Pasca Pengabdian, Ini ‘Gawe’ Heri Amalindo!

Minggu, 10 Agustus 2025 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasca pengabdian sebagai Bupati PALI, H. Heri Amalindo mengisi waktu luangnya dengan membaca dan bertani
(Foto: efran/tintamerah)

Pasca pengabdian sebagai Bupati PALI, H. Heri Amalindo mengisi waktu luangnya dengan membaca dan bertani (Foto: efran/tintamerah)

PALI | Tintamerah.co.id -, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan periode 2014 – 2019 dan 2020 – 2025 H. Heri Amalindo telah menuntaskan pengabdiannya. Sebelum itu, Heri Amalindo pernah ditugaskan Gubernur Alek Nurdin menjadi Penjabat (Pj) Bupati PALI pada tahun 2013 hingga 2014 silam.

Tentu saat ini, warga Bumi Serepat Serasan pasti ada yang bertanya-tanya didalam benaknya, kemana dan apa kesibukan yang dilakukan oleh mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan di era Gubernur Alek Nurdin itu?

Dalam keterangan yang disampaikan kepada Tintamerah.co.id di kediamannya, Simpang Raja, Handayani Mulia, Talang Ubi, Selasa (05/08/25) kemarin, Heri Amalindo menyampaikan menetapkan dirinya berdomisili di PALI. Ia mengaku mengisi kesibukan dalam kesehariannya dengan membaca dan berkebun dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar kediamannya.

 

Alasan Memutuskan Tetap Tinggal di PALI

Heri Amalindo bercerita mengapa ia memutuskan untuk tetap tinggal di PALI?. Karena menurutnya, ia sangat mencintai daerah yang telah dibangunnya selama belasan tahun. Walaupun saat ini sudah pensiun menjadi orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan, Heri Amalindo tetap ingin mengabdikannya dirinya untuk kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten PALI.

“Dengan umur yang sekarang, itu artinya kita harus mendekatkanlah sudah banyak ibadahnya. Salah satunya memberikan kontribusi apapun kepada Kabupaten PALI yang kita cintai ini,” kata Heri.

Oleh sebab itu, Heri Amalindo mendedikasikan dirinya untuk kepentingan kemajuan Kabupaten PALI dengan memberikan ilmu dan pengalamannya selama puluhan tahun menjadi pejabat pemerintahan.

Untuk itu, ia memutuskan harus tetap berdomisili menjadi warga PALI sehingga dapat secara langsung mengetahui perkembangan dan dinamika yang ada di Kabupaten PALI.

Selain itu, Heri mengaku, bahwa rumahnya yang ada di Kancil Putih, Palembang tidak refresentatif untuk menyalurkan hobinya.

“Tinggal di PALI, ya tentunya karena kalau di Palembang tentunya rumah kami ya tidak cukup besar, kemudian juga depan kiri kanan jalan, sedangkan hobi saya termasuk itu bertani. Dengannya tinggal di PALI sini, ya walaupun halaman kita tidak begitu lebar, tapi untuk bersocotanan, tanaman-tanaman yang kita senangi, itu kita bisa beraktifitas,” ujar Heri.

BACA JUGA  Gebrakan Bupati Asgianto: RSUD Talang Ubi Menuju Tipe B, Layanan Cuci Darah Jadi Target Utama di 2027

Selama berada di kediamannya di PALI, ia menyempatkan aktivitasnya di kebun hingga tengah hari.

 

Membaca Merupakan Perintah Agama

Membaca merupakan salah satu hobi yang digemari Heri Amalindo. Banyak berbagai koleksi buku tersusun rapih di lemari dan meja kerjanya. Saat bertugas ke luar Kota, ia menyempatkan diri ke Tokoh buku untuk menjadi koleksi bacaannya.

Heri mengatakan membaca buku memiliki banyak manfaat, termasuk menambah wawasan dan pengetahuan, meningkatkan kemampuan kognitif seperti daya ingat dan fokus, serta mengurangi stres. Selain itu, kata Heri, membaca juga dapat meningkatkan kemampuan bahasa, melatih kemampuan berpikir kritis, dan bahkan dapat memberikan dampak positif pada kesehatan mental.

“Membaca itu banyak sekali manfaatnya, salah satunya mengenai daya ingat kita,” kata Heri.

Menurut Heri, semua ilmu berasal dari membaca terutama ilmu  agama Islam. Ia menerangkan, membaca dalam Islam memiliki kedudukan yang sangat penting dan merupakan perintah yang ditegaskan dalam Al-Quran, terutama dalam surat Al-Alaq ayat 1-5. Perintah membaca ini bukan hanya sekadar anjuran, tetapi juga merupakan kunci untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Seperti diketahui, dalam Islam, “Iqra'” (اِقْرَأْ) adalah perintah pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril. Perintah ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar membaca tulisan. “Iqra'” mengajak umat Islam untuk membaca, belajar, dan menyebarkan ilmu, baik yang tertulis dalam Al-Quran maupun yang terdapat di alam semesta (ayat kauniyah).

BACA JUGA  Menakar Kesiapan Paskibraka PALI: Serka Novianto Tegaskan Seluruh Peserta Punya Kualitas dan Tanggung Jawab Setara

Dengan demikian, kata Heri, “Iqra'” dalam Islam adalah perintah yang komprehensif, mencakup berbagai aspek kehidupan dan mendorong umat Islam untuk terus belajar, berpikir kritis, dan berkontribusi positif bagi diri sendiri, masyarakat, dan dunia.

“Nah, jadi dari falsafah dasar-dasar itu, kita harusnya memang baca. Pak Efran,” ujar Heri.

Heri mencontohkan penulis sebagai wartawan tentu harus banyak membaca sehingga banyak referensi dalam penulisan berita. Jika dalam satu jam wartawan hanya mampu menulis setengah halaman, ia memastikan wartawan tersebut kurang membaca karena kurang wawasan untuk dijadikan acuan untuk tulisannya.

Saking hobinya dalam membaca, Heri sampai membaca buku untuk anak pesantren hingga buku tentang memasak dan bercocok tanam.

Dalam kesempatan itu, Heri menyampaikan pesan moral akan pentingnya membaca. Ia menyarankan kepada masyarakat PALI khususnya siswa sekolah bahwa belajar tentang sesuatu hal tidak cukup hanya dengan belajar otodidak, melainkan harus juga menyerap ilmu teori melalui menulis dan membaca.

Heri mengatakan “apabila engkau bukan putra raja atau putra ulama besar, maka menulislah seperti Imam al-Ghazaliti”.

 

Bertani untuk Menguji Ketenangan dan Kesabaran

Bertani juga merupakan hobinya Heri Amalindo sejak lama. Itulah saat periode ke dua jabatannya sebagai Bupati PALI ia memutuskan untuk tidak menetap di Rumah Dinas Komplek Pertamina, karena lahan di Rumah Dinas itu tidak refresentatif dan signifikan untuk menyalurkan keinginannya bercocok tanam.

Heri mengaku, ia mendapat lahan rumahnya saat ini berawal dari warga PALI yang menjual tanah miliknya untuk kebutuhan sekolah anaknya. Hal itu seiring dengan istrinya juga gemar membeli bibit tanaman.

“Rupanya ibu juga istri aku hobi juga beli-beli tanaman ini. Kadang dia ada kawannya di Jawa, Jogja mesen buah mangga, mesen durian yang di kantong-kantong besar itu,” kata Heri.

BACA JUGA  Refleksi Spiritual Aka Kholik: Memilih Jalan Ibadah dan Estafet Perjuangan untuk PALI

Setelah bibit itu membesar, Heri berinisiatif menanamnya di lahan yang dibelinya dari warga PALI tersebut. Ia bermaksud mengedukasi masyarakat PALI untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada sekitar permukiman.

Tak hanya buah-buahan, Heri juga bercocok tanam palawija seperti cabai, kunyit, serai, jahe, lengkuas dan sayuran.

Heri mengaku, ia merupakan penikmat air kelapa muda, untuk itu, kata Heri, dirinya menanam kelapa di sekeliling rumahnya. Ia berharap agar hobinya bercocok tanam ini bisa menjadi inspirasi bagi warga PALI.

“Nah aku mau tanam ini biar menjadi inspirasi masyarakat,” ujar Heri.

Heri menyampaikan pesan Rasulullah SAW bahwa sebaik-baiknyanya sebuah pekerjaan adalah perniagaan. Namun, namun ujar Heri, perniagaan itu tidak harus dengan berdagang, dan sebaik-baik dari perniagaan adalah bertani dengan menanam pohon.

Selain mendapatkan hasil dari perniagaan, menurut Heri, bertani menjadi amal jariah bagi umat manusia karena setiap pohon menghasilkan oksigen untuk kebutuhan energi bumi. Selain itu, pohon juga bisa menjadi tempat bersarang para binatang yang kemudian tercipta rantai makanan.

Menurut Heri, bertani itu sama seperti hobi memancing dapat membetuk karakter seseorang menjadi tenang dan sabar karena kita tidak bisa memastikan berapa hasil yang akan didapatkan.

“Kalau bertani, Pak, kalau kita itu sama seperti hobi mancing. Kita ketenangan. Bertani ini kalau kita lihat dari itu, kita lebih tahu. Kita lebih sabar,” terang Heri.

Heri mengatakan hingga saat ini ia telah memetik hasil dari beberapa tanaman yakni dari tanaman palawija, mangga, pokat, dan kelapa. Selain itu, ada beberapa pohon durian yang belajar berbuah.

Selain bercocok tanam, Heri juga memanfaatkan lahan kosong miliknya dengan memelihara burung merpati, unggas, dan membuat kolam ikan mujair.

(editor: efran/tintamerah)

 

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru