PALI | Tintamerah.co.id -, Bupati PALI, Ir.H. Heri Amalindo, MM punya cara unik mendatangkan Lalat indukan Maggot BSF (Black Soldier Fly) dengan penyedap rasa dan Yakult.
Bupati PALI Heri Amalindo dengan stafnya dari Dinas Pertanian sudah menguji Teknik mendatangkan lalat indukan Maggot BSF dengan penyedap rasa dan Yakult ini.
Permentasi penyedap rasa dan Yakult ini, hasilnya sungguh luar biasa, lalat indukan Maggot BSF berdatangan dan meninggalkan ribuan telur di media yang disiapkan.
Menurut Bupati PALI Heri Amalindo, Adapu bahan bahan untuk mendatangkan indukan Maggot BSF dengan penyedap rasa dan Yakult ditambah bekatul atau dedak kemudian gula pasir dan air sebanyak 1 liter.
Penyedap rasa, yakult sebanyak 1 botol bisa ditambah atau digantikan EM4, dedak atau bekatul kurang lebih 1 kg, Gula pasir 5 sendok makan, Air sebanyak 1 liter dicampur dan didiamkan dengan menutup wadah hingga berfermentasi.
Bau harum dari fermentasi bahan diatas akan mendatangkan Lalat indukan Maggot BSF (Black Soldier Fly), lalat BSF akan bertelur di wadah yang telah diisi bahan fermentasi.
Bekatul atau dedak yang difermentasi menjadi makan utama ulat atau larva Maggot saat menetas dari telur, jangan lupa ditutup dengan daun pisang dan jangan dianggu saat larva maggot baru menetas.
“Ternyata Maggot BSF, bisa didatangkan tak perlu beli. Dari teknologi pertanian yang kita dipelajari, budidaya Maggot tidak susah,” kata Heri kepada Tintamerah.co.id, Sabtu (23/04/22), sambil memperlihatkan hasil budidaya Maggot dengan tekniknya.
Mantan Kepala Dinas PU Provinsi Sumsel ini, sedang berupaya menggali potensi ekonomi di Kabupaten yang dipimpinnya melakukan berbagai pengembangan pertanian, salah satunya adalah, pengembangan Maggot BSF (Black Soldier Fly).
Temuan teknik pembiakan Maggot Heri Amalindo diharapkan Maggot BSF dapat berkembang di Kabupaten PALI dan menjadi sumber pendapatan warga.
Dengan ilmu yang didapat dari membaca dan memanfaatkan teknologi informasi, Maggot BSF kini jadi potensi ekonomis yang cukup menjanjikan bagi masyarakat di Kabupaten PALI.
Selain bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, Harga Maggot BSF cukup tinggi, dimana untuk 1 kg Maggot BSF kering dihargai hingga Rp80 ribu.
“Untuk Maggot keringnya, bisa dihargai sampai Rp80 ribu per kg,” terangnya.
Maggot atau dalam penyebutan lain disebut dengan belatung merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) atau dalam bahasa latinnya Hermetia Illucens ini, jadi salah satu budidaya yang menggiurkan untuk dikembangkan masyarakat.
Heri Amalindo menambahkan, tidak sulit mengebangkan Maggot. Dimana, lalat hitam atau Black Soldier Fly bisa datang dengan memanfaatkan teknologi fermentasi.
Dimana, perkembangbiakan Maggot berada pada media yang bersih yaitu pada media yang beraroma fermentasi sehingga lalat BSF tidak mengundang penyakit.
“Maggot ini berkembang biak dengan alami lalat BSF mempunya kemampuan mencium aroma hinnga 2kilo meter di alam sehingga mudah untuk mendatangkannya,” ulas Heri.
Heri menururkan, nilai ekonomis Maggot cukup tinggi, salah satunya adalah, dapat menekan angka pangan dan pakan ternak.
“Pembiakan Maggot ini bisa jadi solusi untuk mngurangi limbah rumah tangga warga sekitar dan bisa jadi alternatif pakan ternak dan yang utama ini menjadi peluang usaha yang menjanjikan,” terang Heri.
Lalat BSF merupakan hewan yang memiliki antibiotik alami dalam tubuhnya yang membuatnya tidak membawa penyakit. Heri Amalindo berharap masyarakat bisa memanfaatkan potensi yang ada di PALI untuk menambah nilai ekomoni.
“Saat ini kami sedang menularkannya dengan masyarakat PALI, agar dapat memanfaatkan Maggot BSF sebagai sumber yang memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan,” pungkaa Heri
Tidak hanya mengembangkan Maggot BSF, beberapa potensi pertanian lain juga, terus dikembangkan orang nomor satu di Bumi Talas Beneng yang jadi salah satu komoditas ekspor.
“Jadi, banyak cara yang dapat dilakukan warga dengan memanfaatkan lahan sekitar rumah atau tumpang sari dengan memanfaatkan diantara lahan perkebunan,” tutup Heri.
Laporan: Efran















