tintamerahNEWS -, Pembangunan bukan sekadar mendirikan tembok beton atau mengecat dinding yang kusam. Pembangunan adalah soal keberanian mengambil keputusan di saat kritis. Di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kita sedang menyaksikan sebuah fenomena kepemimpinan yang tidak hanya melanjutkan estafet, tapi melakukan akselerasi luar biasa. Tokoh utamanya adalah Bupati PALI, Asgianto.
Dalam catatan kritis tintamerah.co, salah satu prestasi yang paling luar biasa dan layak dicatat dengan “tinta emas” adalah penyelesaian Gedung A RSUD Talang Ubi. Ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk menaikkan kelas rumah sakit kebanggaan masyarakat PALI menjadi Tipe D (dan dipersiapkan menuju Tipe C).
Keberanian Anggaran: Dari 10 Miliar Menjadi 32 Miliar
Banyak pemimpin yang memilih bermain aman dengan anggaran yang sudah ada. Namun, Asgianto berbeda. Ketika meneruskan perjuangan Heri Amalindo, ia dihadapkan pada realita bahwa anggaran awal sebesar 10 Miliar Rupiah untuk pembangunan Gedung A RSUD Talang Ubi hanyalah “setengah jalan”.
Secara kalkulasi teknis, dana tersebut tidak akan mampu merampungkan gedung hingga fungsional dan memenuhi standar kenaikan kelas. Di sinilah letak ketajaman insting Asgianto. Alih-alih membiarkan proyek tersebut mangkrak atau selesai dengan kualitas seadanya, ia mengambil langkah lugas: Menambah anggaran menjadi 32 Miliar Rupiah.
Keputusan ini didasarkan pada perhitungan matang dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) PALI. Asgianto paham betul bahwa kesehatan masyarakat tidak bisa ditawar dengan angka-angka minimalis.
Komitmen Nyata: Pernyataan Kadis PUTR PALI
Kadis PUTR PALI, Ristanto Wahyudi, dalam keterangannya kepada tintamerah.co, menegaskan betapa krusialnya penambahan anggaran ini. Menurutnya, tanpa intervensi anggaran yang tegas dari Bupati Asgianto, mustahil gedung tersebut bisa mencapai standar yang diinginkan.
“Bupati Asgianto telah menyiapkan anggaran sebesar 32 Miliar Rupiah untuk memastikan penyelesaian Gedung A ini. Fokus kita adalah kualitas dan fungsionalitas. Dengan selesainya gedung ini, RSUD Talang Ubi secara otomatis akan naik kelas menjadi Tipe D, bahkan kita siapkan infrastrukturnya menuju Tipe C,” ungkap Ristanto Wahyudi dalam sebuah kesempatan.
Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa penambahan anggaran tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan strategi besar untuk meningkatkan derajat kesehatan warga PALI.
Bupati Asgianto: “Rakyat Berhak atas Layanan Terbaik”
Dalam berbagai kesempatan di media massa, Asgianto selalu menekankan satu hal: Pelayanan publik adalah prioritas utama. Komitmennya untuk menyelesaikan RSUD Talang Ubi adalah janji yang ia lunasi dengan kerja nyata.
“Pembangunan RSUD Talang Ubi bukan soal megahnya bangunan, tapi soal bagaimana fasilitas ini mampu menyelamatkan nyawa masyarakat PALI. Saya berkomitmen menyelesaikan ini sampai tuntas karena rakyat berhak mendapatkan fasilitas kesehatan terbaik di tanah mereka sendiri,” tegas Asgianto dalam salah satu pernyataannya.
Kesimpulan: Sebuah Prestasi yang Tak Terbantahkan
Apa yang dilakukan Asgianto pada RSUD Talang Ubi adalah potret kepemimpinan yang solutif dan berani. Ia tidak hanya bicara soal teori pembangunan, tapi ia memberikan eksekusi nyata. Penambahan anggaran dari 10 Miliar ke 32 Miliar adalah bentuk “Political Will” yang sangat kuat.
Kini, gedung putih nan megah (seperti terlihat pada gambar) berdiri bukan sebagai monumen mati, melainkan sebagai pusat harapan bagi setiap warga PALI yang membutuhkan kesembuhan. Keberhasilan menaikkan kelas RSUD ini adalah bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinan Asgianto, PALI tidak sedang jalan di tempat. PALI sedang berlari menuju kemajuan yang hakiki.
Bagi tintamerah.co, ini adalah salah satu capaian paling monumental dalam sejarah pembangunan infrastruktur kesehatan di Kabupaten PALI. Prestasi ini patut diapresiasi, namun yang lebih penting, manfaatnya akan dirasakan oleh ribuan nyawa rakyat PALI di masa depan.
Oleh: Efran | Editor: tintamerah.co















