PENTING HARYANTO BUKA-BUKAAN: “SAYA DIJADIKAN TUMBAL SKANDAL CETAK SAWAH TEMPIRAI!”

Selasa, 7 April 2026 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"MOMEN KRUSIAL DI TITIK NOL: Penting Haryanto, Ketua Kelompok Tani Tempirai Bersatu (tengah berkacamata), saat meninjau penetapan Titik Nol (0) lokasi Program Cetak Sawah Rakyat (PCSR) di Desa Tempirai, Kabupaten PALI. Penetapan ini merupakan awal dari perwujudan lahan cetak sawah seluas 248 hektare yang diupayakan dalam program percepatan, di tengah kontroversi dugaan skandal administratif." (Foto: Dok/LIDIK PALI)

PALI | tintaemrah.co -, Tabir gelap yang menyelimuti proyek Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Tempirai, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, akhirnya tersingkap. Setelah sekian lama bungkam di tengah polemik penggusuran lahan milik Suparin, Ketua Kelompok Tani Tempirai Bersatu, Penting Haryanto, akhirnya memilih untuk angkat bicara secara blak-blakan.

Dalam sebuah pengakuan yang mengejutkan di Kantor Redaksi tintamerah.co, Selasa (31/3/2026), Penting membeberkan kronologi bagaimana dirinya merasa “ditinggalkan sendirian” untuk menghadapi tuntutan ganti rugi ratusan juta rupiah, sementara pihak Dinas Pertanian dan kontraktor pelaksana seolah cuci tangan.

Kronologi “Jebakan” Tiga Hari

Penting mengawali ceritanya dengan mengungkap betapa terburu-burunya proyek ini dimulai pada awal tahun 2025. Ia mengaku dipanggil langsung oleh Dinas Pertanian di bawah kepemimpinan Ahmad Jhoni.

“Kami hanya diberi waktu 3 hari untuk mengumpulkan data dan titik lokasi. Alasannya, data ini ditunggu oleh Kementerian. Kami bergerak cepat memanggil warga yang memiliki lahan rawa potensial,” ungkap Penting.

BACA JUGA  Wabup dan Kapolres PALI Salurkan Bantuan Bagi Warga Jalani Isoman Melalui Seluruh Polsek

Namun, semangat di awal itu berujung pilu. Saat pelaksanaan dimulai pada Juli 2025, Penting mengaku peran Kelompok Tani justru dipangkas. Ia menyebut koordinasi dari pihak pelaksana (kontraktor) sangat minim.

Lahan Suparin Tergusur Saat Ketua Kelompok Tani Sakit

Tragedi penggusuran lahan milik Suparin terjadi di titik kritis. Penting mengaku saat itu dirinya sedang terbaring sakit di rumah sakit sejak 24 Agustus 2025.

“Tanpa pengawasan yang melibatkan kami, alat berat terus merambah. Padahal saya sudah wanti-wanti di mana posisi lahan Pak Suparin. Akibat kurangnya koordinasi dari kontraktor pelaksana dan pihak Korem yang mendampingi, lahan itu akhirnya tergarap,” jelasnya dengan nada kecewa.

Lahan seluas kurang lebih 2 hektare milik Suparin yang berisi puluhan batang pohon Meranti pun rata dengan tanah. Ironisnya, ketika masalah ini meledak menjadi tuntutan ganti rugi sebesar Rp350.000.000, Penting merasa dirinya berdiri sendirian di garis depan.

BACA JUGA  Bupati PALI Bakal Menerima Penghargaan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Karya

Dinas Pertanian dan Kontraktor “Menghilang” Saat Mediasi

Upaya mediasi telah dilakukan berkali-kali, baik di rumah Kepala Desa hingga ke kantor Camat Penukal Utara. Namun, Penting mengungkap fakta pahit: pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab secara struktural dan teknis justru kerap absen.

“Saya merasa dijastifikasi secara pribadi. Padahal ini adalah proyek pemerintah. Saat mediasi, Dinas Pertanian tidak hadir, pelaksana juga tidak datang. Saya yang harus berhadapan langsung dengan kemarahan keluarga Pak Suparin,” tegas Penting.

Ia juga menyayangkan sikap bungkamnya birokrasi. Padahal, laporan lapangan telah ia sampaikan kepada pejabat Dinas Pertanian, namun solusi konkret tak kunjung turun.

Kaitan dengan Skandal Besar di Tempirai

Pengakuan Penting ini mengonfirmasi rangkaian laporan investigasi tintamerah.co sebelumnya. Mulai dari dugaan proyek fiktif ratusan hektar, somasi terhadap Kades Tempirai terkait penolakan SKT, hingga “bola panas” yang dilemparkan Camat Penukal Utara ke pihak kepolisian.

BACA JUGA  Jalan Sehat Pertamina Ep Pendopo Bersama Seluruh Pekerja dan Mitra Kerja

Kasus Suparin bukan sekadar salah garap, melainkan puncak gunung es dari buruknya tata kelola proyek CSR di PALI yang diduga kuat menabrak hak-hak konstitusional warga demi mengejar target administratif.

Ahmad Jhoni Masih Bungkam

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Ahmad Jhoni, tetap memilih membisu. Surat wawancara resmi yang dilayangkan redaksi tintamerah.co pada Rabu (18/3/2026) belum mendapatkan respons sedikit pun.

Sikap diamnya pemegang otoritas ini semakin memperkuat dugaan adanya upaya sistematis untuk menutupi borok di balik proyek Cetak Sawah Rakyat yang kini berubah menjadi “Sawah Sengketa” bagi rakyat Tempirai.

Bagaimana nasib tuntutan Suparin? Dan siapa sebenarnya aktor intelektual di balik pemaksaan proyek yang cacat koordinasi ini? Tintamerah.co akan terus mengawal hingga ke akar.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru