PALI | tintamerah.co -, PT Pertamina EP (PEP) Pendopo Field bergerak cepat menangani insiden kebocoran pipa gas yang terjadi di area Right of Way (ROW) perusahaan, tepatnya di wilayah Desa Sungai Deras, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lempuing Jaya (PALI).
Sr. Manager Pendopo Field, Hermansyah, menegaskan bahwa situasi saat ini telah sepenuhnya berada dalam kendali tim teknis di lapangan. Pertamina sangat memahami kekhawatiran yang dirasakan warga dan telah mengambil langkah mitigasi secara cepat untuk meminimalisir dampak.
“Kami telah melakukan tindakan penanganan cepat untuk mengatasi kebocoran tersebut. Saat ini kondisi dipastikan tetap terkendali dan aman,” ujar Hermansyah dalam keterangan tertulisnya kepada tintamerah.co, Jumat (27/2/2027).
Terkait aspek keselamatan, Pertamina berkomitmen penuh dalam melindungi masyarakat dan ekosistem sekitar. Hermansyah menambahkan bahwa koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait telah dilakukan sejak awal kejadian guna memastikan seluruh prosedur keamanan dijalankan sesuai standar operasional.
Aktivitas Warga Tetap Normal
Meskipun sempat terjadi kekhawatiran, pihak Pertamina memastikan bahwa insiden ini tidak mengganggu rutinitas domestik warga Desa Sungai Deras. Karena titik kejadian berada di jalur ROW (lahan milik/akses pipa) dan telah ditangani, masyarakat diimbau untuk tidak panik.
“Warga tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa, termasuk memasak, karena peristiwa terjadi di area ROW Pertamina dan situasinya sudah terkendali,” tambahnya.
Imbauan Lapor Cepat
Sebagai langkah preventif di masa mendatang, manajemen Pendopo Field mengajak masyarakat untuk proaktif dalam menjaga keamanan fasilitas negara tersebut. Masyarakat diharapkan segera melaporkan jika melihat adanya indikasi kebocoran atau aktivitas mencurigakan di sekitar area operasional.
“Kami mengimbau masyarakat untuk melapor kepada kepala desa terdekat jika menemukan hal-hal mencurigakan, yang nantinya akan segera diteruskan kepada tim Field terkait untuk penanganan lebih lanjut,” tutup Hermansyah.
Editor: Efran















