Skakmat! Kadis LH PALI Siapkan “Sanksi Maut” Jika PT SLR Terbukti Cemari Lahan Warga: Tak Ada Main Mata!

Sabtu, 18 April 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas LH PALI, Aryansyah, menegaskan bahwa hasil uji laboratorium akan menjadi penentu nasib operasional PT Servo Lintas Raya (SLR). Jika terbukti melampaui baku mutu dan mencemari lahan warga, rekomendasi penutupan izin akan segera dilayangkan. (Foto: Dok/tintamerah)

Kepala Dinas LH PALI, Aryansyah, menegaskan bahwa hasil uji laboratorium akan menjadi penentu nasib operasional PT Servo Lintas Raya (SLR). Jika terbukti melampaui baku mutu dan mencemari lahan warga, rekomendasi penutupan izin akan segera dilayangkan. (Foto: Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Aroma pencemaran lingkungan di area Stockpile M-36 milik PT Servo Lintas Raya (SLR) bukan lagi sekadar isu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten PALI, Aryansyah, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan kompromi jika hasil uji laboratorium membuktikan adanya pelanggaran baku mutu yang merugikan masyarakat.

Langkah ini menjadi jawaban menohok atas tudingan miring dari sejumlah pihak, termasuk Persatuan Gerakan Kebangsaan (PGK), yang sempat menyebut Inspeksi Mendadak (Sidak) Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, beberapa waktu lalu hanya sebatas formalitas belaka.

Bukti Laboratorium: “Senjata” Terakhir Pemerintah

Dinas LH PALI memastikan bahwa setiap tetes limbah yang dirilis ke sungai akan diuji secara ilmiah. Bakrin menekankan bahwa mekanisme penetralan lahan warga yang tercemar harus diawali dengan pembuktian laboratorium yang akurat.

“Ini soal tahapan. Jika rilis limbah ke sungai melewati ambang batas mutu, artinya mekanisme pengolahan limbah mereka (PT SLR) memang bobrok. Kami tidak bicara opini, kami bicara hasil labor sebagai bukti konkrit,” tegas Kadis LH PALI kepada tintamerah.co, Kamis (9/4/2026).

BACA JUGA  BSB Pendopo PALI Tanggapi Pernyataan Petani Tempirai Sulit Mendapatkan KUR

Ia juga menghimbau warga yang merasa lahannya terdampak untuk segera melapor. Tim ahli dan Sukofindo dijadwalkan turun ke lapangan untuk mengambil sampel guna memastikan apakah “Raport Merah” pengelolaan lingkungan PT SLR kali ini akan berujung pada rekomendasi penutupan operasional.

TJSL: Kewajiban, Bukan Sekadar Kedermawanan

Berbeda dengan Corporate Social Responsibility (CSR) pada umumnya, Aryansyah menyoroti poin krusial mengenai Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Menurutnya, perusahaan yang bergerak langsung di sektor sumber daya alam seperti PT SLR memiliki kewajiban mutlak untuk memulihkan dampak lingkungan yang mereka timbulkan.

“TGSL itu wajib bagi perusahaan sektor SDA. Begitu dampak lingkungan seperti pencemaran terbukti secara sah melalui hasil lab, perusahaan harus segera memberikan kompensasi dan pemulihan kepada masyarakat sekitar. Tidak ada tawar-menawar di sini,” jelasnya lugas.

BACA JUGA  Catatan Kritis Reses Firdaus Hasbullah di Talang Ubi: Kekeringan, Jalan Tani, hingga Absennya OPD Menjadi Sorotan Utama

Hubungan Panas: Dari Pajak Hingga Ancaman Penutupan

Ketegangan antara Pemkab PALI dan PT SLR memang sedang berada di titik didih. Sebelumnya, Bapenda PALI telah “menyemprot” perusahaan ini terkait urusan pajak yang dinilai merugikan daerah. Kini, bola panas ada di tangan Dinas LH.

Jika hasil uji laboratorium menunjukkan hasil yang fatal, rekomendasi penutupan izin operasional menjadi konsekuensi logis yang harus dihadapi PT SLR. Pemerintah Kabupaten PALI di bawah kepemimpinan Iwan Tuaji seolah ingin mengirimkan pesan kuat: Investasi silakan masuk, tapi jangan injak-injak hak lingkungan dan kesejahteraan rakyat PALI.

Poin-Poin Utama Tindakan DLH PALI:

  • Audit Investigasi: Menurunkan tim ahli dan lembaga independen (Sukofindo) untuk cek fisik di lapangan.
  • Uji Baku Mutu: Membuktikan secara ilmiah rilis limbah di sungai dan lahan warga.
  • Mediator TGSL: Menagih kewajiban perusahaan untuk ganti rugi jika pencemaran terbukti.
  • Rekomendasi Tegas: Siap merekomendasikan penutupan jika PT SLR tetap abai terhadap standar pengolahan limbah.
BACA JUGA  Nakhoda PALI di Panggung Nasional: Menakar Taji Ubaidillah dalam Rakernas II PAN

Kini, publik menunggu hasil uji laboratorium tersebut. Apakah PT SLR akan berbenah, atau justru sejarah akan mencatat penutupan stockpile terbesar di PALI ini demi menyelamatkan lingkungan?

Pihak Perusahaan Masih ‘Bungkam’

Upaya konfirmasi telah dilakukan untuk menjaga keberimbangan berita. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim media tintamerah.co telah melayangkan surat konfirmasi resmi kepada pihak PT Servo Lintas Raya dan PT Swarnadwipa Dermaga Jaya pada Jumat (3/4/2026).

Namun, hingga berita ini ditayangkan, kedua perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan resmi. Belum ada jawaban maupun klarifikasi terkait temuan inspeksi mendadak (sidak) Wakil Bupati PALI, maupun keluhan masyarakat mengenai dugaan pencemaran limbah di KM 36.

 

Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co

 

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru