Sedekah Ramo Nasi Punjung di  Muratara Pecahkan Rekor MURI

Rabu, 24 Agustus 2022 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muratara | Tintamerah.co.id – Kegigihan dan semangat Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam mempertahankan kearifan lokal berupa  budaya dan adat istiadat agar terus menjadi ciri khas, rupanya memantik semangat pemerintah daerah dan masyarakat yang ada di Sumsel.

Seperti yang dilakukan pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara). Dimana keduanya saling berkolaborasi menggelar tradisi Sedekah Ramo yang diberi nama Festival Sedekah Ramo Nasi Punjung Ayam Terjun.

Diketahui, sedekah ramo merupakan tradisi unik masyarakat Kabupaten Muratara yang telah lama  dilakukan secara turun temurun. Sedekah ramo juga merupakan rangkaian dari Festival Danau Rayo sekaligus juga sebagai ajang memeriahkan HUT ke 77 RI.

Bahkan, Sedekah ramo tahun ini lebih meriah dari sebelumnya. Sebab kali ini, nasi punjung ayam terjun yang disajikan sangat banyak sehingga masuk berhasil dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

BACA JUGA  Tumbuhkan Jiwa Gotong-Royong, Koramil 402-07/Indralaya Dim 0402/OKI Gelar Karya Bhakti di Desa Tanjung Seteko

“Saya sangat apresiasi bupati Muratara dan jajaran serta masyarakatnya yang bersinergi dalam membuat even. Bahkan Festival Kuliner Sedekah Ramo ini mendapat rekor MURI sebagai nasi punjung terbanyak. Tentu ini membuat kita bangga. Ini jadi ajang kita mempertahankan kearifan lokal,” kata Herman Deru, pada lawatannya di Kabupaten Muratara, Rabu (24/8).

Menurut Herman Deru, prestasi yang diraih Kabupaten Muratara tersebut tentu akan menjadi pemantik Kabupaten dan Kota lainnya untuk berkomitmen mempertahankan budayanya.

“Kegiatan semacam ini harus digelar secara berkesinambungan agar tetap menjadi ciri khas dan menjadi warisan tradisi bagi anak cucu kita nanti,” tuturnya.

Bahkan dia juga meminta agar kegiatan budaya dilakukan secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Acara Ramah Tamah Wako Bersama Jurnalis Berlangsung Khidmat dan Penuh Keakraban

“Saya minta disini (Muratara) harus rutin dilakukan pentas seni dan budaya. Kenalkan budaya ini kepada generasi muda,” bebernya.

Pada festival sedekah ramo tersebut, Herman Deru juga berkesempatan makan nasi punjung ayam terjun bersama ratusan masyarakat Kabupaten Muratara.

Nasi punjung merupakan nasi kuning yang dilengkapi lauk pauk. Yang membuat berbeda, nasi punjung tersebut disajikan bersama dengan satu ekor ayam yang dimasak menggunakan santan.

Sementara itu, Bupati Muratara Devi Suhartoni mengatakan, pihaknya juga terus konsisten terhadap kearifan lokal.

“Sebab itulah, kita terus upayakan agar tradisi budaya ini terus hidup melalui festival budaya,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Gubernur Herman Deru memang terus mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam mempertahankan kearifan lokal yang ada di Sumsel.

BACA JUGA  Tournament SMSI Mobile Lege­nds Cha­mpions SMSI Banyuasin Dimulai

Bahkan hal itu juga telah dituangkan Herman Deru di dalam Peraturan Gubernur.

Salah satu yang telah digagasnya dalam upaya mempertahankan kearifan lokal tersebut yakni dengan menginstruksikan dinas maupun institusi di Sumsel untuk membuat arsitektur tanjak khas Sumsel di setiap gerbang kantor maupun sekolah. Hal itu, agar Sumsel memiliki ciri khas tersendiri.*

Berita Terkait

Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat, Bupati Asgianto Perintahkan Bagian Hukum dan Ekonomi Bergerak Taktis: “Kita Tidak Menghalangi Investasi, Tapi Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan!”
“Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!”: Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI
Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:22 WIB

Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat, Bupati Asgianto Perintahkan Bagian Hukum dan Ekonomi Bergerak Taktis: “Kita Tidak Menghalangi Investasi, Tapi Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan!”

Rabu, 23 September 2026 - 15:56 WIB

“Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!”: Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Berita Terbaru