PALI | Tintamerah.co.id – Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memberikan penghargaan kepada Kasatresnarkoba, Unit I IDIK dan Unit II IDIK Polres PALI di Mapolres PALI, Selasa (13/07/21).
Penghargaan tersebut diberikan dalam mengungkap kasus narkoba jenis sabu seberat 51.33 gram yang menyebabkan meninggalnya salah satu bandar narkoba di desa Air Itam kecamatan Penukal dan pengungkapan kasus narkoba jenis sabu seberat 101,91 gram di Desa Benuang kecamatan Talang Ubi.
Dalam kesempatan itu, Ketua IWO PALI Efran mengatakan bahwa pemberian penghargaan tersebut merupakan agenda kerja Pengurus Daerah IWO PALI.
“Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kami terhadap pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres PALI dan untuk memotivasi seluruh jajaran dan personil Polres PALI untuk menjaga kabupaten PALI yang aman, nyaman dan kondusif,” katanya saat menyampaikan kata sambutannya di ruang Vicon Polres PALI.
Menurut Efran, barang bukti yang diamankan Satresnarkoba Polres PALI belum mencapai maksimal, tetapi sudah ada keserisuan Polres PALI dalam pemberantasan dan pencegahan narkoba di kabupaten PALI.
“Seperti yang kita ketahui bersama Satresnarkoba sudah menangkap beberapa pelaku jaringan peredaran narkoba dan mengamankan barang bukti yang lebih besar dari sebelumnya,” ungkapnya.
Selain itu, Efran mengharapkan agar Satresnarkoba Polres PALI dapat mempertahankan prestasinya bahkan lebih baik lagi dari yang dicapai saat ini.
“Kami ucapkan selamat atas penghargaannya, terus bekerja agar kabupaten PALI keluar dari zona merah dalam peredaran narkoba,” tutupnya.
Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres PALI Iptu Rendy Novriady, STK, SIK mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Daerah IWO PALI yang telah memberikan apresiasi terhadap kinerja yang dicapai Satresresnarkoba Polres PALI.
“Kami belum puas diri atas apa yang telah dicapai saat ini, jadi ada bahasa internal kami bahwasannya kami mungkin menangkap 100 atau 50 gram dan atau mungkin beberapa kilo yang lolos, maksudnya lolos karena kami jumlahnya tidak banyak, dimana ini teori gunung es hanya permukaan yang ditemukan, jadi banyak yang lolos,” ujarnya.
Menurut dia, pemberantasan dan pencegahan narkoba tidak bisa dilakukan hanya pihak Polri, tetapi perlu sinergitas dari semua pihak.
“Jadi disinilah mungkin hubungan timbal balik itu perlu kita tingkatkan khususnya kepada masyarakat, organisasi anti narkoba dan media, dimana informasi-informasi apapun bisa disampaikan,” terangnya.
Ditempat yang sama Ketua Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) kabupaten PALI Yulianto mengatakan bahwa narkotika merupakan musuh bersama yang harus diberantas di Bumi Serepat Serasan.
“Alhamdulillah kita bisa di pertemukan di sini, satu tujuan yaitu menginginkan PALI bebas narkoba, kami dari GANN selalu mensosialisasikan bahaya narkoba, terutama kepada sekolah-sekolah, jangan sampai anak-anak kita terjerumus dengan mengkomsumsi barang tersebut,” harapnya.
Hal Senada juga dikatakan Ketua Lembaga Anti Narkoba (LAN) kabupaten PALI Endang Kuswoyo mengungkapkan bahwa narkoba adalah Penjajah Tanpa Wajah yang menyebar ditengah masyarakat.
“Kami juga telah menyebar untuk mensosialisasikan bahaya penjajah tanpa wajah ini, bahkan kami menggunakan uang pribadi dalam setiap kegiatan LAN, kami sangat menginginkan semua pihak bersinergi untuk memberantas narkoba ini, mereka punya struktur yang sangat kuat sangat kuat, oleh karena itu, kita juga harus punya struktur yang kuat juga,” jelas Endang.
Dalam kesempatan itu ketua IWO PALI didampingi Wakil Ketua Syamsudin dan anggota Meri Ismanto, Kasatresnarkoba Polres PALI didampingi Kanit I IDIK Ipda Thomson Angka Wibawa, SH dan Kanit II IDIK Ipda A. Anugrah Wijaya, SH, Ketua GANN PALI Yulianto didampingi anggota Ida Tapiah, Ketua LAN PALI didampingi anggota Munadi.
Laporan : ej@















