PALI | tintamerah.co -, Di balik megahnya narasi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, ada sebuah retakan besar yang jarang tersorot kamera: nasib sekolah-sekolah swasta. Di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sekolah swasta—terutama jenjang SMA—seolah berjalan sendirian di jalur sunyi, berjuang di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya atensi.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah (FH). Politisi yang dikenal vokal ini menegaskan bahwa marwah pendidikan tidak boleh dikotak-kotakkan antara label “Negeri” dan “Swasta”. Baginya, setiap anak PALI berhak mendapatkan fasilitas belajar yang layak, tanpa terkecuali.
Sekolah Swasta Bukan Anak Tiri
Firdaus menyoroti ketimpangan infrastruktur yang dialami SMA-SMA swasta di Bumi Serepat Serasan. Ia menilai, selama ini ada kesan marginalisasi terhadap sekolah swasta, padahal peran mereka sangat krusial dalam menampung anak bangsa yang tidak terakomodir di sekolah negeri.
“Sekolah swasta bukan anak tiri. Mereka adalah mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Saya melihat ada ketimpangan infrastruktur yang nyata di sana, dan ini harus segera diakhiri,” tegas Firdaus dengan nada lugas kepada tintamerah.co, Jumat (27/3/2026)
Namun, ia juga memberikan pesan menohok bagi pengelola sekolah. Menurutnya, diplomasi untuk kemajuan harus dilakukan dua arah. “Kita ingin bergerak, tapi pihak sekolah swasta juga jangan diam. Jemput bola, buat usulan. Jangan hanya menunggu keajaiban di tengah keterbatasan,” tambahnya.
Urgensi SMK di Abab: Memutus Rantai Pengangguran
Tak hanya bicara soal fasilitas yang sudah ada, Firdaus juga membawa misi besar ke meja birokrasi: Pembangunan SMK di Kecamatan Abab.
Ia menilai ketiadaan SMK di wilayah Abab adalah sebuah ironi di tengah potensi daerah yang besar. Urgensinya bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan kebutuhan riil untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai.
- Lahan Siap: Infrastruktur ini bukan sekadar janji manis karena lahan untuk pembangunan sudah tersedia.
- Orientasi Kerja: Tidak semua lulusan SMA memiliki kemampuan finansial untuk melanjutkan ke jenjang S1. SMK menjadi solusi agar pemuda Abab memiliki skill teknis untuk langsung terjun ke dunia kerja.
- Visi Masa Depan: Membangun SMK berarti membangun benteng ekonomi bagi keluarga-keluarga di Abab.
Langkah Konkret: Dari Lapangan ke Meja Dinas Provinsi
Firdaus Hasbullah membuktikan bahwa perhatiannya bukan sekadar “omon-omon” atau bumbu politik menjelang musim pemilihan. Langkah nyata telah ia ambil dengan melakukan diplomasi langsung ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.
Ia mendatangi otoritas terkait untuk memastikan bahwa SMA/SMK di PALI, khususnya swasta, masuk dalam radar prioritas anggaran dan perbaikan. Langkah ini merupakan kelanjutan dari “Diplomasi Urat Leher” yang selama ini ia gaungkan demi menjaga marwah pendidikan di tanah kelahirannya.
Soroti Pola Penerimaan Siswa Baru
Satu poin tajam yang ia sampaikan adalah mengenai pola penerimaan siswa baru. Firdaus menuntut adanya sistem yang adil agar sekolah swasta tidak “kehabisan napas” akibat dominasi sekolah negeri yang terkadang melebihi kapasitas. Keseimbangan ekosistem pendidikan inilah yang ingin ia wujudkan di PALI.
Kesimpulannya jelas: Firdaus Hasbullah sedang mengirim pesan kuat kepada pemerintah provinsi dan daerah bahwa masa depan pendidikan PALI tidak boleh dikorbankan oleh birokrasi yang lamban dan kebijakan yang tebang pilih.
Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co















