandeng IWO PALI, Medco E&P Gelar Sosialisasi Usaha Hulu Migas di Talang Ubi

Pemerintah daerah memikul tanggung jawab besar untuk memastikan pendidikan merata dan berkeadilan. Tanpa pengumuman yang jelas, muncul spekulasi di kalangan akar rumput mengenai prioritas anggaran daerah tahun ini.

“Program beasiswa bukan hanya soal angka di atas kertas APBD, tetapi wujud tanggung jawab pemerintah dalam mendorong akses pendidikan yang berkeadilan,” lanjut Riko.

Garda Terdepan Pengawalan Anggaran

Selain mendesak kejelasan waktu, PERMA-PALI juga menyoroti aspek ketepatan sasaran. Ada kekhawatiran klasik yang selalu muncul setiap tahunnya: apakah bantuan ini benar-benar jatuh ke tangan mereka yang membutuhkan dan berprestasi, atau justru terserap oleh celah administrasi yang tidak akurat?

Riko menegaskan bahwa organisasinya siap menjadi “mata dan telinga” bagi mahasiswa. Mereka berkomitmen mengawal agar tidak ada bantuan yang salah alamat.

BACA JUGA  Kasat Lantas Polres PALI Hadiri Peresmian Penguyupan Motor Pali

“Kami memastikan program ini harus tepat sasaran. Kami siap menjadi wadah aspirasi apabila ditemukan adanya ketimpangan dalam penyaluran nanti,” tambah Riko dengan tegas.

Membuka Ruang Dialog

Langkah PERMA-PALI tidak berhenti pada kritik. Mereka menawarkan tangan terbuka untuk berdialog dengan Pemkab PALI. Harapannya sederhana: duduk bersama, mendengarkan kendala pemerintah, dan mencari solusi agar generasi muda PALI tidak putus sekolah karena kendala biaya.

Kini, bola panas ada di tangan pemerintah daerah. Masyarakat, khususnya para mahasiswa, menanti jawaban konkret. Sebab, di tangan para pemuda inilah masa depan PALI dipertaruhkan, dan beasiswa adalah investasi paling nyata untuk memastikan masa depan itu tetap cerah.

 

Editor: efran

 

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru