PALI | Tinta merah.co.id -, Tim relawan pemenangan pasangan nomor urut 2 Pilkada PALI 2024 menggelar acara syukuran atas dilantiknya Asgianto-Iwan Tuaji sebagai Bupati dan Wakil Bupati PALI periode 2025 – 2030 pada 20 Februari lalu, di kediaman Timbul Susilohaji, Talang Ojan, Talang Ubi, Pendopo, Kamis malam (10/04/25).
Buapti PALI dan rombongan tiba ditempat acara sekitar Pukul 20.00 WIB. Sementara Wakil Bupati PALI berhalangan hadir dikarenakan menghadiri HUT kabupaten Banyuasin.
Dalam kesempatan itu, Timbul mengatakan merasa terharu dan bangga karena ada bagian keluarga yang diperjuangkan hingga menjadi pemimpin baru Bumi Serepat Serasan.
“Saya terharu, karena beliau masih tahu dengan susunan keluarga. Jadi memang saya ada silsilah keluarga dengan beliau, bukan mau mengaku-ngaku,” kata Timbul saat menyampaikan kata sambutannya.
“Kalau saya memang tidak memiliki kedua orang tua lagi karena telah berpulang ke rahmatullah. Alhamdulillah ibunda Asgianto masih ada sehingga bisa memaparkan silsilah keluarga antara saya dan Asgianto, ibunda Asgianto menerangkan memang kami keluarga dekat,” Timbul menambahkan.
Timbul melanjutkan, menurut ibunda Asgianto seharusnya saya yang memanggil Asgianto sebagai kakak, tetapi karena umur saya lebih tua dari beliau, Asgianto mengalah untuk memanggilnya sebagai kakak.
Asgianto menyelah dengan candaan mengatakan bukan karena umur lebih tua tetapi bahwa Timbul lebih senior. Sontak ucapan mantan legislator DPRD Sumsel itu membuat gelak tawa para tamu undangan.
Selain itu, Timbul mengenang perjalanan bersama Asgianto dari mulai kampanye hingga pelantikan Bupati dan Wakil Bupati PALI bersama seluruh kepala daerah se Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta.
“Sampai saat ini khususnya saya kemanapun beliau saya selalu diajaknya. Debat saya diajaknya, pelantikan di Jakarta saya pun diajak juga,” ujar Timbul.
Timbul menyatakan merasa sangat bersyukur karena Asgianto masih menyayangi dan menghargai dirinya. Sikap Asgianto itulah yang membuatnya menjadi terharu.
Lebih lanjut Timbul mengungkap, setiap bertemu beliau ia selalu menitikan air mata, karena bangga ada bagian keluarga menjadi penerus kepemimpinan Heri Amalindo. Mungkin inilah kesempatan dalam hidupnya mempunyai Bupati dari keluarga sendiri.
Menurut dia, dari sejak masa kampanye Pilkada lalu hingga saat ini beliau tidak ada perubahan terhadap saya dan masyarakat PALI.
Lalu ia menyampaikan, seakan yakin dengan kemenangan calon yang didukungnya, Timbul berjanji kepada Asgianto, jika nanti terpilih sebagai Bupati PALI dirinya akan memotong kambing.
“Sebenarnya rencana acara ini sudah sejak lama. Begitu beliau menang pada Pilkada kemarin saya berencana menggelar syukuran, namun beliau meminta acara dilaksanakan pasca pelantikan sehingga pada saatnya yang itu itu memang benar-benar Bupati bukan Bupati terpilih, dan alhamdulillah malam ini terkabul,” ungkap Timbul.
Diakhir penyampaiannya Timbul mengucapkan terima kasih kepada sanak keluarga, jiran tetangga dan timnya yang telah berjibaku membantu kesuksesan acara tersebut.
Sementara, Bupati PALI Asgianto mengatakan selepas pelantikan dan retret di Magelang ia langsung tancap gas untuk mengabdikan dirinya untuk masyarakat PALI.
“Kakanda Timbul tadi sudah mengatakan, alhamdulillah hari tanggal 10 tepat 40 hari saya dilantik. 20 Februari dilantik, 21 sampai 28 pendidikan di Magelang, 1 Maret pulang, puasa tanggal 3 Maret pulang ke Pendopo Sertijab, 4 – 5 ngantor, 6 -7 pelantikan TPP PKK di Palembang, tanggal 8 tasyakuran dirumah setelah itu baru bekerja,” kata Asgianto.
Asgianto menyampaikan, ia dan tim relawan di Talang Ojan akan menggelar acara syukuran yasinan memotong kerbau jika kemenangan mencapai 50 persen lebih, tetapi hanya mencapai 40,72 persen.
Dia menegaskan bahwa pesta demokrasi sudah selesai, pasti ada yang menerima dan ada yang tidak, siapapun pemimpinnya pasti akan mengalami situasi ini. Namun suka tidak suka, senang tidak senang saya Bupati PALI peiode 2025 – 2030 itu Asgianto, ST.
“Jadi saya ini bukan milik tim lagi, tetapi milik semua masyarakat PALI. Tidak ada lagi 01, tidak ada lagi 02, tidak ada lagi 03, tidak ada lagi 04, yang ada saat ini adalah 05, keadilan seluruh rakyat Indonesia. Pilkada sudah selesai, alangkah bodohnya kita, gara-gara jagoan kamu kalah sehingga benci dengan saya sementara orang yang kalian dukung semuanya sudah menghubungi saya memberikan ucapan selamat, artinya kalian menjadi korban politik,” ujar Asgianto.
Oleh karena itu, Asgianto mengajak semua elemen masyarakat PALI untuk merajut persatuan dan kesatuan agar bisa mewujudkan kabupaten PALI menjadi lebih maju dan terdepan dan masyarakatnya sejahtera.
Menurut dia, perbedaan dan pilihan politik berbeda-beda itu sudah biasa, masih ada kesempatan bertarung pada 2029 nanti. Untuk itulah rakyat harus kompak dan saling mendukung agar pembangunan di kabupaten PALI tidak tertinggal. Itu menjadi pesan Asgianto kepada seluruh masyarakat PALI.
Kendati demikian, Asgianto menegaskan kepada semua tim relawan untuk bersatu padu kembali seperti biasa. Karena saat Pilkada lalu ia sudah mengajak semua untuk berjuang bersama paslon 02, namun ada yang tidak mau.
Tetapi saat sekarang kita menang mau ikut semua, kata Asgianto, itu hal yang biasa, kita akan rangkul semua tetapi porsinya tidak akan sama dengan orang yang ikut berjuang.
“Ada pepatah mengatakan ada ubi ada talas ada budi ada balas,” ucap Asgianto.
Asgianto menyampaikan salah satu contohnya, saat berkampanye di talang ojan ia menyampaikan kepada Timbul Susilohaji bukan menekankan hasil, tetapi terang Asgianto, yang sangat berharga adalah keberanian bersikap menjadi tim BERANI untuk memperjuangkan dirinya. Karena bicara hasil itu ketentuan Tuhan kita hanya bisa berikhtiar dengan maksimal.
“Itu saya sampaikan kepada kakanda Timbul, kak mau ikut saya tidak, saya ikut dek, namun tidak ada ongkosnya, dek saya ada ongkos sendiri. Sikap Timbul ini yang saya hargai karena dia adalah pejuang dan petarung. Oleh karena itulah, alangkah jahatnya saya kepada orang yang sudah berjasa membantu saya meminta kesempatan waktu pada acara ini,” ungkap Asgianto.
Disisih lain, Agianto menyampaikan bahwa setiap hari ia selalu bekerja maksimal untuk memberikan yang terbaik untuk rakyat PALI. Hari ini mulai jam 10 diawali dengan panen ikan baung di Handayani, setelah itu hingga malam hari baru bisa menyempat hadir memenuhi undangan masyarakat Talang Ojan. Sebelum ke Talang Ojan ia mendelegasikan kepada Sekda untuk memimpin acara rapat kordinasi persiapan STQ tingkat provinsi dan ulang tahun kabupaten PALI dengan waktu kurang dari dua minggu.
“STQ harus kita sukseskan, ulang tahun jika harus kita sukseskan sebagai bagian upaya menampakan wajah kita kedepan untuk mengajukan bantuan-bantuan nanti. Untuk itulah kita harus bersatu padu untuk mewujudkan semua program kerja pemerintah PALI,” terang Asgianto.
Asgianto mengatakan bahwa dalam setiap pertarungan politik pesta demokrasi Pilkada lalu pasti ada perbedaan tim dalam dukungan masing-masing kandidat. Tetapi saat ini, ujar Asgianto, tidak ada lagi yang namanya tim sukses.
Kemudian, ia menegaskan bahwa dirinya adalah milik seluruh rakyat PALI. Terkhususnya kepada tim BERANI untuk mengikhlaskannya, jangan ada lagi perbedaan dari tim relawan karena perbedaan dukungan dari kandidat yang lain. Ia mengajak tim BERANI untuk memaafkan kepada masyarakat yang salah dalam dukungan agar tercipta kekompakan dan ketertiban.
Menurut dia, jangan kotori Pilkada PALI yang berjalan aman dan Damai dengan terkontaminasi residu Pilkada.
Asgianto menyampaikan ucapan terima kasih terkhusus kepada masyarakat Talang Ojan atas amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya menjadi Bupati PALI.
Selain itu, Asgianto berharap untuk menjaga dan mendoakan dirinya agar amanah ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Karena menurutnya, amanah ini akan dipertanggungjawabkan di akhirat, ia tidak menginginkan amanah ini menjadi sia-sia.
“Saat ini saya bukan hanya milik tim berani tetapi menjadi milik semua rakyat PALI. Kita saat harus melihat semuanya secara objektif. Saat ini banyak yang harus kita benahi. Kalau kita tidak kompak kita akan semakin tertinggal,” imbuhnya.
Selanjutnya Asgianto menyampaikan hasil kerja nyata yang telah ia dedikasikan untuk masyarakat PALI. Belum genap 40 hari kerja, Asgianto berhasil mendapatkan bantuan dari provinsi dan pusat berupa traktor roda empat untuk membantu para petani.
Selain itu, kata Asgianto, ia meminta pompa dan traktor roda dua yang saat ini sedang dalam perjalanan pengiriman. Tak hanya itu, ia mulai mencicil janji politik melalui visi dan misi Asgianto – Iwan Tuaji. Ia mengatakan saat ini masyarakat PALI sudah bisa menikmati berobat gratis cukup dengan menggunakan KK dan KTP di Rumah Sakit Umum Talang Ubi, karena menurutnya, rakyat butuh bukti bukan janji.
Dan sekali lagi Asgianto mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua yang hadir pada acara syukuran tersebut. Ia menyatakan bahwa kesempatan yang diberikan rakyat PALI ini sangat luar biasa.
“Amanah ini merupakan cobaan dan godaan bagi saya, karena jika saya benar menjalankan amanah ini maka akan menjadi berkah dan amal jariyah, pun sebaliknya, jika salah dalam menjalankannya ini menjadi pintu nerakah untuk saya,” tutupnya.
(ej@)















