MUARA ENIM | tintamerah.co -, Wajah pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Muara Enim kini semakin inklusif. Tidak lagi sekadar berfokus pada sektor industri besar, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui Rumah BUMN kembali memperkuat akar rumput dengan menggelar Kelas Kreasi Vol. 7, sebuah inisiatif yang menyasar kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
Bekerja sama dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Muara Enim, kegiatan yang berlangsung pada Rabu (22/4/2026) ini membuktikan bahwa institusi keagamaan memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi inkubator bisnis yang produktif.
Lebih dari Sekadar Ilmu Agama
Wakil Bupati Muara Enim sekaligus Ketua BKMT, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., menegaskan bahwa peran majelis taklim di era modern harus melampaui aspek spiritual. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi umat adalah pilar penting untuk menciptakan ketahanan keluarga.
“Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga harus berkembang menjadi wadah pemberdayaan ekonomi. Kami ingin para peserta lebih mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” ujar Sumarni dengan lugas di hadapan 30 peserta yang hadir.
Ia juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran sentral sebagai penggerak ekonomi mikro. Melalui keterampilan yang diasah dalam Kelas Kreasi ini, peluang untuk membuka sumber penghasilan baru di rumah tangga menjadi sangat terbuka lebar.
Komitmen Berkelanjutan Sang Raksasa Energi
Sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Bumi Serasan Sekundang, PTBA memposisikan diri bukan sekadar penambang energi, melainkan mitra strategis bagi UMKM lokal.
Weny Yuliastuti, Micro & Small Enterprise Funding Section Head PTBA, menjelaskan bahwa Kelas Kreasi adalah instrumen nyata perusahaan dalam menjamin keberlanjutan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kami berharap peserta tidak hanya membawa pulang keterampilan baru, tetapi juga mentalitas usaha yang berkelanjutan. Tujuannya satu: peningkatan kesejahteraan keluarga melalui kreativitas,” tegas Weny.
Analisis: Menanti Dampak Multiplier
Langkah PTBA menggandeng BKMT dinilai sebagai strategi yang cerdas dan tepat sasaran. Dengan memanfaatkan jaringan struktural majelis taklim yang tersebar luas, program edukasi keterampilan ini memiliki peluang keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan pelatihan konvensional.
Ke depan, tantangan utamanya adalah memastikan bahwa ke-30 peserta ini mendapatkan akses pasar dan pendampingan lanjutan pasca-pelatihan. Jika sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan dunia usaha ini terus konsisten, bukan tidak mungkin Muara Enim akan melahirkan klaster UMKM baru yang lahir dari rahim komunitas religi.
Kelas Kreasi Vol. 7 bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pesan kuat bahwa kemandirian ekonomi dimulai dari tangan-tangan kreatif yang mau terus belajar.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















