Gaji Buta di Balik Kursi Kosong: 8 Legislator PALI Mangkir, Amanah Rakyat Digadai Alasan Klasik!

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"BARISAN kursi kosong mewarnai Rapat Paripurna LKPJ Bupati PALI Tahun Anggaran 2025, Senin (30/3/2026). Berdasarkan verifikasi, sebanyak 8 anggota DPRD PALI mangkir tanpa keterangan jelas dalam rapat krusial tersebut." (Foto: Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kembali menjadi saksi bisu betapa murahnya harga sebuah amanah. Senin (30/3/2026), di saat nasib anggaran dan laporan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun 2025 dibedah, ruang rapat justru lebih mirip barisan kursi mati yang ditinggal lari penghuninya.

Hasil verifikasi lapangan dan data absensi yang dihimpun tim tintamerah.co mengungkap fakta memuakkan. Meski awalnya disebut 9 orang absen, setelah ditelusuri, terdapat 8 anggota dewan yang benar-benar “raib” tanpa batang hidung. Satu nama, Suarno, tertangkap kamera berada di lokasi namun secara ajaib tidak mengisi daftar hadir—sebuah anomali administratif yang mengundang tanya: apakah absen kini hanya dianggap pajangan dinding?

Mengemis Izin di Balik Tameng Keluarga

Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, memang mencoba memasang badan. Ia berkilah bahwa lima orang di antaranya memiliki alasan “humanis”: sakit atau mengurusi orang tua yang sakit. Namun, alasan ini terasa basi jika dibandingkan dengan sumpah jabatan yang mereka ucapkan di bawah kitab suci.

BACA JUGA  HEADLINE: Tabuh Genderang Perlawanan! Pemuda Pancasila PALI Ancam Geruduk SKK Migas, Bongkar "Bangkai" Nepotisme di Tubuh Pertamina

Ubaidillah pun tak mampu lagi menahan amarahnya. Dengan nada pedas, ia melontarkan kritik menukik kepada koleganya sendiri yang hobi mangkir tanpa kabar.

“Ini tanggung jawab kami yang memegang amanah! Selayaknya hadir. Ini tugas dewan untuk mengkritisi pembangunan 2025. Kalau tidak hadir, bagaimana mereka mau mengkritik pemerintah daerah? Mau jadi apa?” cecar Ubaidillah dengan nada bicara yang meledak-ledak.

Kritik Ketua Dewan ini adalah tamparan keras. Bagaimana mungkin seorang legislator bisa menjalankan fungsi pengawasan jika untuk hadir dalam rapat paling krusial saja mereka tidak punya nyali atau sekadar niat?

Paripurna LKPJ: Rapor Rakyat yang Diabaikan

LKPJ bukan sekadar tumpukan kertas. Itu adalah laporan penggunaan uang rakyat. Ketidakhadiran para wakil rakyat ini adalah bentuk pengkhianatan paling nyata terhadap konstituen di Bumi Serepat Serasan. Mereka digaji besar, difasilitasi mobil mewah, dan diberikan kehormatan protokol, namun membalasnya dengan kursi kosong.

BACA JUGA  Hari Raya Berbagi, Perusahaan Transportir Batu Bara di PALI Sebar Hewan Kurban di 6 Desa

Persoalan “absensi siluman” Suarno yang ada di tempat namun tak mengisi daftar hadir, ditambah 8 orang lainnya yang benar-benar mangkir, mempertegas adanya degradasi disiplin yang akut di tubuh DPRD PALI. Jika satu orang saja bisa “lupa” mengisi absen di saat dia ada di gedung rakyat, maka kekacauan administrasi ini adalah cermin dari kekacauan komitmen.

Bersembunyi di Balik “Miss” Jadwal

Ada aroma tidak sedap mengenai alasan miskomunikasi internal terkait jadwal Badan Musyawarah (Banmus). Namun, publik PALI tidak bodoh. Miss jadwal hanyalah peluru untuk menutupi kemalasan kolektif.

“Kami selalu mengarahkan kawan-kawan wajib hadir. Paripurna ini bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat,” tegas Ubaidillah.

Namun, kata-kata “akan berkoordinasi” dan “mengarahkan” kini terasa tumpul. Rakyat PALI sudah kenyang dengan janji perbaikan. Yang mereka butuhkan bukan sekadar 21 orang yang hadir karena takut tidak kuorum, tapi 30 orang utuh yang benar-benar bekerja, bukan mereka yang hanya muncul saat pencairan tunjangan tapi menghilang saat evaluasi anggaran.

BACA JUGA  Refleksi 1 Muharam 1448 H: Firdaus Hasbullah Serukan 'Hijrah' sebagai Energi Perubahan PALI

Jika kursi-kursi itu terus dibiarkan kosong, mungkin sudah saatnya rakyat PALI bertanya: masih perlukah kita memelihara wakil rakyat yang hobi “tidur” di saat rakyat sedang butuh suara mereka?

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru