PALI | Tintamerah.co.id -, Pemerintah Kabupaten (Pemda) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan memastikan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan RSUD Talang Ubi. Bupati Asgianto menyiapkan 32 M rupiah yang dialokasikan dari APBD PALI tahun 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) kabupaten PALI H. Ristanto kepada Tintamerah.co.id, Kamis (15/05/25).
Mulanya Ristanto menyampaikan bahwa sebelum dilantiknya Asgianto – Iwan Tuaji menjadi Bupati dan Wakil Bupati pada 20 Februari lalu, anggaran APBD PALI sudah tersusun.
“Jadi yang perlu kita sepakatin dulu bahwa Bapak Bupati Bapak Asgianto dan Pak Iwan Tuwaji ini dilantik di 20 Februari. Dan pada saat itu anggaran APBD sudah tersusun. Demikian juga yang di anggaran yang ada di Dinas PU,” kata Ristanto.
Ristanto mengatakan, pasca dilantik, Asgianto – Iwan Tuaji menginstruksikan dirinya untuk melakukan inventarisir anggaran yang tidak terlalu mendesak di dinas PUTR PALI agar dialokasikan untuk penyelesaian pembangunan RSUD Talang Ubi.
“Perintah beliau pertama kali terkait juga karena adanya efisiensi anggaran yang dilontarkan oleh pusat. Maka kami Dinas PU ini melakukan penyisiran anggaran yang memang boleh dikatakan belum terlalu urgent untuk kita efisiensikan karena beliau atau Pak Bupati ini menginginkan fokus utama di 2025 ini penyelesaian rumah sakit Talang Ubi gedung A,” ujar Ristanto.
Ristanto mengaku bahwa saat ini gedung A RSUD Talang Ubi masih ada beberapa bagian yang belum selesai dikerjakan, setelah dihitung, kata Ristanto, penyelesaian gedung A RSUD Talang Ubi membutuhkan anggaran sebesar Rp 32 M.
“Jadi gedung A itu yang gedung di depan. Karena di gedung A ini ternyata ada beberapa bagian yang memang sekali belum diselesaikan terutama di lantai, kalau basement lantai 1 dan lantai 2. Nah, setelah kami hitung itu untuk penyelesaian itu butuh anggaran 32 miliar. 32 miliar. Ini yang kami sisir dari anggaran Dinas PU sendiri. Ada beberapa kegiatan yang kami anggap dalam tanda kutip kurang prioritas lah untuk dilakukan efisiensi anggaran tersebut,” terang Ristanto.
Ristanto menyampaikan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan proses tender agar pembangunan gedung tersebut dapat segera dikerjakan.
“Maka akhirnya alhamdulillah dapat dan akan kita lakukan sebentar lagi akan proses lelangnya untuk penyelesaian gedung A rumah sakit Talang Ubi,” jelas Ristanto.
Selain itu, Ristanto menuturkan, dalam perencanaan awal pembangunan, RSUD Talang Ubi memiliki dua bangunan gedung, itu diketahui, ujar Ristanto, setelah pihaknya melihat Detail Engineering Design (DED) sebagai dokumen teknis yang memuat detail lengkap tentang spesifikasi desain, gambar kerja, perhitungan struktur, dan kebutuhan material suatu proyek konstruksi.
Ristanto menyatakan bahwa gedung yang digunakan saat ini merupakan gedung A, sementara gedung B akan dibangun dibelakangnya. Ia menyampaikan Bupati Asgianto akan membangun gedung B pada tahun 2026.
Lebih lanjut, Ristanto berujar, bahwa Bupati Asgianto meminta anggaran Dinas PUTR 2025 akan difokuskan penyelesaian gedung A RSUD Talang Ubi.
Kendati demikian, Ristanto mengatakan bahwa Pemda PALI tetap melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan dan beberapa kegiatan lainnya.
“Jadi fokus utama atau anggaran terbesarnya Dinas PU di anggaran Induk 2025 itu penyelesaian rumah sakit Talang Ubi sementara tetap ada beberapa pekerjaan lain yang kita teruskan seperti pekerjaan pembangunan jalan atau peningkatan jalan dan beberapa kegiatan-kegiatan lainnya. Mungkin itu secara garis besar seperti itu,” ungkap Ristanto.
Menurutnya, untuk saat ini RSUD Talang Ubi menunjukkan klasifikasi rumah sakit berdasarkan kemampuan pelayanan dan fasilitas yang dimiliki sebagai rumah sakit umum transisi yaitu tipe D.
Ristanto menerangkan bahwa penyelesaian pembangunan gedung A pada tahun ini secara otomatis akan meningkatkan status RSUD Talang Ubi menjadi tipe C.
Tak hanya itu, Bupati Asgianto, kata Ristanto, akan terus membangun fasilitas gedung dan fasilitas ruangan sehingga beberapa tahun kedepan RSUD Talang Ubi statusnya akan meningkat menjadi tipe B.
“Tapi posisi saat ini kondisi eksistingnya rumah sakit kita tipe D dan diharapkan nanti setelah di akhir ini bisa meningkat menjadi tipe C. Nah tapi ternyata setelah kami pelajari dari hasil DED, rawat inap itu bukan berada di gedung A. Itu ada khusus di gedung belakang yang kami sebut gedung B itu khusus untuk rawat inap,” pungkas Ristanto.
“Jadi di tahun depan Pak Asgianto atau Pak Bupati ingin membangun gedung rawat inap itu sehingga hasil rumah sakit ini sesuai dengan percanaan awal. Tapi kalau gedung B sudah terbangun ya? Tapi belum. Oh belum sama sekali? Belum sama sekali,” Ristanto menambahkan.
Ristanto menjelaskan, pada tahap akhir penyelesaian gedung A ini pihaknya akan menuntaskan penyelesaian lantai basement diantaranya ruang laundry, ruang kamar mayat, akses mobil jenazah, dan beberapa pekerjaan lainnya. Untuk lantai dua, terang Ristanto, akan ada ruang operasi mayor, operasi minor, OKA, fisioterapi, dan pemasangan tangga lift.
Jadi yang sekarang terbangun itu gedung A ya? Ya kami penamaannya gedung A. Biar tidak rancu pada saat pengungsulan anggaran. Di gedung A itu satu dia nyelesaikan bagian atas atau lantai dua. Basement, nyelesaikan basement, terus di basement itu termasuk ada ruang laundry, ruang kamar mayat, terus aksesnya mobil, jenasah dan segala macem.
Ristanto kembali menegaskan bahwa anggaran Rp 32 M yang disiapkan Bupati Asgianto akan menyelesaikan seratus persen pembangunan gedung A yang digunakan saat ini.
(ej@/tintamerah)















